ilustrasi terlalu fokus ke dia (pexels.com/ cottonbro studio)
Waktu suka sama seseorang, wajar banget kalau pikiran dan perhatian banyak tertuju ke sana. Tapi ada batasnya. Kalau kamu mulai mengorbankan waktu untuk diri sendiri, meninggalkan hobi, mengurangi waktu sama teman-teman, atau bahkan menunda tujuan hidupmu hanya karena tersedot energi memikirkan dia, itu sudah masuk ke pola yang gak seimbang.
Dan ironisnya, justru kebiasaan inilah yang sering kali membuat PDKT semakin lama gak kemana-mana. Ketika hidupmu berputar hanya di sekitar satu orang itu, kamu jadi kehilangan daya tarik yang sebenarnya membuat orang tertarik padamu sejak awal yaitu kamu yang punya kehidupan sendiri, punya pertumbuhan, punya hal-hal menarik yang terjadi di luar konteks dia. Orang yang hidupnya penuh dan terus berkembang itu jauh lebih menarik dari orang yang seluruh dunianya adalah si dia.
Stuck di fase PDKT bertahun-tahun itu melelahkan dan kamu berhak untuk jujur soal itu. Bukan berarti kamu gagal, bukan berarti perasaanmu salah. Tapi ada momen di mana kamu perlu berhenti sejenak dan bertanya, apakah ini yang memang kamu mau, atau kamu hanya gak tahu cara keluarnya?
Lima kesalahan di atas gak ada yang datang dari niat buruk. Semuanya lahir dari rasa takut yang manusiawi seperti takut ditolak, takut kehilangan kedekatan, takut salah langkah. Tapi ketakutan itu, kalau gak pernah dihadapi, akan terus membuatmu berdiri di pintu yang sama tanpa pernah berani membukanya.
Langkah pertamanya sederhana, identifikasi mana dari kesalahan ini yang paling kamu kenali dalam dirimu. Dari situ, mulai pelan-pelan ubah satu hal. Satu keberanian kecil lebih berharga dari seribu rencana yang gak pernah dieksekusi.