Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Warm Lighting atau Cool Lighting, Mana yang Cocok saat Cuaca Panas?

Warm Lighting atau Cool Lighting, Mana yang Cocok saat Cuaca Panas?
ilustrasi ruang tamu dengan meja bundar (pexels.com/Curtis Adams)
  • Warm lighting berwarna putih kekuningan pada 2.700–3.000 K, sedangkan cool lighting putih kebiruan pada 3.500–5.500 K; Kelvin lebih tinggi menghasilkan cahaya lebih dingin.
  • Cool lighting dinilai lebih cocok saat cuaca panas karena memberi kesan visual dan psikologis lebih segar serta membantu kewaspadaan, tanpa benar-benar mengubah suhu ruangan.
  • Gunakan cool lighting untuk dapur, kamar mandi, dan ruang kerja; warm lighting untuk area santai. Pencahayaan berlapis dengan lampu berbeda dapat menyeimbangkan suasana rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca panas yang terjadi di Indonesia mendorong sebagian masyarakat untuk menjaga suasana rumah agar tetap segar dan nyaman. Jika kamu merasa udara lebih lembap dan gerah dari biasanya, hal itu dapat menjadi tanda bahwa cuaca panas di daerahmu cukup tinggi.

Memasang pendingin ruangan dan kipas angin memang bisa menjadi solusi praktis untuk mengatasinya. Namun, pencahayaan juga memainkan peran penting dalam membangun suasana ruangan yang lebih indah dan nyaman untuk ditinggali.

Lantas, pencahayaan jenis apa yang cocok digunakan saat cuaca panas, warm lighting atau cool lighting? Mari temukan jawabannya dalam artikel ini.

  1. 1. Apa itu warm lighting dan cool lighting?

    ilustrasi lampu meja
    ilustrasi lampu meja (pexels.com/ELement5 Digital)

    Dikutip dari laman The Spruce, warm lighting adalah lampu yang mengeluarkan cahaya hangat (warna putih kemerahan atau kekuningan), sedangkan cool lighting adalah lampu yang mengeluarkan cahaya dingin (warna putih kebiruan). Penting diketahui, bahwa suhu warna lampu bohlam diukur dalam satuan Kelvin (K). Kelvin mengukur bagaimana cahaya yang dipancarkan terlihat.

    Semakin kecil suhu warna yang dimiliki lampu bohlam, cahaya yang dihasilkan pun akan semakin hangat. Begitu juga sebaliknya, semakin besar suhu warna yang dimiliki lampu bohlam, maka cahaya yang dikeluarkan semakin dingin.

    Lampu bohlam yang memancarkan warm lighting umumnya memiliki suhu warna antara 2.700 K hingga 3.000 K. Sementara itu, lampu bohlam yang memancarkan cool lighting biasanya mempunyai suhu warna yang lebih tinggi, mulai dari 3.500 K sampai 5.500 K.

  2. 2. Mana yang lebih cocok untuk cuaca panas?

    ruang tamu dengan meja bundar
    ilustrasi ruang tamu dengan meja bundar (pexels.com/ARM UXUI)

    Dilansir Livingetc, seorang desainer pencahayaan, Vanessa Macedo, menjelaskan bahwa warm lighting biasanya memancarkan cahaya kuning keemasan, seperti sinar matahari yang terbit dan tenggelam, bola lampu pijar tradisional, atau cahaya lilin. Warm lighting dapat menciptakan suasana yang nyaman, intim, dan penuh relaksasi. Cahaya ini juga mampu melembutkan sudut-sudut ruangan, menonjolkan material alami, serta langsung mengubah suasana ruangan lebih cozy.

    Sebaliknya, cool lighting menghasilkan cahaya yang lebih putih dan bernuansa kebiruan mirip dengan cahaya siang hari. Cool lighting tidak hanya mampu memancarkan sinar yang lebih terang, tetapi juga tajam dan tampak segar.

    “Cahaya dingin meniru cahaya siang hari yang membantu kita merasa waspada dan terjaga,” ujar Macedo.

    Meskipun warna lampu tidak mengubah suhu ruangan yang sebenarnya, akan tetapi warna lampu bisa memberikan persepsi visual dan psikologi terhadap suatu ruang. Warm lighting atau pencahayaan hangat secara psikologis dapat mengubah ruangan terasa lebih panas, sedangkan cool lighting atau pencahayaan dingin bisa menciptakan ilusi lingkungan menjadi lebih menyegarkan.

    Dengan kata lain, cool lighting lebih cocok digunakan saat cuaca panas. Sebab, secara psikologis, cahaya ini kerap diasosiasikan dengan kesejukan, air, langit cerah, dan udara segar. Ruangan yang diberi lampu bercahaya dingin akan terasa “sejuk” secara visual, meskipun suhu sebenarnya tidak berubah.

  3. 3. Tips memilih pencahayaan yang tepat saat cuaca panas

    ruang tamu
    ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Francesca Tosolini)

    Kendati cool lighting dianggap lebih cocok diterapkan saat cuaca panasamun, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan warm lighting sama sekali. Perlu dipahami bahwa pencahayaan yang tepat tidak hanya dilihat dari suhunya, melainkan juga pada fungsi ruangan dan letaknya di rumah.

    Menurut Robert Soler, Ph.D. Neurobiologi, pakar bidang cahaya sirkadian, dikutip dari Homes and Gardens, pencahayaan memang penting di setiap ruangan rumah. Akan tetapi, lampu yang kamu pilih akan menentukan arah kesehatan dan kesejahteraan di rumah tersebut.

    “Cahaya memiliki pengaruh yang mendalam pada tubuh kita dan bagaimana perasaan kita dari hari ke hari. Oleh karenanya, memilih pencahyaan yang tepat merupakan hal sangat penting,” imbuhnya.

    Jika kamu ingin menjaga suasana rumah tetap nyaman selama musim panas, ada beberapa tips yang bisa diterapkan, antara lain:

    1. Gunakan cool lighting di tempat-tempat yang membutuhkan energi cahaya lebih besar, seperti dapur, kamar mandi, dan ruang kerja. Area-area ini biasanya digunakan penghuni rumah untuk melakukan aktivitas padat. Efek cahaya putih dan terang dari cool lighting akan menciptakan lingkungan yang terasa lebih jelas, bersih, aktif, dan fokus. Nada warna yang lebih dingin juga mampu mendukung konsentrasi sekaligus menawarkan pencahayaan yang jernih dan akurat.
    2. Terapkan warm lighting di ruangan yang dirancang untuk kenyamanan dan koneksi, seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, serta area bersantai. Nada warna hangat dapat meningkatkan suasana hati, tekstur, dan nuansa yang lebih rileks. Warm lighting juga tetap menjadi pilihan sempurna untuk penerangan santai di malam hari.
    3. Aplikasikan pencahayaan berlapis. Dikutip dari Homes and Gardens, Artem Kropovinsky, pendiri dan desainer utama di studio Arsight yang berbasis di New York, mengungkapkan bahwa pencahayaan berlapis di dalam rumah bisa membantu meningkatkan suasana ruangan. Alih-alih mengandalkan satu lampu gantung, coba kombinasikan dengan lampu meja warna berbeda untuk menyeimbangkan suhu warna cahaya.

    Itulah tadi penjelasan mengenai jenis pencahayaan yang cocok saat cuaca panas. Semoga informasi ini bermanfaat dan kamu bisa menciptakan suasana rumah yang nyaman selama musim panas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More