Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tren My Favorite Person yang Viral di Medsos, Ini Manfaat Psikologinya
Ilustrasi tren Favorite Person (pexels.com/Antoni Shkraba)
  • Tren My Favorite Person mengajak pengguna membagikan video apresiasi tulus dan detail tentang orang terkasih atau hewan peliharaan, dengan menyoroti kualitas serta momen yang membuat mereka istimewa.
  • Menurut para terapis, apresiasi dan pujian tulus membantu membangun fondasi hubungan, memperkuat koneksi, mendorong kerja sama, serta membuat penerimanya merasa diperhatikan dan dihargai.
  • Praktik ini juga dapat diarahkan kepada diri sendiri sebagai refleksi positif untuk meningkatkan welas asih, pemahaman diri, kepercayaan diri, dan mengurangi siklus stres serta penilaian diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tren media sosial semakin beragam dan tidak hanya hiburan saja. Ada beberapa tren yang mengajarkan kita tentang memuji dan menghargai orang lain, bahkan diri sendiri, yang berpengaruh dalam meningkatkan optimisme serta rasa bahagia.

Tren "My Favorite Person" jadi contoh yang sempurna. Secara garis besar, tren ini memperlihatkan seseorang merekam dan memuji orang terkasih, seperti anak, pasangan, atau sahabat, secara tulus dan mendetail, biasanya tanpa sepengetahuan mereka di awal. Buat kamu yang update konten kekinian, mari kita bahas tentang tren My Favorite Person yang viral di media sosial, serta manfaat psikologinya!

1. Apa itu tren My Favorite Person yang viral di media sosial?

Ilustrasi tren Favorite Person (pexels.com/Vitaly Gariev)

Tren "My Favorite Person" mengajak orang untuk berbagi video tentang seseorang yang mereka cintai, biasanya anak, pasangan, sahabat maupun hewan peliharaan, sambil mengidentifikasi kualitas dan momen sehari-hari yang membuat orang tersebut begitu istimewa.

"Tren ini menunjukkan kesadaran relasional, karena kamu berbagi hal-hal yang biasanya tidak akan dibagikan orang dalam kehidupan sehari-hari," jelas psikoterapis Dipesh Patel, MBA, MSW, LCSW/LICSW, dikutip dari Simple.

Demikian pula, terapis Chloë Bean, LMFT, mengatakan tren ini adalah contoh berbagi apresiasi untuk seseorang yang penting bagi kamu dengan detail dan kelembutan.

“Ini tentang memperhatikan apa yang disukai orang favoritmu, bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitar, dan apa yang membuat mereka menjadi 'diri mereka sendiri'," katanya, dikutip dari Real Simple.

Pada dasarnya, kamu melakukan praktik rasa syukur untuk orang lain dan mereka hadir untuk itu. Ini menciptakan koneksi karena mereka dapat menyaksikan apresiasi itu dan merasa diperhatikan atas keunikan mereka. Dengan kata lain, ini adalah tren media sosial yang manis dan menyenangkan, loh!

2. Manfaat mengapresiasi orang yang kita sayangi dari tren My Favorite Person

Ilustrasi tren Favorite Person (pexels.com/Kampus Production)

Tren My Favorite Person bukan hanya sekadar untuk bersenang-senang atau memenuhi challenge TikTok, namun ada beberapa manfaat dalam hal apresiasi dan pujian terhdap orang yang kita sayangi. Merasa dihargai dan diapresiasi sendiri adalah kebutuhan dasar manusia.

Dari tren ini, kita dapat membangun fondasi dalam hubungan, baik dengan pasangan dan suami/istri maupun dengan teman-teman. Penghargaan membuat kita ingin bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang-orang di sekitar kita, hingga muncul rasa ingin mengatasi tantangan.

"Pujian membantu kita mengkomunikasikan apresiasi yang kita rasakan satu sama lain. Pujian sebagai segala bentuk apresiasi tulus terhadap suatu sifat, perilaku, atau penampilan seseorang,” kata Marcia Naomi Berger, pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis di San Rafael, California, dikutip dari NBC News.

Pujian juga membantu kita saling menyukai. Selain itu, perilaku yang diberi penghargaan cenderung diulangi. Jadi, jika kamu memberi tahu seseorang betapa kamu menyukai senyumannya saat saling menyapa, kemungkinan besar dia akan tersenyum lagi saat bertemu denganmu.

3. Mengapa kamu harus menerapkan tren My Favorite Person pada diri sendiri?

Ilustrasi tren Favorite Person (pexels.com/Vitaly Gariev)

Selain pada orang lain, kamu bisa mempraktikkan tren My Favorite Person kepada diri sendiri. Anggap hal ini sebagai latihan refleksi diri, karena menurut psikoterapis Dipesh Patel, jenis latihan ini relevan dengan psikologi positif, bidang penelitian kesehatan perilaku tentang kekuatan manusia, rasa syukur, dan penghargaan.

Secara khusus, praktik ini dapat membantu kamu menghargai diri sendiri apa adanya, bukan hanya apa yang kamu lakukan. Kamu bisa jadi orang favorit dirimu sendiri, hingga meningkatkan welas asih terhadap diri sendiri.

Daripada berpikir "Aku tidak melakukan cukup banyak" atau "Aku tidak baik", kamu dapat mulai mengamati diri sendiri dengan cara yang berbeda dan berkata, "Aku menyadari bahwa saya hadir untuk orang lain" atau "Aku menyadari bahwa saya menyelesaikan tugas itu hari ini".

Kamu juga akan mengurangi hormon stres ketika memberikan kebaikan kepada diri sendiri, karena tubuhmu merasa lebih aman. Jenis refleksi diri ini dapat memperdalam pemahaman diri, yang merupakan cara untuk mengembangkan kepercayaan diri.

“Ketika konsisten menghargai diri sendiri, artinya kamu mengumpulkan bukti bahwa kamu berharga, mampu, dan layak dicintai. Ini juga merupakan bentuk pengaturan sistem saraf, karena kamu menghentikan siklus stres dan penilaian diri," ungkap terapis Chloë Bean, LMFT, dikutip dari Real Simple.

Nah, itulah pembahasan mengenai tren My Favorite Person yang viral di media sosial, yang ternyata punya manfaat psikologi. Manfaat ini bisa dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri yang bersangkutan dengan apresiasi, optimisme, hingga kepercayaan diri. So, apakah kamu mau mulai mengikuti tren My Favorite Person ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article