Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
Perawatan kulit sering kali baru mendapat perhatian ketika masalah sudah terlihat. Padahal, menurut dr. Arlene, penggunaan basic skincare justru tidak harus menunggu kulit mengalami masalah terlebih dahulu.
“Jangan tunggu ada masalah baru pakai skincare, justru saat baik-baik saja bisa pakai basic skincare, gentle cleanser, moisturizer, dan jangan lupa pakai sunscreen,” jelasnya.
Rutinitas tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi kulit sehari-hari. Di saat yang sama, mengenali faktor pemicu juga membantu seseorang lebih memahami kapan kulit membutuhkan perhatian tambahan.
Pandangan ini sejalan dengan konsep skin immunity yang diperkenalkan Wardah. Segolene menekankan bahwa perawatan kulit sebaiknya tidak berhenti pada usaha memperbaiki kondisi yang sudah muncul, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan kulit di masa mendatang.
Merawat kulit sensitif bukan tentang mencari satu produk yang bisa menyelesaikan semua masalah. Lebih dari itu, diperlukan kebiasaan untuk mengenali kondisi kulit, memahami skin trigger, menjaga rutinitas dasar, serta memberikan perlindungan dari faktor lingkungan yang dapat memengaruhinya.
Lewat edukasi mengenai skin trigger dan skin immunity, Wardah mengajak konsumen untuk lebih mengenal kulitnya sendiri sebelum menentukan langkah perawatan. Jadi, sudah siap mulai mendengarkan kebutuhan kulitmu dan membangun rutinitas skincare yang lebih mindful?