4 Alasan Kenapa Imlek Identik dengan Barongsai

- Barongsai simbol pengusiran terhadap kekuatan jahat
- Tarian barongsai pembawa keberuntungan dan kemakmuran
- Asal usul tarian barongsai dan variasi-variasinya
Imlek adalah perayaan Tahun Baru Cina (Lunar New Year atau Chinese New Year) yang dirayakan masyarakat Tionghoa. Biasanya setiap sudut kota kan dihiasi oleh ornamen-ornamen berwarna merah. Jangan lupa dengan ikon khas Imlek, yakni barongsai.
Barongsai sudah sejak lama menjadi bagian dari setiap perayaan Imlek. Kehadirannya selalu berhasil menyedot perhatian ribuan mata, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lantas, kenapa Imlek identik dengan barongsai? Simak penjelasannya di bawah ini!
Table of Content
1. Simbol pengusiran terhadap kekuatan jahat

Akar tradisi Barongsai bermula dari legenda Nian, yakni monster menyeramkan. Dikisahkan bahwa Nian akan turun dari pegunungan, melahap ternak, tanaman, bahkan anak-anak. Hingga akhirnya penduduk mengetahui cara mengusir Nian.
Nian diketahui sangat takut akan suara keras, warna-warna cerah, dan binatang buas. Oleh sebab itu, penduduk menggunakan topeng harimau, pakaian merah, dan iringan musik untuk menjadi senjata menakuti Nian. Masyarakat percaya bahwa getaran dari musik dan tarian Barongsai dapat menciptakan pagar pelindung bagi lingkungan sekitar.
2. Tarian barongsai pembawa keberuntungan dan kemakmuran

Selain mengusir hal buruk, barongsai adalah magnet bagi keberuntungan atau hoki. Dalam tradisi Tiongkok, sosok singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, serta keagungan. Gerakan barongsai yang gesit dan penuh semangat dipandang sebagai bentuk harapan dan doa untuk menghadirkan energi yang baik dan membawa berkah.
Pertunjukkan barongsai biasanya diakhiri dengan ritual memakan selada yang disebut Cai Qing. Pelafalan selada dalam bahasa Mandarin mirip dengan "Menghasilkan kekayaan", makanya proses ini dianggap dapat mendatangkan keberuntungan dan rezeki yang berlimpah di tahun yang baru. Kebiasaan memberikan angpao ke dalam mulut barongsai adalah bentuk syukur dan pengharapan.
3. Asal usul tarian barongsai

Asal usul Barongsai memiliki sejarah panjang yang merentang hingga ribuan tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti Han (202 SM–220 M). Ternyata, singa bukanlah hewan asli dari daratan Tiongkok, melainkan dibawa oleh para pedagang Jalur Sutra (Silk Road). Saat itu, orang-orang meniru mulai meniru singa untuk ditampilkan dalam pertunjukkan.
Kemudian semakin berkembang pada Periode Tiga Kerajaan (220–280), terutama seiring munculnya Buddhisme pada Dinasti Utara dan Selatan (420–589). Pada Dinasti Tang (618–907), tarian tersebut populer du istana hingga menyebar di kalangan masyarakat. Bahkan banyak orang Tiongkok yang merantau ke Eropa dan Amerika yang mendirikan klub tarian barongsai.
4. Tarian barongsai punya beberapa variasi

Meskipun terlihat serupa bagi orang awam, Barongsai sebenarnya memiliki dua variasi utama. Pertama ada Singa Selatan (Nan Shi) yang berasal dari Guangdong, biasanya populer di Hong Kong dan Makau. Tarian ini berfokus pada perilaku singa, seperti menggaruk, menggoyangkan tubuh, dan menjilati bulu.
Kedua ada Singa Utara (Beijing Shi) yang erat dengan seni bela diri Tiongkok, yakni kungfu. Di mana barongsai menunjukkan gerakan, seperti berguling, bergulat, melompat, memanjat, atau bersujud. Fokus utamanya adalah hiburan, sering kali melibatkan gerakan memanjat atau bermain bola.
Setelah memahami penjelasan di atas, kita tahu bahwa barongsai bukan hanya sekadar tarian di atas tiang kayu, melainkan punya nilai sejarah yang kuat. Melalui gerakannya yang spektakuler ternyata tarian ini merangkum harapan manusia akan kehidupan yang lebih baik, aman, dan sejahtera.


















