Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Isu Kehidupan Remaja yang Dikemas secara Serius di Buku Young Adult

4 min read
5 Isu Kehidupan Remaja yang Dikemas secara Serius di Buku Young Adult
ilustrasi seorang remaja dan buku-buku young adult (pexels.com/Rafael Alexandrino de Mattos)
Share Article

Buku young adult sering dianggap identik dengan kisah cinta pertama, persahabatan, kehidupan sekolah, atau pencarian jati diri. Padahal, banyak novel dalam genre ini membawa persoalan yang jauh lebih kompleks dan dekat dengan realitas kehidupan remaja. Masa remaja sendiri merupakan periode ketika banyak perubahan terjadi sekaligus, baik dalam hubungan sosial maupun cara memandang diri sendiri.

Karena itu, konflik dalam cerita young adult tidak selalu sekadar menjadi pemanis cerita. Berbagai isu seperti tekanan keluarga, kesepian, kehilangan, hingga persoalan identitas dapat menjadi inti perjalanan karakter. Berikut beberapa isu kehidupan remaja yang cukup sering dikemas secara serius dalam buku young adult.

  1. 1. Pencarian identitas dan jati diri

    Membaca buku young adult.
    ilustrasi membaca buku young adult (pexels.com/cottonbro studio)

    Masa remaja sering menjadi periode ketika seseorang mulai mempertanyakan siapa dirinya dan seperti apa kehidupan yang ingin dijalani. Karakter dalam novel young adult dapat digambarkan sedang mencoba memahami nilai yang mereka percaya, minat yang ingin ditekuni, hingga batas antara keinginan pribadi dan harapan orang lain. Proses tersebut biasanya tidak berlangsung lurus dan dapat melibatkan banyak keraguan.

    Pencarian identitas juga dapat berkaitan dengan pertanyaan yang lebih luas, seperti apakah karakter merasa diterima oleh lingkungan atau justru harus menyembunyikan bagian tertentu dari dirinya. Konflik semacam ini membuat perjalanan karakter terasa lebih personal karena proses tumbuh dewasa bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang mulai memahami diri sendiri.

  2. 2. Tekanan dari keluarga dan lingkungan

    Seorang perempuan membaca buku young adult.
    ilustrasi membaca buku young adult (pexels.com/Nam Phong Bùi)

    Remaja sering berada di posisi yang unik. Mereka mulai memiliki keinginan dan keputusan sendiri, tetapi pada saat yang sama masih berada di bawah aturan serta ekspektasi keluarga. Novel young adult kerap mengeksplorasi benturan tersebut melalui karakter yang harus menghadapi tuntutan akademik, pilihan masa depan, kondisi keluarga, atau standar tertentu yang dianggap harus mereka penuhi.

    Tekanan juga dapat datang dari lingkungan pertemanan dan sekolah. Keinginan untuk diterima, rasa takut tertinggal, atau kebutuhan untuk memenuhi ekspektasi kelompok dapat memengaruhi cara karakter mengambil keputusan. Dengan mengangkat persoalan ini, young adult menunjukkan bahwa konflik remaja tidak selalu berasal dari pemberontakan, tetapi juga dari kesulitan menemukan ruang untuk menentukan pilihan sendiri.

  3. 3. Kesepian dan kebutuhan untuk merasa dipahami

    Seorang perempuan membaca buku young adult.
    ilustrasi membaca buku young adult (pexels.com/Min An)

    Kesepian dalam young adult tidak selalu digambarkan sebagai kondisi ketika karakter benar-benar sendirian. Ada pula karakter yang memiliki teman, keluarga, atau lingkungan sosial, tetapi tetap merasa tidak benar-benar dipahami. Perasaan seperti ini dapat muncul ketika pengalaman yang dialami sulit diceritakan atau ketika karakter merasa harus menunjukkan versi dirinya yang berbeda di hadapan orang lain.

    Tema tersebut menjadi penting karena masa remaja sering kali diwarnai perubahan hubungan sosial. Pertemanan dapat berubah, hubungan keluarga mengalami konflik, dan lingkungan baru dapat membuat karakter harus beradaptasi kembali. Dalam cerita, proses menemukan orang yang bisa memahami mereka kemudian menjadi bagian dari perjalanan emosional menuju kedewasaan.

  4. 4. Kehilangan dan proses berduka

    Seorang perempuan membaca buku.
    ilustrasi seorang perempuan membaca buku (pexels.com/George Milton)

    Kehilangan merupakan salah satu isu berat yang juga banyak hadir dalam novel young adult. Bentuknya tidak selalu berupa kematian. Karakter bisa kehilangan hubungan pertemanan, keluarga yang dulu dekat, rumah, lingkungan yang familiar, atau kehidupan yang sebelumnya mereka bayangkan. Pengalaman tersebut dapat menjadi titik perubahan besar dalam cerita.

    Yang menarik, young adult sering menggambarkan duka sebagai proses yang tidak selalu berjalan secara teratur. Karakter dapat merasa baik-baik saja pada satu waktu, kemudian kembali merasa sedih ketika menghadapi pemicu tertentu. Dengan begitu, cerita dapat memperlihatkan bahwa berduka bukan sekadar fase yang harus segera dilewati, melainkan pengalaman yang perlu dipahami sambil perlahan menjalani kehidupan setelah kehilangan.

  5. 5. Ketakutan terhadap masa depan

    Seorang perempuan membaca buku.
    ilustrasi seorang perempuan membaca buku (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Masa depan sering kali mulai terasa lebih nyata ketika seseorang memasuki usia remaja akhir. Pilihan sekolah, kuliah, pekerjaan, hubungan, dan kehidupan setelah lulus dapat membuat masa depan terasa seperti sesuatu yang harus segera ditentukan. Novel young adult kerap menggunakan kegelisahan tersebut sebagai bagian dari konflik karakter.

    Persoalannya bukan hanya tentang tidak mengetahui ingin menjadi apa, tetapi juga takut membuat pilihan yang salah. Karakter dapat merasa tertinggal ketika melihat teman-temannya sudah memiliki rencana, sementara dirinya masih mencari arah. Melalui cerita semacam ini, young adult menunjukkan bahwa bertumbuh dewasa tidak selalu berarti sudah memiliki semua jawaban. Terkadang, bagian dari prosesnya justru adalah belajar menghadapi ketidakpastian.

    Itulah 5 isu kehidupan remaja yang sering dikemas secara serius dalam buku young adult. Di balik cerita tentang sekolah, pertemanan, atau cinta pertama, genre ini juga dapat menghadirkan persoalan yang lebih kompleks tentang identitas, kehilangan, tekanan, hingga ketidakpastian masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More