Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Elevasi dalam Lari? Ini Definisi, Manfaat, dan Cara Mengukurnya
ilustrasi lari (pexels.com/run 4 ffwu)

  • Elevasi atau elevation gain adalah total akumulasi kenaikan vertikal dari seluruh tanjakan rute, tanpa dikurangi turunan, sehingga berbeda dari ketinggian posisi akhir pelari.
  • Metrik ini membantu memprediksi kesulitan rute dan memantau perkembangan fisik; latihan tanjakan dapat mendukung kapasitas aerobik, ketahanan mental, serta kekuatan otot kaki.
  • Elevasi dapat dilacak melalui smartwatch beraltimeter atau aplikasi GPS, meski akurasinya dipengaruhi perangkat; peningkatan latihan perlu bertahap lewat tanjakan, kekuatan, trail, atau treadmill incline.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selain pace, jarak, dan detak jantung, seorang pelari juga perlu memerhatikan elevation gain atau elevasi. Angka ini tidak hanya berfungsi sebagai indikator tingkat kesulitan rute, tetapi juga menjadi tolok ukur penting untuk memantau perkembangan kapasitas fisikmu dari waktu ke waktu.

Nah, jika kamu masih asing dengan istilah ini, yuk mari simak pembahasan mengenai elevasi dalam lari berikut ini. Yuk, simak pembahasan lengkap berikut!

1. Apa itu elevasi dalam lari?

ilustrasi lari (unsplash.com/Diana Rafira)

Elevasi atau elevation gain dalam dunia lari adalah total akumulasi kenaikan vertikal dari seluruh tanjakan yang kamu lewati sepanjang rute, dan bukan menunjukkan seberapa tinggi posisi berdirimu saat mencapai garis akhir dari titik start.

Agar lebih terbayang, coba bayangkan kamu sedang melewati rute lari yang bervariasi. Awalnya kamu melewati jalur datar, lalu menaklukkan tanjakan setinggi 120 meter, sempat merasakan turunan, dan kembali diuji lewat tanjakan kedua setinggi 65 meter. Nah, angka elevation gain yang tercatat di jam tanganmu nantinya adalah 185 meter. Angka tersebut merupakan hasil penjumlahan 120 meter ditambah 65 meter.

Perlu dicatat, bagian turunan sama sekali tidak akan mengurangi angka tersebut. Sebab, metrik ini murni hanya menghitung total akumulasi kenaikan dari setiap tanjakan yang berhasil kamu lahap sepanjang perjalanan!

2. Manfaat elevasi bagi pelari

ilustrasi lari latihan (pexels.com/Vitaliy Bratkov)

Setelah tahu apa itu elevasi dalam lari, mungkin kamu bertanya-tanya, seberapa penting sih angka tersebut? Buat para pelari yang mau mendongkrak performa, elevasi berfungsi sebagai metrik penting untuk mengukur tingkat kesulitan latihan sekaligus memantau perkembangan fisik. Selain itu, ternyata ada beberapa manfaat memaksimalkan elevasi bagi pelari, berikut di antaranya:

  • Memprediksi Tingkat Kesulitan Rute

Angka elevation gain bisa digunakan untuk memperkirakan seberapa menantang jalur yang akan kamu lewati. Semakin tinggi total kenaikannya, makin besar pula usaha yang harus dikerahkan tubuh.

Medan menanjak memberi tantangan ekstra bagi organ kardiovaskular. Jantung dan paru-paru akan bekerja lebih keras untuk menjaga suplai oksigen saat intensitas naik. Lewat latihan hill training yang konsisten, kapasitas aerobik dapat tergambarkan dari VO2 Max yang ikut terdongkrak.

  • Melatih Ketahanan Mental

Tanjakan bukan cuma ajang uji kekuatan fisik semata. Ketika napas mulai terengah-engah dan langkah kaki terasa berat, di situlah konsistensimu diuji untuk terus bergerak sampai titik puncak. Pengalaman menaklukkan fase ini dapat membentuk mental baja, sehingga kamu lebih siap mengatur ritme saat menghadapi rute yang lebih sulit.

  • Meningkatkan Kekuatan Otot Kaki

Saat melewati tanjakan, otot paha depan, paha belakang, betis, hingga glutes bekerja jauh lebih keras untuk mendorong tubuh bergerak ke atas. Jika dilakukan secara rutin dan bertahap, kekuatan kaki akan terbentuk secara signifikan, bahkan efek positifnya juga bakal terasa saat kamu kembali lari di jalur rata.

