Ilustrasi stres bekerja (unsplash.com/Photo by Abolfazl Pahlavan)
Pada awal karier, banyak orang merasa harus membuktikan diri terlebih dahulu. Ada target yang harus dicapai, skill yang perlu ditingkatkan, networking yang harus dibangun, sampai keinginan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Dibandingkan hubungan romantis yang hasilnya tidak pasti, karier terasa memberikan tujuan yang lebih konkret. Psikolog klinis Dr. Julie Smith pernah menyarankan agar seseorang melihat kembali berbagai area kehidupan yang dianggap penting. Ia menyarankan adanya keseimbangan hidup.
"Tubuh kita dirancang untuk menghadapi stres, namun dengan syarat ada imbalan atau pemulihan yang didapat sebagai gantinya. Kita menghabiskan setiap menit sepanjang hari dengan terburu-buru dan kewalahan mengejar berbagai hal, hingga akhirnya kita tidak lagi bisa menikmatinya. Akibatnya, keseimbangan hidup terganggu dan kita merasa menderita karena berusaha melakukan segalanya serta menjadi segalanya bagi orang lain," jelasnya dikutip dari The Guardian.
Ia juga menyarankan seseorang perlu menilai kembali berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, perkembangan karier, hubungan intim, pertemanan, dan kehidupan sosial. Lalu meliha apakah hidupnya sudah berjalan sesuai nilai yang dianggap penting.
"Di selembar kertas, catatlah berbagai aspek kehidupan yang kamu anggap berharga. Di setiap kotak, tuliskan beberapa kata mengenai kontribusi apa yang ingin kamu berikan. Ini bukanlah alat untuk mengkritik diri sendiri, karena wajar jika hidup menarik kita ke berbagai arah yang berbeda. Ini sarana untuk mendapatkan kejelasan," jelasnya.
"Kita cemas akan kemungkinan melakukan kesalahan atau gagal menjalankan tanggung jawab, sehingga tidak ada waktu untuk menikmati hubungan dengan orang-orang terkasih. Di sinilah pertanyaan pertama mengenai nilai-nilai hidup kembali menjadi relevan," tambahnya.
Jadi, ketika karier terus mendapatkan skor prioritas tertinggi, kehidupan personal bisa tanpa sadar menjadi nomor sekian. Kamu mungkin berkata, “Nanti saja cari pasangan kalau pekerjaan sudah lebih stabil.” Namun setelah pekerjaan mulai stabil, muncullah target baru yang mungkin bisa hubungan romantis.