Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saat Kangen Seseorang, Kenapa Kita Malah Baca Chat Lama?

Saat Kangen Seseorang, Kenapa Kita Malah Baca Chat Lama?
ilustrasi baca chat pagi-pagi (pexels.com/Marcus Aurelius)
  • Membaca chat lama saat rindu menjadi cara mengakses kenangan, konteks hubungan, dan rasa kedekatan yang pernah ada, sehingga sosok tersebut terasa kembali hadir.
  • Orang sering membuka percakapan lama untuk merasakan ulang kehangatan, candaan, dan perhatian masa lalu, meski emosi yang muncul kini bisa terasa manis sekaligus menyakitkan.
  • Scrolling chat lama juga dapat membantu memproses perubahan atau berakhirnya hubungan, mencari pemahaman, menghadapi emosi sulit, dan menerima kenyataan tanpa selalu berarti ingin kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah lagi kangen seseorang, tapi bukannya menghubungi dia, kamu malah membuka chat lama? Awalnya mungkin cuma ingin melihat satu percakapan, tetapi tanpa sadar jempol terus scrolling ke pesan-pesan yang sudah bertahun-tahun lalu. Ada perasaan familier ketika membaca kembali candaan, perhatian kecil, atau cara dia dulu memanggilmu. Padahal, chat itu tidak mengubah keadaan sekarang, tetapi entah kenapa membacanya lagi bisa membuat jarak terasa sedikit lebih dekat.

Kebiasaan ini ternyata tidak sesederhana “belum move on”. Membaca kembali percakapan lama bisa menjadi cara seseorang mengakses kembali kenangan, emosi, dan rasa keterhubungan yang pernah dimiliki bersama orang tersebut. Dari sini, membaca chat lama bisa menjadi salah satu cara untuk kembali merasakan kedekatan yang dulu pernah ada.

  1. 1. Chat lama bikin kita bisa “mengunjungi” kembali momen yang pernah ada

    ilustrasi chat
    ilustrasi chat ( unsplash.com/ becca)

    Ketika membaca percakapan lama, yang kita temukan sebenarnya bukan cuma deretan pesan. Ada konteks yang ikut muncul di kepala, seperti kapan obrolan itu terjadi, apa yang sedang kita lakukan saat itu, bagaimana hubungan dengan orang tersebut, sampai perasaan yang muncul ketika pesan itu pertama kali diterima. Itu sebabnya satu kalimat sederhana seperti “udah makan belum?” bisa terasa jauh lebih berarti ketika dibaca setelah hubungan berubah.

    Menurut Tim Wildschut, psikolog dari University of Southampton,“Kamu kembali mengingat hubungan-hubungan lama, membuat orang-orang tersebut terasa lebih dekat, dan untuk sesaat, rasanya seolah-olah mereka kembali hadir bersamamu,” dikutip dari Psychology Today.

    Chat membuat kenangan terasa lebih konkret. Kita bukan hanya berusaha mengingat bagaimana seseorang dulu berbicara kepada kita, tetapi bisa langsung melihat kata-kata yang memang pernah mereka kirim. Jadi ketika sedang kangen, yang dicari dari chat lama belum tentu percakapan baru dengan orang tersebut. Bisa saja kita sedang ingin mengunjungi kembali momen ketika hubungan itu masih terasa dekat. Dalam konteks ini, membaca chat lama menjadi semacam cara untuk mengakses kembali kenangan sekaligus versi diri kita yang pernah ada di dalam hubungan tersebut.

  2. 2. Chat lama bisa membuat perasaan yang dulu muncul terasa kembali

    Ilustrasi seseorang membaca chat melalui ponsel untuk berkomunikasi secara digital dengan orang lain setiap hari.
    ilustrasi membaca chat (pexels.com/Thirdman)

    Saat sedang kangen seseorang, kita kadang tidak benar-benar ingin menghubunginya. Ada kalanya kita cuma ingin merasakan lagi bagaimana rasanya ketika orang itu masih dekat. Membukanya pun menjadi salah satu cara yang paling mudah karena kita masih bisa melihat cara dia berbicara, bercanda, menanyakan kabar, atau merespons cerita kita seperti dulu.

    “Kenyataannya, kebanyakan orang membaca kembali pesan-pesan lama karena berharap bisa merasakan kembali luapan emosi hangat dan menyenangkan seperti saat percakapan itu terjadi. Namun, yang tidak mereka sadari adalah perasaan tersebut tidak akan pernah sama seperti saat pertama kali mengalaminya,” ujar Chris Seiter, konsultan hubungan dan spesialis pemulihan setelah putus cinta, dilansir Elite Daily

    Perasaan yang muncul saat membacanya sekarang tentu tidak selalu sama seperti dulu. Kita sudah berada di situasi yang berbeda, hubungan mungkin sudah berubah, dan orang yang sama pun mungkin tidak lagi hadir dengan cara yang sama. Itulah kenapa satu percakapan lama bisa terasa manis sekaligus sedikit menyakitkan ketika dibaca lagi. Jadi, yang kita cari dari chat lama belum tentu informasi atau percakapan baru, melainkan sensasi yang pernah kita rasakan ketika pesan itu pertama kali diterima.

  3. 3. Kadang kita bukan cuma kangen, tapi sedang mencari jawaban

    Ilustrasi tangan seseorang memegang ponsel sambil menggulir percakapan chat pada layar dengan latar gelap
    ilustrasi scrolling chat (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

    Ada hubungan yang berakhir dengan jelas, tetapi ada juga yang meninggalkan banyak tanda tanya. Setelah komunikasi berubah atau seseorang tiba-tiba menjauh, kita mungkin mulai membuka kembali percakapan lama untuk mencari tahu kapan semuanya mulai berbeda. Dari sana, satu pesan bisa dibaca berkali-kali hanya untuk menemukan sesuatu yang sebelumnya terlewat.

    “Pada tahap awal setelah putus cinta, membaca kembali pesan-pesan lama atau melihat kembali foto-foto dari hubungan tersebut merupakan salah satu cara untuk berduka, meratapi, melihat kembali, dan mendapatkan closure dari hubungan itu. Hal ini dapat membantu kita menghadapi emosi yang sulit, memproses apa yang baru saja terjadi, dan pada banyak hal, menjadi lebih terbiasa dengan kenyataan menyakitkan bahwa orang tersebut sudah tidak lagi berada dalam hidup kita,” ujar Dr. Joshua Klapow, Ph.D., psikolog klinis sekaligus pembawa acara The Kurre and Klapow Show, dikutip dari Elite Daily.

    Kebiasaan scrolling ke chat lama tidak selalu berarti kita ingin kembali pada orang tersebut. Bisa saja kita sedang mencoba menerima kenyataan bahwa hubungan itu sudah berubah atau berakhir. Dengan membaca kembali apa yang pernah terjadi, kita perlahan bisa memahami cerita dari hubungan tersebut dan memberi ruang bagi perasaan yang belum sempat diproses.

    Kalau kamu masih sesekali membuka chat lama saat sedang kangen, sebenarnya hal itu cukup manusiawi. Ada kenangan yang ingin diingat, perasaan yang ingin dirasakan lagi, atau bagian dari hubungan yang masih coba kamu pahami. Akan tetapi, membaca kembali percakapan lama gak selalu berarti kamu ingin kembali dengan orang tersebut. Bisa saja kamu cuma sedang memberi waktu untuk diri sendiri memproses sesuatu yang pernah berarti. Setelah itu, kamu bisa kembali menutup chat dan melanjutkan hari tanpa harus membawa cerita lama ke mana-mana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More