Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Malgosia Turzanska, Costume Designer Film Hamnet
Malgosia Turzanska, Costume Designer Film Hamnet (instagram.com/malgosia_turzanska)
  • Malgosia Turzanska, desainer kostum asal Polandia-Amerika, dikenal lewat karyanya di film Hamnet yang menonjolkan keindahan visual dan kedalaman emosional era Elizabethan.
  • Latar pendidikan seni dan pengalaman internasional membuat Malgosia sukses menerjemahkan karakter serta suasana film melalui detail kain, warna, dan siluet yang penuh makna.
  • Rancangannya di Hamnet menggambarkan perjalanan emosional tokoh lewat simbolisme warna dan tekstur kostum, mencerminkan perubahan karakter serta dinamika hubungan keluarga Shakespeare.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Hamnet menjadi salah satu karya yang menarik perhatian berkat kekuatan cerita sekaligus detail visualnya yang memikat. Di balik keindahan kostum yang autentik dan penuh nuansa sejarah, ada sosok kreatif bernama Malgosia Turzanska. Sebagai penata kostum, ia berperan penting dalam menghidupkan latar era Elizabethan melalui rancangan busana yang indah secara estetika sekaligus memiliki nuansa emosional yang kuat.

Lewat sentuhan artistiknya, Malgosia Turzanska berhasil menerjemahkan karakter dan suasana film ke dalam detail kain, warna, serta siluet yang kaya makna. Pengalamannya di dunia perfilman internasional membuat namanya semakin diperhitungkan, terutama dalam proyek-proyek bertema sejarah. Lantas, bagaimana perjalanan karier dan kiprahnya hingga terlibat dalam film Hamnet? Simak profil lengkapnya berikut ini.

1. Profil Malgosia Turzanska

Malgosia Turzanska, Costume Designer Film Hamnet (instagram.com/malgosia_turzanska)

Malgosia Turzanska merupakan seorang Polish-American Costume Designer yang lahir di Krakow, Polandia, pada 1980. Ia pernah menempuh pendidikan di Theatre Faculty of the Academy of Performing Arts in Prague (Bachelor of Arts) dan New York University Tisch School of the Arts (Master of Arts). Malgosia memulai kariernya sebagai Costume Designer untuk film Janosik: A True Story.

Beberapa film yang melibatkan Malgosia sebagai Costume Designer, di antaranya adalah Stanger Things, The Green Knight, Train Dreams, Hell or High Water, dan X. Pada 2025 lalu, Malgosia dinominasikan dalam Academy Award of Best Costume Design di 98th Academy Awards untuk film Hamnet.

2. Malgosia merancang kostum yang mencerminkan perjalanan emosional karakter Hamnet

Malgosia Turzanska, Costume Designer Film Hamnet (instagram.com/malgosia_turzanska)

Sepanjang film Hamnet, Malgosia menjadikan kostum sebagai simbol perjalanan emosional para tokoh di dalamnya. Mulai dari masa cinta, pernikahan, hingga saat menghadapi kematian Hamnet. Setiap aspek dalam kostum Hamnet terlihat sangat detail dan teliti, menggambarkan bagaimana perjalanan emosi yang dilalui memang sangat berat.

Fokus utama dalam rancangan kostumnya bukan sekadar suasana periode atau zaman, namun juga menonjolkan karakter dan emosinya. Misalnya, penggunaan bark cloth oleh Agnes Shakespeare (Jessie Buckley) yang menggambarkan kedekatan Agnes dengan nature. Menurutnya, film yang berlatarkan periode sejarah akan terasa lebih bermakna jika berpusat pada karakter.

3. Detail kostum yang berkembang secara simbolis

Malgosia Turzanska, Costume Designer Film Hamnet (instagram.com/malgosia_turzanska)

Setiap kostum yang dirancang memiliki detail yang berfokus pada perkembangan karakternya. Misalnya, pakaian William dan Agnes yang terlihat berubah seiring waktu. Mencerminkan perjalanan mereka sebagai suami istri, orangtua, hingga hubungan yang rumit setelah kehilangan anaknya. Kostum Agnes dominan warna merah darah, merah tua, hingga ungu gelap, yang terinspirasi dari tahapan 'darah manusia'. Mulai dari segar hingga mengering, bak simbol kehidupan sampai kehilangan.

Busananya juga dibuat layered dengan rok lebar, gaun longgar, dan korset yang menampilkan nuansa klasik. Sedangkan, busana William lebih terikat pada era Elizabethan. Desainnya terinspirasi dari kehidupan nyata Shakespeare. Seiring perjalanan William, kostumnya terlihat semakin pucat dan didominasi warna abu-abu. Tak hanya itu, detail garis jahitan pun lama-lama terlihat macam sobekan atau disebut sebagai pinking. Malgosia merancang ini sebagai simbol luka batin yang dirasakan William dan ayahnya.

Itu dia profil Malgosia Turzanska dan latar belakang rancangan kostum Hamnet. Setiap kostumnya dirancang secara simbolis dan filosofis.

Editorial Team