Detail Bvlgari Ginkgo Clutch Tasya Farasya, Harga Mencapai 100 Jutaan

- Tasya Farasya memamerkan Bvlgari Ginkgo Clutch di Instagram, tas mewah seharga sekitar Rp114 juta dengan desain daun ginkgo berhiaskan kristal dua warna yang memancarkan kesan glamor.
- Tas ini dibuat secara manual menggunakan kristal Pavé gold dan silver di atas bahan suede, dilengkapi lining nappa leather hitam yang menonjolkan perpaduan keahlian pembuat perhiasan dan produk kulit.
- Desainnya terinspirasi dari mozaik Baths of Caracalla peninggalan Romawi kuno, memiliki bentuk sculptural berukuran 16 x 16,5 x 5 cm dengan leather wristlet yang memberi sentuhan elegan.
Baru-baru ini, Tasya Farasya membagikan momen spesial di Instagram, memperlihatkan tas terbaru yang ia dapatkan dari rumah mode Italia, Bvlgari. Seperti biasa, pilihannya gak main-main.
Tas yang dimaksud adalah Bvlgari Ginkgo Clutch, sebuah evening bag yang tampilannya langsung memukau siapa pun yang melihatnya. Dengan harga yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, tas ini bukan sekadar aksesori biasa, tapi benar-benar sebuah karya seni yang bisa dibawa ke mana-mana. Penasaran seperti apa detailnya?
1. Clutch dengan material mewah ini dibanderol 100 jutaan

Momen Tasya mendapatkan tas ini, langsung ia bagikan di Instagram dengan caption singkat namun penuh perasaan. "Bvlgari Ginkgo Clutch is such a dream," tulisnya. Dari reels yang ia bagikan, Ginkgo Clutch ini langsung terlihat sangat eye-catching. Tasnya berbentuk seperti daun ginkgo atau kipas yang unik, dengan permukaan yang tertutup penuh kristal dua warna, gold di satu sisi dan silver di sisi lainnya.
Keduanya berpadu menciptakan efek dual-tone yang berkilau dan sangat mewah. Tas ini digantung dengan tali tipis berwarna gold dan ukurannya yang compact tapi padat, membuatnya terlihat seperti perhiasan yang bisa dibawa ke mana-mana. Dari situs resminya, Bvlgari Ginkgo Clutch dijual seharga Rp114 jutaan.
2. Detail material dan kristalnya super unik

Hal yang bikin Ginkgo Clutch ini bukan sekadar tas cantik biasa adalah cara pembuatannya. Seluruh permukaan tas ini dilapisi kristal Pavé berwarna gold dan silver yang dipasang satu per satu secara manual di atas bahan suede. Proses hand-applied seperti ini, membutuhkan ketelitian dan waktu yang tak sedikit serta hasilnya terlihat jelas. Permukaannya berkilau merata tanpa ada satu pun kristal yang tampak asal tempel.
Bagian dalamnya pun gak kalah mewah. Lining-nya menggunakan nappa leather berwarna hitam yang terasa lembut dan premium saat disentuh. Bvlgari sendiri menyebut tas ini sebagai perpaduan antara keahlian leather goods craftsmanship dan jewelry-making savoir faire, dua dunia yang biasanya berdiri sendiri tapi menyatu dengan sangat sempurna.
3. Inspirasi desain serta detail dimensinya

Di balik tampilannya yang memukau, Ginkgo Clutch ini menyimpan cerita inspirasi yang kaya. Motif Calla yang menghiasi bentuk tasnya, terinspirasi dari mozaik Baths of Caracalla, sebuah kompleks pemandian mewah peninggalan Romawi kuno yang terkenal dengan ornamen arsitekturnya yang sangat detail. Bvlgari mengangkat motif tersebut dan mengubahnya menjadi bentuk tas yang sculptural dan ikonik, membuktikan bahwa warisan budaya bisa hadir dalam wujud yang sangat modern dan wearable.
Soal ukuran, tas ini punya dimensi 16 x 16,5 x 5 cm, compact tapi proporsional untuk sebuah evening bag. Di dalamnya, hanya ada satu kompartemen, jadi memang dirancang untuk membawa barang-barang esensial saja. Cara pakainya pun unik, bukan dengan tali panjang, melainkan leather wristlet yang membuat tampilan keseluruhan jadi terasa lebih elegan dan jewelry-like saat dikenakan.
Itu dia detail Bvlgari Ginkgo Clutch yang dimiliki Tasya Farasya. Bukan hanya mewah, clutch ini juga punya inspirasi yang heritage!