Di tengah era digital yang serba cepat, musik bisa diakses hanya dengan sentuhan jari melalui berbagai platform streaming. Ribuan lagu tersedia dalam satu aplikasi, lengkap dengan rekomendasi algoritma yang terus menyesuaikan selera pendengar. Namun, di balik kemudahan itu, ada fenomena menarik ketika sebagian pria justru kembali ke format lama seperti vinyl record.
Fenomena ini bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk apresiasi yang lebih dalam terhadap musik sebagai karya seni. Koleksi vinyl bahkan dianggap memiliki nilai emosional dan estetika yang sulit tergantikan oleh format digital. Jika terlihat tidak masuk akal di awal, justru di situlah letak daya tariknya, yuk pahami lebih dalam alasan di balik fenomena ini.
