Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi panglima perang (pexels.com/Necati Ömer Karpuzoğlu)
  • Khalid bin Walid, sahabat Nabi dari Bani Makhzum, dikenal piawai berkuda serta menjadi panglima berkat keberanian dan strategi perangnya.
  • Khalid memeluk Islam pada 8 H setelah mendalami keyakinannya, melihat perkembangan Islam, dan mendapat dorongan melalui surat saudaranya, Al-Walid bin Al-Walid.
  • Ia mengikuti sekitar 100 perang dan bergelar Saifullah setelah Perang Mu'tah, tetapi wafat di tempat tidur pada 18 Ramadhan 21 H.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nabi Muhammad SAW adalah panutan bagi umat Islam dalam segala aspek kehidupan. Sifat-sifat Rasullullah berupa shiddiq (jujur), amanah, thabliq (menyampaikan kebenaran), serta fatanah (cerdas) yang patut diteladani. Nabi Muhammad SAW ditemani oleh para sahabat dalam perjalanan dakwahnya.

Rasulullah melakukan perang bukan bentuk penjajahan. Perang di zaman Rasulullah bertujuan untuk menjaga kedaulatan umat muslim. Salah satu sahabat Rasulullah yang kerap menjadi panglima perang yaitu Khalid bin Walid.

Meskipun Khalid bin Walid menjadi garda terdepan di perangan, tetapi beliau tidak wafat secara syahid. Kenapa alasannya? Kita bahas bersama-sama, yuk!

1. Siapa Khalid bin Walid?

ilustrasi Khalid bin Walid di medan perang (commons.wikimedia.org)

Khalid bin Walid adalah salah satu sahabat nabi yang aktif dalam peperangan. Beliau berasal dari keturunan Bani Makhzum (klan terkemuka suku Quraisy). Beberapa sumber mengatakan Khalid lahir pada 592 M di Makkah, Arab Saudi.

Keluarga Khalid termasuk golongan terpandang dan kaya raya. Walid bin Mughirah, ayah Khalid, mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Makkah sampai Thaif. Betapa luas kebun yang dimiliki.

Khalid bin Walid piawai menunggangi kuda. Berkat strategi perang dan keberaniannya, beliau sering dijadikan sebagai panglima perang sebelum dan sesudah masuk Islam.

2. Khalid bin Walid masuk Islam

ilustrasi masuk Islam (pexels.com/Daneswara Eka)

Proses masuk Islam Khalid bukanlah peristiwa yang tiba-tiba. Khalid mendalami dan mempertanyakan keyakinannya hingga meyakini Islam agama yang benar. Alasan Khalid masuk Islam yaitu menyadari Islam terus berkembang meskipun mendapatkan tekanan yang luar biasa hebatnya, selain itu adanya gejolak spiritual di hati Khalid sejak lama. Khalid bin Walid semakin yakin setelah memperoleh surat dari Al-Walid bin Al-Walid (saudaranya) yang sudah masuk Islam. Redaksi surat yang penuh kasih dan dorongan "...aku heran dengan kecerdasanmu, bagaimana Islam bisa tersembunyi darimu, padahal Islam adalah kebenaran yang nyata..." telah mengetuk titik terdalam Khalid.

Khalid bin Walid memeluk Islam pada 8 H, beberapa bulan sebelum Fath Makkah. Beliau masuk Islam bersama Amr bin Al-Ash dan Utsman bin Thalhah. Mereka bertiga pergi ke Madinah untuk menyatakan keislamannya kepada Rasulullah.

3. Kenapa Khalid bin Walid tidak wafat syahid?

ilustrasi Khalid ketika perang (pexels.com/Bounoua ayoub Bounoua)

Beberapa sumber mengatakan Khalid adalah sosok yang kuat, bahu lebar, perawakan kekar, dan janggut yang lebar.

Setelah masuk Islam, berbagai pertempuran diikuti mulai dari masa Rasulullah hingga Khalifah Umar bin Khattab. Perang fenomenal seperti perang Mu'tah, Fathu Makkah, perang Riddah, hingga perang Yarmuk. Khalid bin Walid memperoleh gelar Saifullah (Pedang Allah) atau lengkapnya Saifullah al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus).

Setelah masuk Islam, Khalid bin Walid ikut serta dalam perang Mut'ah. Rasulullah SAW memberikan gelar Saifullah setelah Khalid bin Walid mengambil komando kepemimpinan saat keadaan kritis di perang Mu'tah.

Meskipun banyak perang yang diikuti Khalid bin Walid, tetapi beliau tidak gugur di medan perang. Gelar 'Pedang Allah' sebagai simbol Allah menjaganya agar tidak kalah di peperangan. Allah memberikan takdir yang istimewa kepada hambanya. Khalid wafat dengan dijemput takdir di tempat tidurnya.

4. Detik-detik wafatnya Khalid

ilustrasi meninggal dunia di tempat tidur (pexels.com/Artem Podrez)

Allah mentakdirkan Khalid tidak wafat dalam perang. Khalid bin Walid wafat pada tanggal 18 Ramadhan tahun 21 H di rumahnya. Beliau tidak meninggalkan apapun di rumahnya, kecuali kuda, budak, senjata untuk berjihad, serta kopyah yang dijaga mati-matian oleh Khalid. Sebelum meninggal dunia, Khalid berkata:

"Aku telah ikut serta kurang lebih 100 perang. Tidak ada satu jengkal pun di tubuhku, kecuali bekas luka pukulan pedang, hujaman tombak, atau tusukan anak panah. Namun, lihatlah aku sekarang akan wafat di atas tempat tidurku. Maka, janganlah mata ini terpejamnya (wafat) sebagaimana mata orang penakut. Tidak ada suatu amalan yang aku harapkan dari laa ilaaha illallah, dan aku terus... menjaga kalimat tersebut (tidak berbuat syirik)".

Itulah alasan Khalid bin Walid tidak wafat secara syahid. Kematian adalah rahasia yang disimpan rapat oleh Allah SWT. Kita hanya perlu mempersiapkan segala amal baik untuk panggilan-Nya di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article