Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tren Quiet Proposal, Lamaran Intim Tanpa Drama
ilustrasi couple (pexels.com/katerinaholmes)

Selama ini, lamaran pernikahan identik dengan kejutan besar, dekorasi mewah, atau momen romantis yang direkam dari berbagai sudut kamera. Namun belakangan, semakin banyak pasangan justru memilih cara yang lebih sederhana dan intim untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tren ini dikenal dengan sebutan quiet proposal, yaitu lamaran yang intim tanpa banyak drama atau sorotan publik.

Bagi generasi muda, terutama Gen Z, romantisme tak lagi selalu soal gestur besar yang viral di media sosial. Sebaliknya, banyak pasangan kini lebih mengutamakan komunikasi, kesetaraan, dan momen yang terasa autentik. Lantas, apa sebenarnya yang membuat tren ini semakin populer? Yuk, ketahui lebih banyak tentang tren ini!

1. Apa itu quiet proposal?

ilustrasi pasangan pakai baju tradisional Jepang (pexels.com/yaroslavshuraev)

Kalau mendengar kata lamaran, mungkin yang terbayang adalah dekorasi mewah, kejutan besar, atau momen romantis di depan banyak orang. Berbeda dari lamaran yang penuh kejutan, quiet proposal adalah lamaran yang dilakukan secara sederhana dan privat, tanpa banyak sorotan atau penonton.

Dalam quiet proposal, momen melamar bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Mulai dari makan malam berdua di rumah, berjalan santai di taman, hingga obrolan santai tentang masa depan yang berujung pada komitmen seumur hidup. Bagi banyak pasangan, cara ini terasa lebih personal karena fokus utamanya bukan pada pertunjukan, melainkan hubungan emosional yang mereka bangun bersama.

"Quiet proposing adalah tren baru di mana pertunangan dijaga tetap intim dan privat, tanpa pertunjukan publik atau pengumuman besar-besaran, dengan fokus pada momen yang personal dan sederhana bagi pasangan," jelas Ella Citron-Thompkins, ahli dari Diamond Factory, dikutip dari New York Post.

2. Apa yang mendorong tren ini?

ilustrasi couple (pexels.com/leeloothefirst)

Popularitas quiet proposal tidak lepas dari perubahan cara generasi muda memandang hubungan. Di tengah era media sosial, ketika banyak momen penting terasa harus dibagikan ke publik, sebagian pasangan justru merindukan pengalaman yang lebih autentik dan bermakna.

Selain itu, semakin banyak pasangan yang melihat pernikahan sebagai keputusan bersama, bukan sekadar kejutan romantis. Karena itu, diskusi tentang masa depan, waktu menikah, hingga pemilihan cincin kini sering dilakukan bersama agar kedua pihak merasa sama-sama terlibat.

"Lamaran yang dilakukan secara privat memungkinkan pasangan fokus pada hubungan emosional mereka tanpa gangguan dari penonton atau media sosial. Di era ketika hampir setiap momen dipertontonkan demi mendapatkan likes dan komentar, quiet proposal bisa terasa seperti pelarian pribadi yang langka," ujar Mariàn Martínez, pakar seks dan hubungan sekaligus in-house coach di Smile Makers Collection, dikutip dari Women's Health.

3. Apa manfaat quiet proposing?

ilustrasi couple (pexels.com/katerinaholmes)

Bagi sebagian orang, lamaran bisa menjadi momen yang penuh tekanan. Ada ekspektasi untuk membuat segalanya terlihat sempurna, romantis, dan layak diunggah ke media sosial. Quiet proposal menawarkan pendekatan yang berbeda dengan mengembalikan fokus pada makna komitmen itu sendiri.

Ketika keputusan untuk menikah dibuat bersama, pasangan juga memiliki kesempatan untuk menyelaraskan harapan, nilai hidup, dan visi masa depan mereka. Hal ini dapat memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meminimalkan kesalahpahaman di kemudian hari.

"Ketika kalian memutuskan bersama, kalian sedang membangun sesuatu yang kokoh. Kalian tidak lagi bermain tebak-tebakan tentang apakah pasangan sudah siap atau belum, karena kalian sudah membicarakannya," ujar Mariàn Martínez.

4. Bagaimana cara melakukan quiet proposal?

ilustrasi couple (pexels.com/budgeronbach)

Tidak ada aturan baku dalam melakukan quiet proposal. Yang terpenting adalah memilih momen dan tempat yang terasa bermakna bagi kalian berdua. Justru, momen sederhana seperti sarapan akhir pekan, berjalan sore, atau makan malam favorit bersama sering kali terasa lebih hangat dan berkesan.

Dibanding menjadikannya pertunjukan besar, anggap quiet proposal sebagai awal dari percakapan tentang masa depan yang ingin dibangun bersama. Dengan begitu, lamaran bukan hanya menjadi momen romantis, tetapi juga langkah menuju hubungan yang lebih matang.

Romantisme tidak selalu harus datang dalam bentuk kejutan besar atau dekorasi mewah. Terkadang, momen yang paling berkesan justru lahir dari percakapan sederhana dan keputusan yang dibuat bersama. Sebab bagi banyak pasangan modern, cinta bukan tentang seberapa meriah lamarannya, tetapi seberapa selaras langkah yang diambil berdua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article