3. Cara mengukur elevation gain

ilustrasi lari (pexels.com/Ozan Yavuz)

Kini, melacak total elevation gain saat berlari jadi makin mudah berkat bantuan berbagai perangkat dan aplikasi olahraga. Misalnya, penggunaan smartwatch yang dilengkapi sensor altimeter barometrik mampu mendeteksi fluktuasi ketinggian secara langsung saat kamu bergerak naik atau turun. Di sisi lain, aplikasi berbasis GPS seperti Strava dan Nike Run Club juga andal dalam memperkirakan total elevasi berdasarkan rekam jejak rute latihanmu.

Meski demikian, perhitungan tersebut tetap berdasarkan pada data jalur serta informasi topografi. Akurasi data tersebut bisa saja terpengaruh oleh kualitas GPS atau spesifikasi perangkat yang dipakai. Oleh karena itu, angka elevasi ini hanya sebatas indikator pendukung latihan sehingga jangan jadikan sebagai satu-satunya patokan untuk menilai performa larimu.

4. Cara meningkatkan elevasi dalam lari

ilustrasi lari di treadmill (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Ketika kamu ingin meningkatkan elevation gain bukan berarti harus langsung memaksakan diri menghadapi rute yang ekstrem. Tubuh tetap butuh waktu untuk beradaptasi dengan beban kerja yang lebih berat secara bertahap. Kamu bisa memilih beberapa metode latihan berikut ini sesuai dengan kondisi fisik dan ketersediaan medan di sekitarmu:

  • Hill Training (Latihan Tanjakan)

Ini adalah cara paling praktis untuk mulai membiasakan diri dengan elevasi. Cari jalur atau jalanan menanjak di sekitar rumah, lalu lari ke atas sesuai batas kemampuanmu. Manfaatkan jalur turunan di sisi sebaliknya sebagai momen recovery atau pemulihan sebelum mengulanginya beberapa kali. Khusus buat pemula, nikmati prosesnya dan bangun adaptasi secara perlahan, ya!

  • Strength Training (Latihan Kekuatan)

Latihan elevasi di luar ruangan juga perlu ditopang oleh latihan kekuatan otot (strength training). Gerakan fungsional seperti squat, lunge, dan calf raises sangat ampuh memperkuat otot-otot kaki yang menjadi tumpuan utama saat kamu menerjang jalur menanjak. Kombinasi seimbang antara lari dan latihan beban ini bakal bikin persiapan fisikmu makin matang.

  • Trail Running

Punya akses ke area pegunungan atau perbukitan? Kamu bisa mencoba trail running buat meraup elevation gain dalam jumlah besar. Berlari di alam bebas memaksa tubuhmu beradaptasi dengan kontur tanah yang tidak rata, sehingga bukan cuma kekuatan dan daya tahan saja yang terlatih, tapi juga keseimbangan serta koordinasi gerak tubuh secara keseluruhan.

Jangan berkecil hati kalau kamu tinggal di daerah datar dan jauh dari bukit. Alat treadmill di rumah atau gym bisa diandalkan lewat fitur incline (kemiringan) untuk simulasi tanjakan. Awali sesi dengan lari santai untuk pemanasan, lalu naikkan tingkat kemiringannya perlahan-lahan sambil menyesuaikan tempo larimu.

5. Tips aman saat latihan elevasi

ilustrasi lari pagi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Untuk mencegah cedera saat menjalani latihan elevasi, kamu bisa menerapkan sejumlah tips di bawah ini. Berikut di antaranya:

  • Mulai secara bertahap: Mulai dengan latihan yang tidak terlalu berat, sesuaikan intensitas medan menanjak sesuai kapasitas fisikmu saat ini, lalu naikkan porsinya secara perlahan.

  • Efisiensikan langkah: Saat melewati tanjakan, perpendek rentang langkahmu dan jaga konsistensi ritme agar energi tidak langsung terkuras habis.

  • Waspadai jalur menurun: Jangan terburu-buru melaju kencang di jalan turunan untuk menghindari tekanan berlebih pada bagian lutut dan otot paha.

  • Perhatikan hidrasi dan nutrisi: Sediakan pasokan cairan, minuman ber-elektrolit, atau asupan energi pendukung jika durasi latihanmu melebihi satu jam agar performa tetap terjaga sampai garis akhir.

Itulah penjelasan mengenai definisi, manfaat, cara mengukur, hingga tips aman melakukan latihan elevasi dalam lari yang bisa kamu terapkan untuk mendongkrak performa fisikmu. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article