Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Pengingat untukmu yang Sudah Menikah, tapi Masih Sering Ingat Mantan

4 min read
8 Pengingat untukmu yang Sudah Menikah, tapi Masih Sering Ingat Mantan
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Nguyễn Hùng)
Share Article

Berapa usia pernikahanmu dengan pasangan saat ini? Sepanjang hubungan kalian sebagai suami istri, apakah hanya dia yang ada dalam benakmu? Atau, diam-diam dirimu sebenarnya masih sering teringat mantan?

Hanya kamu yang tahu jawabannya. Sekalipun pasangan barangkali tidak mengetahui isi pikiranmu, alangkah baiknya jika bayang-bayang mantan jangan sampai mengganggu totalitasmu dalam menjalani pernikahan. Bahaya besar mengancam rumah tangga kalian apabila dirimu terus memikirkannya.

Hindari perasaan seakan-akan dirimu tak dapat lepas dari kisah masa lalu bareng mantan. Kamu bisa asalkan memprioritaskan masa depanmu bersama pasangan yang sekarang. Entah dia hanya mantan pacar atau kalian pernah menjadi suami istri, kembalilah ke masa kini. Semoga delapan reminder di bawah ini membantumu lepas dari kisah lama itu.

  1. 1. Berhentilah mendua meski hanya di dalam hati dan pikiran

    Ilustrasi seseorang yang termenung sambil mengenang mantan, menggambarkan rasa rindu dan kenangan setelah putus hubungan.
    ilustrasi mengingat mantan (pexels.com/Vika)

    Kamu memang gak sampai menyebut nama mantan di depan pasangan. Dirimu juga sama sekali tidak mencoba menghubunginya untuk membangkitkan kenangan lama. Akan tetapi, hati yang mendua di dalam pernikahan saja sudah salah. Kamu tak pantas membagi-bagi perasaan dan pikiranmu untuk pasangan serta seseorang yang pernah menjadi masa lalumu.

  2. 2. Mantan belum tentu ingat kamu, sedangkan pasangan selalu ada untukmu

    Ilustrasi seorang perempuan sedang melamun dengan tatapan kosong, menggambarkan suasana hening dan penuh pikiran.
    ilustrasi melamun (pexels.com/Anastasia Kolykhalkina)

    Sekuat apa pun ingatanmu terkait mantan, tidak ada jaminan dia juga mengingatmu. Bahkan meski bagimu dia adalah mantan terindah, boleh jadi buatnya dirimu bukan lagi siapa-siapa. Kamu dan kenangan kalian dulu tinggal cerita yang tak ingin lagi dibukanya. Maka untuk apa dirimu terus memikirkannya? Sementara orang yang sungguh-sungguh ada untukmu dalam senang dan susah adalah suami atau istrimu.

  3. 3. Tingkatkan komunikasi dan kedekatan dengan pasangan sebagai pertahanan

    Ilustrasi suasana seseorang yang sedang melamun dengan ekspresi tenang dan pandangan menerawang ke kejauhan.
    ilustrasi melamun (pexels.com/Đinh Văn Lệ)

    Bila bayangan mantan mulai sering terlintas, bahaya juga mengintai perkawinanmu. Kamu tak tahu kapan tepatnya akan tergoda untuk mulai menjalin kedekatan kembali dengannya. Godaan makin sukar ditepis kalau mantan juga berusaha mendekatimu lagi.

    Sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi, dirimu dan pasangan mesti merapatkan barisan. Lantaran dia gak tahu apa-apa mengenai isi pikiranmu, kamu yang memulai. Dirimu dapat lebih sering mengajak pasangan menikmati waktu berdua saja agar seperti bulan madu lagi.

  4. 4. Andai pasangan terus mengingat mantannya, kamu pasti cemburu

    Ilustrasi seseorang yang sedang melamun, menggambarkan suasana hening dan pikiran yang tenggelam dalam renungan.
    ilustrasi melamun (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Orang bijak berkata, "Berbuatlah pada orang lain seperti kamu ingin diperlakukan olehnya." Hidup ini bukan hanya tentang dirimu. Apalagi kamu sudah menikah. Ada hati pasangan yang harus dijaga. Coba bayangkan seandainya pasangan ketahuan masih memikirkan mantannya. Dirimu pasti juga kecewa sampai sakit hati.

