Pernah bertanya-tanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam hubungan yang membuatnya terluka, meskipun berkali-kali berjanji untuk pergi? Dari luar, keputusan untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi orang yang mengalaminya, melepaskan pasangan bisa terasa sangat sulit karena masih ada rasa sayang, harapan bahwa keadaan akan berubah, atau ketakutan kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya. Salah satu dinamika yang dapat menjelaskan kondisi tersebut adalah trauma bonding.
Trauma bonding sering dibicarakan dalam konteks hubungan romantis yang melibatkan kekerasan atau manipulasi emosional. Ikatan ini dapat terbentuk ketika perlakuan menyakitkan berulang kali diselingi dengan perhatian, kasih sayang, permintaan maaf, atau janji untuk berubah. Perpaduan antara rasa takut dan harapan tersebut dapat membuat seseorang kesulitan melepaskan hubungan, bahkan ketika ia menyadari bahwa hubungan itu berdampak buruk bagi dirinya. Untuk memahaminya lebih jauh, berikut penjelasan mengenai trauma bonding, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya.