Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Alasan Pria Lebih Suka Menyembunyikan Emosi daripada Mengungkapnya

ilustrasi pria menyembunyikan emosinya
ilustrasi pria menyembunyikan emosinya (pexels.com/Andrew Neel)
Intinya sih...
  • Pria takut dianggap lemah dan kurang manly ketika menunjukkan emosi
  • Faktor lingkungan sekitar yang menganggap pria meluapkan emosi itu tidak gentleman
  • Terbiasa menolak emosi yang datang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pria memang cenderung terlihat lebih datar dan tenang dibanding wanita. Pria sebenarnya juga memiliki emosi yang mewarnai hidupnya. Namun, pria lebih memilih untuk menyembunyikan emosinya daripada mengungkapkannya.

Ada alasan mengapa pria suka menyembunyikan emosinya dibanding menunjukkannya. Salah satunya karena sejak kecil, pria sudah dibentuk oleh orangtua agar tidak boleh cengeng dan harus selalu tegar. Mau tahu alasan lainnya? Kali ini IDN Times bakal bahas apa saja alasannya, bro. Jadi, simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Table of Content

1. Takut dianggap lemah dan kurang manly ketika menunjukkan emosi

1. Takut dianggap lemah dan kurang manly ketika menunjukkan emosi

ilustrasi pria menyembunyikan emosinya
ilustrasi pria menyembunyikan emosinya (pexels.com/Mike Greer)

Pria memiliki harga diri yang tinggi sebagai seorang yang harus selalu kuat. Sehingga, mereka enggan menunjukkan emosi seperti takut atau sedih, karena merasa takut terlihat lemah dan kurang manly. Bahkan dengan keluarga dekat atau pasangan, pria akan lebih memilih menyimpan emosi yang bisa membuatnya terkesan lemah.

Padahal, sebenarnya tak masalah bagi pria untuk menunjukkan emosinya. Justru, itu lebih baik untuk mental mereka, karena gak ada emosi yang dipendam lagi. Pria perlu tahu cara mengungkapkan emosi tanpa merasa kehilangan harga diri mereka. Misalnya dengan mengungkapkan emosi tanpa minta divalidasi atau dihibur orang lain. Bisa juga dengan mengalihkan emosi ke hal lain seperti olahraga maupun menulis jurnal.

2. Faktor lingkungan sekitar yang menganggap pria meluapkan emosi itu tidak gentleman

ilustrasi pria menyembunyikan emosinya
ilustrasi pria menyembunyikan emosinya (pexels.com/Yan Krukau)

Faktor lingkungan yang kurang baik dan berpikiran tertutup, bisa membuat pria tidak ingin menunjukkan emosinya. Seorang pria yang mencoba menunjukkan emosinya, selalu mendapat respon yang kurang mendukung dan menyudutkan di lingkungan yang buruk. Misalnya selalu diberi kata-kata bahwa pria yang meluapkan emosi dengan menangis itu tidak gentleman, atau bahkan diberi kata-kata yang merendahkan.

Solusinya adalah dengan menjaga lingkaran pertemanan dan lingkungan yang selalu positif dan berpikiran terbuka. Kamu butuh lingkungan yang mendukung kesehatan mentalmu untuk gak menghakimi karena mengungkapkan emosi yang dirasa. Kamu butuh lingkungan yang membuat hati lebih tenang tanpa takut dikata-katai lagi, bro.

3. Terbiasa menolak emosi yang datang

ilustrasi pria menyembunyikan emosinya
ilustrasi pria menyembunyikan emosinya (pexels.com/Alena Darmel)

Karena sudah terbiasa untuk terlihat kuat, pria cenderung berusaha menolak emosi yang datang. Ketika ada perasaan sedih, mereka akan menguatkan diri untuk tidak bersedih karena pria gak boleh menangis. Hasilnya, pria terlihat datar-datar saja seperti tidak memiliki emosi.

Kebiasaan ini terbentuk karena sudah bertahun-tahun stigma pria tidak boleh menunjukkan emosinya melekat. Padahal, gak masalah untuk menunjukkan emosi tanpa perlu ditahan atau ditolak lho, bro. Justru hati dan pikiran lebih tenang ketika kamu bisa meluapkan emosi yang dirasa.

4. Stereotipe gender bahwa yang boleh menunjukkan emosi adalah wanita

ilustrasi pria menyembunyikan emosinya
ilustrasi pria menyembunyikan emosinya (pexels.com/RDNE Stock)

Stereotipe gender bahwa menunjukkan emosi itu sudah menjadi ciri khas wanita, bukan pria, membuat pria enggan menunjukkannya. Padahal, baik pria maupun wanita, merupakan manusia yang butuh meluapkan emosi. Mereka memiliki emosi yang sama sebagai seorang manusia.

Tak ada salahnya pria untuk menunjukkan emosinya tanpa takut akan stereotipe gender. Pria perlu memiliki kesadaran bahwa mengeluarkan emosi itu bukan hal terlarang. Sehingga pria di generasi-generasi selanjutnya, gak lagi terjebak akan stereotipe gender tentang meluapkan emosi ini.

Setelah mengetahui alasan mengapa pria lebih suka menyembunyikan emosinya, maka kamu bisa dengan lebih sadar untuk mengelola emosi. Mengungkapkan emosi bukan hal yang aneh untuk dilakukan pria. Agar tidak ada emosi terpendam yang bisa membebani mentalmu, bro!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Materi Tepi Jurang Mens Rea Pandji Pragiwaksono, Penuh Kritik

08 Jan 2026, 21:46 WIBMen