Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kalimat Pencair Suasana daripada Bertengkar sama Pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Nasirun Khan)
  • Ketegangan dalam hubungan perlu diantisipasi sebelum berubah menjadi cekcok, karena pertengkaran yang terlalu sering dapat merusak kebahagiaan dan ketenangan sekitar.

  • Kalimat yang mengajak memperbaiki diri bersama, mengakui ketidaksempurnaan, serta menegaskan rasa sayang dapat meredam emosi tanpa menyalahkan pasangan.

  • Humor, pilihan untuk bermaafan atau berpelukan, pujian, hingga ajakan jajan bisa mengalihkan suasana panas; konflik tetap tidak boleh melibatkan makian atau kekerasan fisik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertengkaran sepasang kekasih atau suami istri biasanya tidak meledak tiba-tiba. Pasti sudah ada tanda-tandanya berupa ketegangan yang terus meningkat. Kalau ini tak diantisipasi dan perdebatan dilanjutkan, pasti akan berujung cekcok.

Pasangan suami istri atau orang yang berpacaran bukannya dilarang untuk bertengkar. Akan tetapi, hal tersebut jangan sering-sering terjadi. Apalagi kalian ribut setiap hari, tentu bakal amat merusak kebahagiaan diri dan ketenangan orang-orang di sekitar.

Sebelum suasana terlalu panas, salah satu dari kalian mesti segera berusaha memadamkan percikan api emosi. Ada enam kalimat pencair suasana daripada bertengkar sama pasangan yang bisa kamu coba ucapkan meski perlahan-lahan. Baik kalimat yang terdengar bijak maupun yang seperti bercanda pun efektif untuk menurunkan emosi pasangan.

1. Yuk, jadi lebih baik lagi bareng-bareng

ilustrasi pasangan (pexels.com/arvi refo)

Kalimat ini merupakan ajakan untuk kalian bersama-sama menjadi pribadi serta pasangan yang lebih baik lagi dari semula. Gak ada keegoisan dalam kalimat di atas. Jika dirimu egois tentu cuma pasangan yang disuruh memperbaiki diri.

Kamu sendiri tidak merasa punya kekurangan atau kesalahan. Kalau seperti ini, sudah pasti pasangan bakal tambah marah. Bahkan bila kekeliruannya lebih besar daripada kekhilafanmu tetaplah menggunakan kalimat di atas. Suasana kebersamaan yang terbangun melalui kalimat itu membuat kalian lebih optimis akan masa depan hubungan.

2. Maaf-maafan atau peluk dan cium dulu?

ilustrasi pasangan (pexels.com/Zero Pamungkas)

Kalimat di atas mungkin terdengar konyol untuk situasi di mana kalian sudah mendekati adu mulut. Namun, justru kalimat tak terduga begini bisa lebih efektif untuk menyadarkan pasangan dari kemarahan yang mulai menguasainya. Dirimu langsung mengarahkannya ke dua pilihan saja.

Dua-duanya jelas tertuju pada usaha untuk secepatnya memperbaiki hubungan. Yaitu, permintaan maaf satu sama lain atau kontak fisik yang mesra berupa pelukan serta ciuman. Tentu pasangan akan bingung.

Itu kesempatan emas buatmu bergegas mengambil inisiatif duluan. Kamu bisa mendekatinya dan dengan lembut minta maaf, baru memeluk atau menciumnya. Dapat juga sebaliknya, ciuman dan pelukan yang tidak tergesa-gesa disusul permohonan maaf.

3. Kamu tetap cantik/tampan saat marah, tapi aku lebih suka melihatmu bahagia

ilustrasi pasangan (pexels.com/Bimbim Sindu)

Gombalannya memang receh sekali. Sudah banyak orang yang berkata bahwa pasangannya tambah cantik atau ganteng justru ketika marah. Namun, tetap saja orang yang mendengarnya bakal tersipu-sipu.

