Pernah merasa sangat sedih, takut, cemas, atau gelisah setelah mendengar cerita traumatis yang dialami orang lain, meskipun kejadian tersebut tidak pernah kamu alami sendiri? Misalnya, kamu membaca cerita korban kekerasan di media sosial, mengikuti berita tentang bencana, atau mendengarkan pengalaman menyakitkan seorang teman. Setelahnya, cerita tersebut terus terbayang dan membuatmu merasa tidak nyaman. Kondisi seperti ini dapat berkaitan dengan secondary trauma atau trauma sekunder.
Secondary trauma menunjukkan bahwa paparan terhadap pengalaman traumatis orang lain dapat memberikan dampak emosional tertentu pada orang yang mendengarkan atau menyaksikannya. Hal ini tidak berarti setiap kali merasa sedih setelah mendengar cerita orang lain seseorang otomatis mengalami trauma sekunder. Namun, ketika paparan tersebut mulai memengaruhi pikiran, emosi, perilaku, atau aktivitas sehari-hari secara signifikan, penting untuk mengenali tanda-tandanya dan mengetahui cara menjaga diri.