Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Cari Teman Baru Setelah Lulus Kuliah Jadi Susah Banget?

Kenapa Cari Teman Baru Setelah Lulus Kuliah Jadi Susah Banget?
ilustrasi sahabat yang berkumpul bersama (pexels.com/Yan Krukau)
Intinya Sih
  • Saat dewasa, kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab pribadi membuat waktu untuk membangun hubungan baru jadi terbatas dan butuh usaha lebih besar.
  • Pertemanan tidak lagi terbentuk otomatis seperti di sekolah atau kampus; kini orang perlu lebih aktif memulai percakapan dan menjaga komunikasi.
  • Bertambahnya usia membuat banyak orang lebih selektif memilih teman, menghargai hubungan yang tulus dan mendukung dibanding sekadar jumlah pertemanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Waktu masih sekolah atau kuliah, rasanya berteman itu terjadi begitu saja. Duduk sebangku bisa jadi dekat, sering mengerjakan tugas bersama bisa jadi akrab, bahkan bertemu setiap hari juga cukup untuk membangun hubungan yang kuat. Semuanya terasa alami, tanpa perlu banyak usaha.

Tapi saat masuk usia dewasa, situasinya sering terasa berbeda. Ketemu orang baru masih mungkin, tetapi membangun hubungan yang benar-benar dekat terasa lebih sulit. Tidak sedikit milenial yang mulai merasa lingkaran pertemanannya makin kecil dan diam-diam bertanya dalam hati, "Kenapa mencari teman sekarang rasanya lebih rumit dibanding dulu?" Berikut beberapa penjelasannya, let's scrolling down!

1. Jadwal hidup sudah sama-sama padat

seorang wanita yang fokus bekerja
ilustrasi seorang wanita yang fokus bekerja (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Saat dewasa, hampir semua orang punya kesibukan masing-masing. Ada pekerjaan, keluarga, pasangan, tanggung jawab rumah, sampai urusan pribadi yang harus dipikirkan. Waktu luang yang dulu terasa banyak, sekarang seperti barang langka.

Karena itu, membangun hubungan baru membutuhkan usaha yang lebih besar. Tidak cukup hanya cocok saat mengobrol sekali. Harus ada waktu untuk bertemu lagi, menjaga komunikasi, dan menciptakan kedekatan. Tantangannya, dua orang yang sama-sama sibuk sering kali kesulitan menemukan ruang itu.

2. Pertemanan tidak lagi terbentuk secara otomatis

sahabat yang saling curhat
ilustrasi sahabat yang saling curhat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dulu ada lingkungan yang mempertemukan kita setiap hari. Sekolah, kampus, organisasi, atau kegiatan tertentu membuat interaksi terjadi secara berulang. Dari situlah kedekatan tumbuh pelan-pelan.

Saat dewasa, kesempatan seperti itu mulai berkurang. Banyak interaksi terjadi sebatas urusan pekerjaan atau kebutuhan tertentu. Akibatnya, pertemanan tidak lagi terbentuk secara otomatis. Sekarang, seseorang sering harus lebih aktif membuka percakapan dan menjaga hubungan.

3. Makin dewasa, makin selektif memilih orang

 para remaja yang berfoto bersama
ilustrasi para remaja yang berfoto bersama (pexels.com/Gustavo Fring)

Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih mengenal dirinya sendiri. Kita mulai tahu tipe hubungan seperti apa yang membuat nyaman dan hubungan seperti apa yang justru menguras energi.

Karena itu, banyak milenial menjadi lebih hati-hati dalam membangun pertemanan. Bukan karena sombong atau tidak mau dekat dengan orang lain, tetapi karena waktu dan energi terasa terlalu berharga untuk dihabiskan pada hubungan yang tidak sehat.

4. Ada rasa takut memulai dari awal

seorang wanita me time di cafe
ilustrasi seorang wanita me time di cafe (pexels.com/Anna Shvets)

Membangun hubungan baru kadang terasa melelahkan. Harus memulai obrolan dari nol, saling mengenal karakter masing-masing, dan mencari kecocokan lagi seperti mengulang proses yang pernah dilakukan bertahun-tahun lalu.

Tidak sedikit orang yang juga mulai merasa canggung. Ada pikiran seperti, "Nanti nyambung gak, ya?" atau "Jangan-jangan cuma aku yang merasa dekat." Pikiran-pikiran kecil seperti ini sering membuat seseorang akhirnya memilih diam dibanding mencoba.

5. Definisi teman mulai berubah

sahabat yang saling curhat
ilustrasi sahabat yang saling curhat (pexels.com/www.kaboompics.com)

Semakin dewasa, banyak orang mulai menyadari bahwa teman bukan lagi soal jumlah. Dulu mungkin menyenangkan punya banyak orang untuk diajak pergi atau berkumpul bersama.

Namun sekarang, banyak orang lebih menghargai hubungan yang terasa aman, tulus, dan bisa saling mendukung. Karena itu, menemukan teman baru terasa lebih sulit bukan selalu karena dunia berubah, tetapi karena standar hubungan yang dicari juga ikut berubah.

Mencari teman baru di usia dewasa memang terasa lebih menantang, tetapi bukan berarti mustahil. Yang perlu diingat, pertemanan bukan soal seberapa banyak orang yang ada di sekitar kita, tetapi menemukan orang yang benar-benar memahami diri jauh lebih berarti. Bagaimana menurut kalian?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More