ilustrasi pertengkaran pasangan (pexels.com/Alex Green)
Di sisi lain, menjalin hubungan LAT juga punya tantangan tersendiri. Stigma sosial, komunikasi, dan jarak emosional mungkin jadi hal yang paling dirasakan banyak pasangan LAT.
“Orang mungkin akan bertanya mengapa mereka gak tinggal bersama atau kapan mereka akan pindah bersama, atau menduga bahwa hubungan mereka pasti sedang bermasalah karena mereka gak tinggal bersama,” kata Suzannah Weiss , pelatih hubungan dan seksolog, dikutip dari verywellmind.
Tantangan lain yang mungkin akan dirasakan adalah kesulitan menemukan waktu bersama serta komunikasi. Kurangnya interaksi harian yang spontan juga bisa berpotensi memunculkan perasaan kesepian. Jika hal tersebut terus dirasakan pasangan, bukan gak mungkin mereka akan terputus secara emosional.
Itu dia penjelasan seputar living apart together, mulai dari penjelasan hingga kekurangan dan kelebihannya. Sebenarnya, gak banyak perbedaan antara pasangan LAT atau pasangan yang tinggal serumah selain kebutuhan komunikasi. Agar pernikahan LAT bisa berjalan lancar, Reed merekomendasikan untuk memprioritaskan waktu berkualitas bersama dan komunikasi.