Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hammersonic 2026 Day 2: Emo, Punk, hingga Hardcore Mengguncang

Hammersonic 2026 Day 2: Emo, Punk, hingga Hardcore Mengguncang
Hammersonic 2026. (IDN Times/Wahyu Kurniawan)
Intinya Sih
  • Hari kedua Hammersonic 2026 di NICE PIK 2 menampilkan energi tinggi sejak siang, dibuka dengan debut Knuckle Puck yang sukses memanaskan crowd lewat aksi pop-punk dan singalong masif.
  • Malevolence dan Agnostic Front menghadirkan intensitas berbeda; dari groove metalcore terstruktur hingga hardcore klasik penuh moshpit, menjaga atmosfer festival tetap eksplosif sepanjang malam.
  • Dashboard Confessional menutup hari dengan nuansa emosional dan melodik, menciptakan kontras lembut setelah rangkaian penampilan keras, sekaligus menegaskan keberagaman genre di Hammersonic 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hari kedua Hammersonic Festival 2026 berjalan dengan dinamika yang lebih variatif dibanding hari pembuka. Sejak Minggu (3/5/2026) siang, atmosfer di NICE PIK 2, Tangerang, sudah terasa panas dengan pergerakan penonton yang mulai memadati venue.

Salah satu momen paling dinantikan, yakni debut penampilan unit pop-punk/emo asal Chicago, Knuckle Puck. Tampil di Hammer Stage pukul 16.00 WIB, band yang digawangi Joe Taylor (vokal), Kevin Maida (gitar), John Siorek (drum), Nick Casasanto (gitar), dan Ryan Rumchaks (bass) ini langsung memanaskan suasana lewat tembang “No Good”.

Suasana seketika pecah lantaran Hammerhead, sebutan untuk penggemar festival ini, melakukan singalong dan membentuk circle pit dari bawah panggung. Meski dibakar terik matahari, energi crowd tetap terjaga sejak awal.

Joe kemudian menyapa penonton sebelum membawakan hits andalan seperti “A New Beginning”, “Want Me Around”, “Evergreen”, hingga klimaksnya lewat lagu “Pretense”. Gemuruh suara penonton sepanjang repertoar menandakan invasi perdana Knuckle Puck di Hammersonic cukup sukses.

“Ini benar-benar luar biasa, saya bisa berada di sini. Terima kasih untuk yang telah hadir dan ikut bersenang-senang bersama kami. Kami Knuckle Puck dari Chicago, Amerika Serikat. Kami pastikan bakal kembali, sungguh sangat luar biasa,” kata Joe menutup penampilannya.

1. Gledek bawakan punk dibalut komedi, Malevolence hadirkan suasana lebih gelap

IMG_7339.jpeg
Hammersonic 2026. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Pindah ke Magnumotion Stage, Gledek menampilkan riff kasar dengan karakter punk yang dibalut komedi. Walau penuh canda, band ini tampil tanpa kompromi dengan tempo cepat yang memancing moshpit sepanjang repertoar.

Memasuki slot berikutnya, Malevolence yang mentas di Sonic Stage menghadirkan nuansa lebih tebal dan terstruktur. Band asal Sheffield ini mengandalkan kombinasi metalcore dan beatdown dengan groove yang kuat.

Beberapa lagu seperti “Malicious Intent” dan “Self Supremacy” menjadi titik intens dalam penampilan mereka. Vokalis Alex Taylor sempat menyapa penonton.

“Jakarta, make some noise!”, kata Alex yang langsung disambut pekik penonton.

Permainan ritmis yang presisi membuat pergerakan crowd terasa lebih kompak. Energi tetap tinggi, tetapi dengan kontrol yang lebih rapi dibanding set sebelumnya.

2. Unit hardcore/punk legendaris Agnostic Front bawakan lagu Ramones

IMG_7352.jpeg
Hammersonic 2026. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Memasuki malam, unit hardcore/punk Agnostic Front membawa warna klasik yang langsung terasa berbeda di hari kedua Hammersonic 2026. Band legendaris asal New York ini tampil lugas tanpa banyak gimmick, mengandalkan kecepatan dan energi kolektif.

Sejak lagu pembuka, suasana berubah menjadi lautan energi yang padat. Moshpit langsung terbentuk di beberapa titik, dengan penonton lintas generasi ikut larut dalam atmosfer hardcore yang mereka bangun sejak medio 80-an.

Vokalis Roger Miret beberapa kali menyapa penonton dengan gaya khasnya yang tegas namun penuh semangat, menjaga intensitas tetap tinggi sepanjang penampilan.

“Gotta Go” dan “For My Family” menjadi momen penting dengan respons singalong yang kuat. Roger Miret kembali berteriak, “This is hardcore music, this is unity!” yang mempertegas ikatan dengan penonton.

Salah satu momen menarik datang ketika Agnostic Front memberi penghormatan terhadap akar punk rock dengan menutup penampilannya lewat lagu milik Ramones, “Blitzkrieg Bop.”

Begitu intro “Hey! Ho! Let’s go!” terdengar, penonton langsung merespons dengan singalong masif yang mengubah area panggung menjadi perayaan punk klasik yang penuh nostalgia.

Penampilan mereka ditutup dengan suasana yang tetap membara, meninggalkan kesan bahwa meskipun sudah puluhan tahun berkarya, Agnostic Front masih mempertahankan api yang sama seperti ketika mereka pertama kali muncul.

3. Dashboard Confessional tutup Hammersonic 2026 dengan suasana kontras

6f0403a2-4c52-46f2-84da-079554338d52.jpeg
Hammersonic 2026. (IDN Times/Wahyu Kurniawan)

Sebagai penutup, Dashboard Confessional menghadirkan perubahan suasana yang cukup kontras. Pendekatan melodik mereka langsung menggeser atmosfer menjadi lebih emosional.

Hits andalan seperti “Belle of the Boulevard”, “Screaming Infidelities”, “Stolen”, “Vindicated”, dan “Hands Down” menjadi momen singalong terbesar malam itu. Chris Carrabba sempat berkata, “Thank you for singing with us tonight,” sebelum melanjutkan lagu berikutnya.

Penonton yang sebelumnya aktif di moshpit kini lebih statis dan larut dalam lirik. Nuansa yang tercipta terasa lebih personal meski berada di ruang festival besar.

Salah satu penonton dari Condet, Rafio (32), yang sudah menunggu pun semringah kembali menyaksikan band idoalnya sejak SMA.

"Nostalgia banget ini. Bawain lagu-lagu andalan. Meskipun capek nunggu dari sore, puas sih," ujarnya.

Penampilan penutup ini menghadirkan sisi berbeda dari keseluruhan rangkaian festival musik keras di hari terakhir. Emosi menjadi penekanan utama setelah dominasi energi keras sejak sore.

Secara keseluruhan, Hammersonic 2026 hari kedua menampilkan spektrum musik yang cukup luas. Dari hardcore hingga emo rock, semuanya tersaji dalam satu alur yang tetap terjaga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles