Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Menghindari Rasa Begah Setelah Berbuka Puasa, Pahami!
ilustrasi pria merasakan begah setelah makan (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Berbuka puasa merupakan momen yang dinantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, banyak orang sering mengalami rasa begah setelah berbuka akibat konsumsi makanan yang berlebihan atau pilihan makanan yang kurang tepat.

Perut yang terasa penuh dan tidak nyaman bisa mengganggu aktivitas setelah berbuka, termasuk ibadah malam yang seharusnya dilakukan dengan khusyuk. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara menghindari rasa begah agar tetap nyaman dan bertenaga sepanjang malam.

Untuk mendapatkan pahala yang banyak di bulan Ramadan, langsung saja simak ketujuh cara menghindari rasa begah setelah berbuka puasa berikut ini. Jangan di-skip!

1. Menghindari konsumsi makanan secara berlebihan

ilustrasi pria berbuka puasa (pexels.com/Michael Burrows)

Setelah berpuasa seharian, keinginan untuk makan dalam jumlah banyak sering kali sulit dikendalikan. Namun, mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan perut terasa penuh dan begah. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah tidak bekerja selama beberapa jam.

Mengurangi porsi makan dan mengonsumsinya secara bertahap dapat membantu menghindari tekanan berlebih pada lambung. Makan dalam jumlah wajar juga dapat membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memberikan efek samping berupa perut kembung atau tidak nyaman.

2. Memulai berbuka dengan makanan ringan

Ilustrasi kurma (pexels.com/Zak Chapman)

Langsung mengonsumsi makanan berat saat berbuka dapat menyebabkan perut terasa penuh dan begah. Cara terbaik untuk berbuka adalah dengan mengawali konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, seperti kurma, sup hangat, atau buah-buahan segar. Makanan ini dapat memberikan energi tanpa membebani sistem pencernaan secara mendadak.

Kurma mengandung gula alami yang dapat meningkatkan kadar energi dengan cepat, sedangkan sup dapat membantu tubuh mendapatkan cairan yang cukup setelah berpuasa. Dengan mengawali berbuka secara perlahan, tubuh dapat menyesuaikan diri sebelum menerima makanan dalam jumlah lebih besar.

3. Menghindari minuman bersoda dan berlebihan dalam minum air

ilustrasi minuman bersoda (pexels.com/Pixabay)

Minuman bersoda sering kali menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh saat berbuka. Namun, kandungan gas dalam minuman bersoda dapat menyebabkan perut kembung dan meningkatkan rasa begah. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak air dalam waktu singkat juga dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.

Minum air dalam jumlah yang cukup tetap diperlukan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Memilih air putih atau teh hangat sebagai minuman pembuka lebih disarankan karena dapat membantu proses pencernaan tanpa menyebabkan efek samping pada perut.

4. Mengunyah makanan dengan perlahan

ilustrasi pria berbuka puasa (pexels.com/Michael Burrows)

Proses mengunyah makanan memiliki peran penting dalam mencegah rasa begah setelah berbuka. Makan dengan tergesa-gesa dapat menyebabkan udara ikut tertelan, yang kemudian dapat memicu perut kembung. Selain itu, makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan memperberat kerja lambung dalam mencernanya.

Dengan mengunyah secara perlahan dan menikmati setiap suapan, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal. Proses ini juga membantu tubuh mengenali kapan sudah merasa kenyang, sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi tetap terkontrol dan terhindar dari rasa penuh berlebihan.

5. Menghindari makanan berlemak dan berminyak

Ilustrasi lumpia goreng (pexels.com/RDNE Stock project)

Makanan yang tinggi lemak dan minyak dapat memperlambat proses pencernaan, sehingga lebih sulit dicerna oleh lambung. Jenis makanan seperti gorengan, makanan bersantan, atau hidangan dengan kadar lemak tinggi dapat menyebabkan rasa begah serta membuat perut terasa tidak nyaman setelah berbuka.

Memilih makanan yang lebih ringan, seperti sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan berminyak juga dapat mencegah lonjakan kadar gula darah yang terlalu tinggi setelah berbuka.

6. Mengatur jeda waktu antara makan dan aktivitas berat

ilustrasi pria berbuka puasa (unsplash.com/Donovan Sikaona)

Setelah berbuka, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sebelum melakukan aktivitas berat. Langsung berbaring atau duduk dalam posisi yang salah dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan memperparah rasa begah.

Memberikan jeda waktu yang cukup sebelum melakukan aktivitas berat dapat membantu sistem pencernaan bekerja dengan lebih baik. Berjalan santai setelah makan juga dapat membantu memperlancar proses pencernaan serta mengurangi kemungkinan perut terasa penuh dan tidak nyaman.

7. Menghindari makanan yang dapat menyebabkan produksi gas berlebih

Ilustrasi kacang-kacangan (unsplash.com/Maddi Bazzocco)

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan peningkatan produksi gas di dalam saluran pencernaan, yang kemudian dapat memicu rasa begah. Makanan seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, serta minuman berbahan dasar susu bagi yang memiliki intoleransi laktosa dapat meningkatkan risiko perut kembung setelah berbuka.

Memilih jenis makanan yang lebih mudah dicerna dan tidak mengandung banyak gas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, memperhatikan reaksi tubuh terhadap jenis makanan tertentu juga dapat membantu menghindari gangguan pencernaan yang tidak diinginkan.

Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat saat berbuka, tubuh dapat beradaptasi lebih baik setelah berpuasa seharian. Menghindari rasa begah tidak hanya membuat berbuka puasa lebih nyaman, tetapi juga membantu tubuh tetap bertenaga dan siap menjalani aktivitas setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorRifai