6 Alasan Tetap Jaga Privasi dengan Pacar, Gak Semua Harus Diceritakan!

Apa kamu masih sering cek handphone pacarmu? Atau, malah si dia yang sering ngikutin kamu kemana saja? Duh, sebaiknya kebiasan seperti itu segera dihilangkan. Mengecek handphone pasangan setiap saat, jadi ekor kemana pun pergi, sampai wajib telepon tiap menit itu menandakan bahwa kamu dan pasangan sudah gak ada lagi privasi masing-masing.
Walau pacaran bukan berarti gak boleh ada rahasia di antara kalian, pergi juga harus berdua, dan berbagai hal lain yang sebenarnya sangat melelahkan untuk dijalani. Yuk, menepi sebentar dan katakan pada pasangan bahwa enam hal ini menjadikan kamu dan dia tetap butuh jaga batasan. Jangan mau banyak dikekang!
1.Gak semua hal harus diceritakan kepada pasangan, kamu bisa memilih siapa yang bisa dipercaya untuk jaga rahasia

Setiap orang pasti punya masalah masing-masing, dan untuk meringankan beban di pundak perlu ada yang mau mendengarkan. Gak harus pacar jika memang kamu merasa gak nyaman berbagi cerita dengan dia. Kamu sangat bebas memilih siapa pun yang bisa dipercaya, mau diajak diskusi, dan pastinya merupakan seorang pendengar yang baik, entah itu sahabat, orangtua, atau kakak.
Pun pacar masih lah pacar yang belum tentu jadi teman hidup. Akan selalu ada kemungkinan untuk pisah sehingga perlu hati-hati dalam berbagai kisah. Jangan sampai setelah putus, kalian jadi umbar rahasia masing-masing.
2.Kamu berhak punya kesibukan yang menyenangkan diri sendiri

Pacarmu suka ikut campur dalam kegiatanmu? Coba deh pikir lagi, apa benar dia layak dijadikan pasangan jika kebiasaannya ini malah membuat kamu gak berkembang. Sekalipun pacar, dia atau kamu belum ada hak untuk mengatur kehidupan masing-masing. Tubuh dan pikiran akan selalu jadi otoritas diri sendiri yang orang lain, apalagi pacar, gak berhak melarang.
Lakukan saja apa yang menurut kamu baik, bisa membuatmu senang, dan bisa menjadikanmu terus berproses. Pun jika nantinya kamu setuju untuk gak melakukan apa yang dilarang pacar, pastikan bahwa itu memiliki landasan yang kuat dan bisa kamu terima dengan logika, bukan sekadar demi menuruti si dia saja.
3.Berteman dengan siapa pun yang mendatangkan manfaat, jangan sampai membatasi pergaulan hanya demi pacar

Gak sedikit orang yang mendadak jarang nongkrong dengan teman-temannya lagi karena punya pasangan. Larangan ini bisa dikarenakan beragam alasan, mulai dari cemburu, supaya gak sibuk, sampai supaya punya waktu berdua terus. Asli, punya pacar overprotective seperti ini gak hanya bikin terkekang, tapi juga gak adil. Kamu atau pacarmu bukan tipe yang seperti ini, kan?
Sebagai seseorang yang hidup di negara merdeka, kamu dan pacarmu bebas berteman dengan siapa saja, tentu asalkan yang mendatangkan manfaat. Semakin banyak teman akan semakin banyak pengalaman dan cerita. Walau mungkin teman-teman belum bisa bantu secara ekonomi, setidaknya mereka bisa diandalkan kapan pun, bahkan saat pacar gak ada di sisi.
4.Memiliki privasi akan mengajarkan jadi lebih mandiri

Punya kegiatan yang menyenangkan, teman yang asyik, dan diri yang bebas, pasti menyenangkan. Ketiga hal ini bisa terjadi apabila kamu dan pasangan tetap punya privasi. Adanya pemahaman bahwa punya privasi ini bukan berarti gak cinta sepenuhnya, melainkan membebaskan dengan batasan jelas supaya sama-sama berkembang.
Memiliki privasi sehingga bisa kemana-mana sendiri juga mengajarkan mandiri secara tidak langsung. Tanpa kamu, pacar belajar untuk nonton film sendiri yang ternyata menyenangkan buatnya. Atau tanpa pacar, kamu mencoba ikut komunitas baru yang membuat kamu makin banyak teman. Ingat, bukan hanya karena punya pacar lantas kemana-mana berdua. Kamu dan dia, seharusnya gak saling ketergantungan.
5.Cinta itu membebaskan, bukan mengekang

Pernah mendengar ungkapan mengenai pasir pantai bagaikan sebuah hubungan, yang justru semakin digenggam malah semakin besar kemungkinan untuk pisah? Hal ini benar adanya! Alasannya sederhana saja, bahwa cinta itu seharusnya membebaskan supaya sama-sama saling dewasa, bukannya memasukkan dalam kerangkeng emas yang kemudian menyesakkan.
Siapa yang akan betah selalu diikuti kemana saja, ponsel selalu diperiksa tiap hari, larangan berteman, dan segala bentuk kekangan lain ini. Sekalipun saling membebaskan, kalian sama-sama belajar saling jaga hati tanpa perlu diminta. Definisi tulus yang sesungguhnya, bukan?
6. Kepercayaan adalah yang dibutuhkan

Jangan membangun sebuah hubungan yang dilandasi rasa ketakutan akan kehilangan, sebab dengan begitu akan membuat hubungan yang tidak sehat. Alih-alih enggan memberikan ruang bagi pasangan untuk menjadi mandiri dan bebas, akan lebih baik jika memperluas rasa percaya. Ingat, jika memang saling sayang, hati akan dijaga dengan sadar dan sendirinya.
Cinta seharusnya membahagiakan, bukan malah membuat sesak. Cinta sebaiknya mendewasakan, bukan meminta untuk berubah dan jadi orang lain. Pun mencintai seseorang, bukan berarti memberikan segalanya dan manut sesuai keinginan pasangan, tapi tetap berdiri di atas kaki sendiri dan tahu batasan apa yang seharusnya dibagikan dengan yang gak seharusnya.