  5. 5. Mereka tidak akan pernah sama, tapi bukan berarti pasanganmu lebih buruk

    Ilustrasi seseorang sedang melamun dengan tatapan kosong, menggambarkan suasana pikiran yang sedang mengembara.
    ilustrasi melamun (pexels.com/Sóc Năng Động)

    Sisi positif pernah gagal dalam hubungan adalah kamu punya segudang pelajaran berharga untuk memilih pasangan yang baru. Negatifnya, ketika dirimu belum benar-benar move on dari masa lalu pasti suka membandingkan mantan dengan pasangan saat ini. Kamu harus sadar bahwa mereka tidak akan pernah sama.

    Itu bukan sesuatu yang buruk. Jika mereka sama, pasti dirimu lagi-lagi menginginkan perpisahan. Maka terimalah suami atau istrimu saat ini dengan apa adanya dan jangan menjadikan sisi plus mantan sebagai standar. Seakan-akan dirimu lupa akan sisi minusnya yang dulu membuat kalian berpisah.

  6. 6. Ingatan tidak bisa dihapus, jaga rasa agar tak kembali tumbuh

    Ilustrasi seseorang yang duduk termenung dan melamun dalam suasana hening sambil menatap ke kejauhan.
    ilustrasi melamun (pexels.com/HONG SON)

    Manusia memang tidak bisa dengan sengaja melupakan apa pun yang masih diingatnya. Apalagi mantan pernah ada dalam hidupmu bertahun-tahun. Kamu hanya harus menjaga supaya keinginan bernostalgia dengan masa lalu tidak tumbuh dan membesar menjadi hasrat yang kuat. Keinginan itu muncul karena dirimu cuma fokus ke kenangan manisnya.

  7. 7. Terus mengingatnya tak membuatmu lebih bahagia

    Seorang pria berbaring dengan tangan di bawah kepala, menggambarkan suasana istirahat atau relaksasi.
    ilustrasi seorang pria berbaring (pexels.com/Toàn Đỗ Công)

    Bertanya pada diri sendiri akan memberimu jawaban yang paling jujur. Memangnya kamu menjadi lebih bahagia dengan mengingat mantan dan segala kenangan kalian? Sebanyak apa pun kenangan manis di antara kalian, kembali mengenangnya sekarang hanya akan membuatmu tambah sakit.

    Pencuri kebahagiaan sering kali diawali dengan kata seandainya. Seperti seandainya kalian dulu gak putus. Atau, seandainya sekarang kamu dan dia dipertemukan kembali. Hidup bukan naskah drama yang bisa ditentukan alur dan akhirnya oleh kamu sendiri.

  8. 8. Jangan menghancurkan apa yang sudah dibangun bersama pasangan

    Ilustrasi pasangan dari Pexels karya Trần Long yang menggambarkan kebersamaan dalam hubungan romantis.
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Trần Long)

    Kamu perlu memikirkan kembali apa saja yang sudah dibangun bersama mantan selama kalian berumah tangga. Kalian sama-sama berjuang untuk menjadi keluarga kecil yang mandiri. Kalian membangun reputasi di mata keluarga dan tetangga.

    Dirimu dan dirinya juga sudah menata rencana masa depan sampai anak-anak dewasa dan kalian menua. Semua itu bukan pekerjaan yang mudah. Andai pun mantanmu berdiri di hadapanmu saat ini juga, belum tentu kalian bisa melakukan hal yang sama.

    Kamu harus selalu sadar posisimu sekarang yang sudah menikah. Ini sangat berbeda dengan ketika dirimu masih lajang yang boleh memikirkan untuk balikan sama mantan. Perahumu harus didayung buat maju bersama suami atau istri, bukan mundur ke kenangan bareng mantan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More