Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Motor Dulu atau Langsung Mobil? Kesalahan Umum Pria Awal Karier

ilustrasi pria memakai sarung tangan
ilustrasi pria memakai sarung tangan (pexels.com/Tiwi Riders)
Intinya sih...
  • Kesalahan: Langsung ambil mobil saat penghasilan belum stabil
    Mobil nyaman dan prestisius, tapi biayanya jauh dari sekadar cicilan. Banyak pria muda kaget saat separuh penghasilan habis untuk kendaraan.
  • Kesalahan: Menganggap motor hanya solusi sementara
    Motor sangat unggul untuk kota padat dan jarak dekat. Banyak pria sukses bertahun-tahun nyaman pakai motor sambil mengumpulkan aset lain.
  • Kesalahan: Tidak menghitung total biaya kepemilikan
    Orang sering cuma melihat harga beli atau cicilan. Mobil bisa menghabiskan jutaan per bulan di luar cicilan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di awal karier, banyak pria dihadapkan pada dilema klasik: beli motor dulu yang lebih murah dan praktis, atau langsung ambil mobil demi kenyamanan dan gengsi. Sekilas terlihat seperti keputusan sederhana, tapi dampaknya bisa panjang ke kondisi finansial. Salah langkah sedikit saja bisa bikin pengeluaran bulanan terasa berat bertahun-tahun.

Masalahnya, banyak keputusan ini diambil pakai emosi, bukan perhitungan realistis. Ada yang maksa kredit mobil demi terlihat mapan, ada juga yang terlalu lama menunda upgrade kendaraan padahal kebutuhan sudah berubah. Supaya tidak terjebak di kesalahan umum, yuk bahas dengan logis.

1. Kesalahan: Langsung ambil mobil saat penghasilan belum stabil

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)

Mobil memang nyaman dan prestisius, tapi biayanya jauh dari sekadar cicilan. Ada bensin, servis rutin, pajak, parkir, hingga asuransi. Totalnya bisa menggerus gaji bulanan tanpa terasa.

Banyak pria muda kaget saat separuh penghasilan habis untuk kendaraan. Akhirnya sulit nabung dan hidup dari gaji ke gaji. Mobil idealnya dibeli saat cash flow sudah aman.

2. Kesalahan: Menganggap motor hanya solusi sementara

ilustrasi motor (pexels.com.pexels)
ilustrasi motor (pexels.com.pexels)

Sebagian orang meremehkan motor seolah hanya kendaraan “tahap awal”. Padahal secara efisiensi, motor sangat unggul untuk kota padat dan jarak dekat. Biaya perawatan jauh lebih ringan.

Banyak pria sukses justru bertahun-tahun nyaman pakai motor sambil mengumpulkan aset lain. Motor bukan tanda belum sukses, tapi strategi finansial cerdas. Fokus dulu ke stabilitas.

3. Kesalahan: Tidak menghitung total biaya kepemilikan

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)

Orang sering cuma melihat harga beli atau cicilan. Padahal yang mahal justru biaya jangka panjang. Mobil bisa menghabiskan jutaan per bulan di luar cicilan.

Motor jauh lebih hemat bahan bakar dan servis. Selisih uang ini bisa dialihkan ke tabungan, investasi, atau upgrade skill. Perhitungan ini sering diabaikan pria awal karier.

4. Kesalahan: Membeli kendaraan demi gengsi sosial

ilustrasi naik motor saat hujan
ilustrasi naik motor saat hujan (pexels.com/cottonbro studio)

Tekanan lingkungan sering bikin pria ingin terlihat “naik kelas”. Padahal kondisi keuangan belum siap. Akhirnya memaksakan mobil demi citra.

Gengsi hanya bertahan sebentar, cicilan bertahun-tahun. Finansial yang sehat jauh lebih keren daripada terlihat mapan tapi stres tiap akhir bulan. Prioritas perlu dibalik.

5. Kesalahan: Tidak menyesuaikan dengan kebutuhan nyata

ilustrasi motor mogok
ilustrasi motor mogok (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau kerja sendiri, jarak dekat, dan jarang bawa keluarga, motor sudah sangat cukup. Mobil lebih relevan saat kebutuhan perjalanan jauh, kerja tim, atau keluarga bertambah.

Banyak orang beli mobil padahal jarang terpakai optimal. Ujungnya lebih sering parkir daripada jalan. Kendaraan seharusnya mendukung hidup, bukan jadi beban.

Kesimpulannya, untuk pria awal karier, motor biasanya pilihan paling rasional dan sehat finansial. Murah, praktis, dan memberi ruang besar untuk menabung dan berkembang. Mobil sebaiknya hadir saat kondisi ekonomi sudah kuat.

Bukan soal mana yang lebih keren, tapi mana yang paling masuk akal untuk fase hidupmu sekarang. Kendaraan yang tepat bisa mempercepat kesuksesan, yang salah justru menghambat diam-diam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

5 Rekomendasi Parfum Pria untuk Momen Lamaran, Wanginya Bikin Terkesan

02 Feb 2026, 15:13 WIBMen