Ada campuran rasa kesal karena dia lagi marah, malah digodain sama kamu. Akan tetapi, aslinya suasana hatinya auto membaik. Terlebih, kamu bukan sekadar menggodanya, melainkan masih ada kelanjutannya.

Secantik atau setampan apa pun ia, ketika marah, bukan itu yang diharapkan olehmu. Dirimu tetap lebih senang melihatnya bahagia. Secara tidak langsung kamu menyatakan kesiapan untuk berusaha membuatnya bahagia selama hidup bersamamu.

4. Kita bukan dua orang yang sempurna, tapi bisa saling menyempurnakan

ilustrasi pasangan (pexels.com/FS STUDIO)

Pertengkaran akan mudah sekali meledak ketika satu orang merasa lebih baik daripada pasangannya. Ini berlaku dalam hal apa saja. Termasuk tiadanya rasa bersalah dalam diri.

Butuh sikap rendah hati untuk siapa pun yang dapat mengakui dirinya tidak sempurna. Jika kalimat di atas diutarakan kepada pasangan, ia tak terdorong untuk membela diri secara berlebihan. Kalimatmu menunjukkan bahwa kalian setara.

Kamu dan dia cuma manusia biasa yang gak perfect. Dirimu membutuhkan pasangan serta sebaliknya guna saling menyempurnakan. Kalimat tersebut bukan hanya meredam emosi, melainkan juga memperkuat hubungan untuk ke depannya.

5. Kita sama-sama sayang dan itu cukup untuk memperbaiki segalanya

ilustrasi pasangan (pexels.com/Edmond Dantès)

Bahkan saat kalian lagi sama-sama jengkel, penting untuk tetap menyadari dan mengakui rasa sayang yang ada. Jangan sampai rasa sayang malah seakan-akan dikesampingkan cuma buat memperturutkan emosi. Gak apa-apa, pasanganmu mungkin sedang kurang percaya bahwa rasa sayang itu nyata.

Tugasmu membangkitkan kembali keyakinannya. Ketika perasaan saling mengasihi tetap ditaruh di tempat tertinggi dalam hubungan, itu seperti amunisi terbanyak yang dimiliki oleh kalian. Apa pun persoalan yang hari ini bikin suasana tegang, cinta kalian bakal mengalahkannya.

6. Kalau ini dilanjutkan pasti kita berantem, mending jajan gak sih?

ilustrasi pasangan (pexels.com/Vija Rindo Pratama)

Kalian sudah hampir terlibat dalam pertengkaran hebat, tapi tiba-tiba dirimu mengucapkan kalimat seperti di atas. Pasanganmu pasti bingung. Fokusnya pada rasa kesal seketika terpecah. Sebagian pikirannya segera berusaha mencerna kalimatmu.

Dia mungkin balik bertanya dengan raut tak percaya, "Jajan?" Pastikan wajahmu cukup santai sekaligus bersungguh-sungguh saat mengangguk atau menjawabnya dengan kata-kata. Kamu bahkan bisa mendahuluinya dengan bersiap untuk keluar dengan berganti pakaian dan mengambil kunci kendaraan.

Kalau kalian biasa naik motor, sodorkan helmnya dan ajak mereka untuk bergegas. Jajan lewat aplikasi juga oke. Tinggal buka aplikasi lalu tanyakan dia mau makanan atau minuman apa. Bila dia bungkam, pilih makanan serta minuman kesukaannya. Cara ini paling cocok buat pasangan muda yang memang masih gemar jajan.

Sesekali kamu berantem dengan pasangan masih wajar. Dengan catatan, dalam keributan itu kalian gak sampai memaki-maki, apalagi melakukan serangan fisik. Namun, pertengkaran model apa pun kalau sering sekali terjadi tak ubahnya racun dalam hubungan yang dapat membuatnya kandas. Oleh sebab itu, enam kalimat pencair suasana daripada bertengkar sama pasangan alangkah baiknya kamu coba ucapkan secara perlahan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article