Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana jika Pasanganmu Gak Suka Baca Buku?

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Jangan merasa kamu pasti lebih pintar darinya
  • Mungkin dia tipe pembelajar audio
  • Terpenting ia tidak menghambat hobimu membaca
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya pasangan dengan hobi dan minat yang sama memang menyenangkan. Kamu menjadi dapat melakukan suatu kegiatan bersamanya. Seperti pasangan suami istri yang tiap akhir pekan bersepeda atau touring bareng.

Pasti tambah semangat jika dirimu menjalankan hobi bersama pasangan. Ada juga rasa aman dan lebih nyambung. Namun, bagaimana kalau hobi kalian tidak sama padahal berkaitan erat dengan literasi? Kamu suka sekali membaca.

Bahkan buku menjadi salah satu kebutuhanmu. Dirimu rutin membaca. Sementara pasanganmu kebalikannya. Ia sudah lupa kapan terakhir kali membaca buku di luar buku pelajaran atau kuliah yang memang wajib dipelajari. Jika pasanganmu gak suka baca buku, sikapi perbedaan ini dengan cara berikut. Hindari membuatnya menjadi masalah.

1. Jangan merasa kamu pasti lebih pintar darinya

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio)

Membaca memang memperluas wawasan. Akan tetapi, waspadalah sebab hobi membaca juga dapat membuatmu merasa jemawa. Seakan-akan dirimu pasti lebih pandai daripada pasangan yang gak suka membaca.

Itu bukan kepastian. Alasannya, banyak sekali bidang di dunia ini. Kamu barangkali tahu banyak hal berkat buku-buku yang dibaca. Namun, terkait bidang kerja pasangan misalnya, dirimu nyaris gak mengerti apa-apa.

Maka sebutan pandai dapat sangat relatif. Kamu tahu beberapa hal tidak sama dengan memahami semuanya. Jika pasanganmu bodoh tentu dirimu gak bakal tertarik padanya. Tetaplah rendah hati sekalipun kamu melahap puluhan buku dalam setahun, sedangkan pasangan nol bacaan.

2. Mungkin dia tipe pembelajar audio

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Membaca dengan tekun serta konsisten lebih cocok buat orang tipe visual. Kamu yang bertipe ini mudah memahami sesuatu kalau melihat atau membaca sendiri. Beda dengan orang yang gaya belajarnya audio.

Ia mengandalkan pendengaran untuk memproses informasi. Dia juga suka belajar untuk menyerap ilmu. Cuma cara dan medianya yang lain darimu. Ketika dirimu gemar membaca, ia mungkin lebih senang mendengarkan podcast dengan narasumber seorang ahli.

Dia betah menyimak penuturan orang berilmu sampai berjam-jam. Ia juga mengikuti banyak seminar. Semua itu termasuk cara belajar. Malah bila ia dipaksa suka membaca seperti pembelajar visual, hasilnya bisa tak maksimal.

3. Terpenting ia tidak menghambat hobimu membaca

pasangan di perpustakaan
ilustrasi pasangan di perpustakaan (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Pasangan tidak suka membaca bukanlah yang terburuk. Baru menjadi bencana bagimu kalau ia berusaha melarangmu membaca. Seperti dia marah-marah setiap melihatmu sedang asyik membaca.

Juga jika ia mengatakan hal-hal buruk tentang kebiasaan membaca. Contoh, dia bilang membaca sama dengan mencuci pikiran. Benar atau salah isi sebuah buku bakal ditelan mentah-mentah olehmu. Kampanye cinta membaca pun cuma senjata untuk memperkaya penulis serta industri penerbitan.

Pasanganmu gak begini, kan? Meski dia tak suka membaca, tidak sedikit pun ada upaya buat menghentikan hobimu. Malah ia masih sering menemanimu ke toko buku dan perpustakaan. Dia pun pernah kasih hadiah berupa buku. Itu lebih dari cukup sebagai tanda ia respek serta tetap mendukung aktivitas kesukaanmu.

4. Kamu dapat menceritakan apa yang dibaca

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio)

Jangan merasa kesepian hanya karena pasanganmu beda hobi. Barangkali dulu kamu membayangkan betapa serunya punya pasangan yang sama-sama suka membaca buku. Kalian bergantian membaca sebuah buku lalu mendiskusikannya.

Kebersamaan terasa sangat berkualitas. Namun, memiliki suami atau istri yang tak gemar membaca juga bukan berarti dirimu sama sekali tidak punya bahan mengobrol dengannya. Bahkan isi buku yang tengah dilahap olehmu pun dapat dibicarakan.

Pasanganmu memang tidak suka membaca. Akan tetapi, ia tetap senang mendengarkanmu. Malah apa yang dibaca olehmu dalam buku dapat ditanggapinya berdasarkan sumber lain. Misal, dirimu membaca prediksi ekonomi di suatu buku. Pasanganmu baru-baru ini mendengar berita yang relevan. Diskusi tetap seru bahkan tambah kaya.

5. Hindari mengukur kecocokan hanya dari satu aspek

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Mencari pasangan yang tepat untukmu tidak sama persis dengan permainan puzzle. Ketika kamu bermain puzzle, dua keping yang disatukan memang kudu punya potongan yang sama persis. Bila tidak begitu gak bakal dapat dipasangkan.

Akan tetapi, mencari jodoh tidak perlu sampai seperti itu. Setiap orang sangat kompleks. Banyak sekali aspek dalam diri maupun kehidupannya. Tidak apa-apa kalian gak cocok dalam beberapa hal selama tak fatal.

Seperti soal perbedaan hobi. Lain halnya dengan apabila perbedaannya terkait sesuatu yang amat prinsip. Contoh, pasanganmu sudah punya keinginan melakukan poligami, sedangkan dirimu anti dengan itu.

Lebih utama mempertimbangkan sikap hormatnya padamu serta rasa sayang alami yang muncul di antara kalian. Ingat, belum tentu kamu bisa jatuh cinta dengan sesama penyuka buku. Kalian barangkali cocok hanya dalam konteks teman mendikusikan buku. Namun, tidak buat hidup bersama sebagai pasangan sehidup semati.

Kalau pasanganmu gak suka baca buku, sebenarnya tidak masalah. Hal ini dikarenakan berpasangan dengan orang yang beda hobi bukanlah sesuatu hal yang aneh. Kamu menikah dengan orang yang gak suka membaca tidak lantas memastikan kalian tak akan bahagia. Selama masih banyak titik temu lain di antara kalian aman-aman saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Dari Tokoh Boboiboy, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega!

28 Jan 2026, 14:05 WIBLife