Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Perbedaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Muslim Wajib Tahu!

3 min read
9 Perbedaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Muslim Wajib Tahu!
ilustrasi Masjid Nabawi (pexels.com/Aamir Nazir Lone)
  • Masjidil Haram di Makkah mengelilingi Ka'bah dan berada di Tanah Haram, sedangkan Masjid Nabawi di Madinah berkiblat ke arah Makkah seperti masjid umum.

  • Keutamaan sholat disebut 100.000 kali di Masjidil Haram dan 1.000 kali di Masjid Nabawi keduanya juga memiliki situs bersejarah serta lokasi doa mustajab berbeda.

  • Masjidil Haram berstruktur hingga empat lantai, halaman terbuka, dan hotel berjarak 2–4 kilometer, Masjid Nabawi memiliki payung otomatis, banyak halaqah, serta hotel yang lebih dekat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan masjid suci yang sangat dihormati oleh umat Islam. Meski sama-sama memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam ajaran Islam, keduanya memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya satu sama lain.

Penasaran, apa saja? Berikut beberapa perbedaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Simak sampai selesai, ya!

  1. 1. Arah Kiblat dan Bentuk Bangunan

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    ilustrasi masjidil haram (unsplash.com/hardiman hardiman)

    Perbedaan paling mendasar terletak pada posisi Ka’bah. Di Masjidil Haram, Ka’bah berada tepat di dalam kompleks masjid, sehingga sholat dilakukan secara melingkar mengelilinginya. Sebaliknya, Masjid Nabawi memiliki satu arah kiblat universal yang menghadap ke selatan menuju Makkah, layaknya masjid-masjid pada umumnya di seluruh dunia.

  2. 2. Status Wilayah dan Ketentuan Tanah Haram

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (pexels.com/Mustafa Fathy)

    Kawasan Masjidil Haram dinamakan demikian karena terletak di dalam wilayah "Tanah Haram", yaitu area khusus yang melarang orang non-muslim untuk memasukinya serta mengharamkan perbuatan buruk di dalamnya. Sementara itu, Masjid Nabawi berada di kota Madinah dengan aturan dan keutamaan wilayah tersendiri.

  3. 3. Keutamaan dan Pahala Sholat

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    ilustrasi haji (unsplash.com/tasnim umar)

    Berdasarkan riwayat hadis (HR. Ahmad), sholat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan 1.000 kali lebih baik dibandingkan sholat di masjid lain. Namun, keutamaan tersebut dilipatgandakan secara masif di Masjidil Haram, di mana sholat di sana bernilai 100.000 kali lebih utama daripada di masjid lainnya.

  4. 4. Struktur Tingkat dan Kapasitas Bangunan

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    ilustrasi haji (pexels.com/Earth Photart)

    Proyek perluasan Masjidil Haram terus berlanjut hingga kini dengan membangun struktur bertingkat (mencapai empat lantai) guna menampung jutaan jemaah. Sementara itu, bangunan Masjidil Haram lama dan perluasannya umumnya terdiri dari dua tingkat, di mana lantai kedua biasanya hanya dibuka saat jemaah membeludak di musim padat.

  5. 5. Karakteristik Pelindung Halaman Masjid

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    Payung Masjid Nabawi (pixabay.com/Glady)

    Halaman luar Masjidil Haram merupakan area terbuka tanpa peneduh permanen. Ketika siang hari, halaman ini menjadi sangat panas, meski marmer lantainya dirancang tetap sejuk di kaki. Di sisi lain, halaman Masjid Nabawi dilengkapi dengan deretan payung raksasa otomatis yang berfungsi melindungi jemaah dari terik matahari dan hujan, lengkap dengan sistem pendingin udara berupa blower air raksasa.

  6. 6. Jarak Akomodasi dan Penginapan Jemaah

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    Masjid Nabawi (unsplash.com/Sulthan Auliya)

    Lokasi penginapan jemaah haji reguler dan umrah memiliki dinamika jarak yang berbeda. Di Makkah, jemaah reguler umumnya menginap di hotel yang berjarak sekitar 2 hingga 4 kilometer dari Masjidil Haram dan memerlukan layanan bus sholawat 24 jam. Sebaliknya, di Madinah, sebagian besar hotel berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga jemaah dapat berjalan kaki dengan lebih fleksibel.

  7. 7. Keberadaan Tempat Bersejarah Utama

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    ilustrasi Masjid Nabawi (pexels.com/Aamir Nazir Lone)

    Di dalam kompleks Masjidil Haram terdapat berbagai situs bersejarah penting seperti Ka’bah, Hijr Ismail, Sumur Zamzam, Makam Ibrahim, serta jalur sa'i Bukit Shafa dan Marwa. Sementara itu, daya tarik utama di Masjid Nabawi mencakup makam Rasulullah SAW, para sahabat (Abu Bakar dan Umar), serta area Raudhah yang dikenal sebagai taman surga.

  8. 8. Tata Letak dan Suasana Kegiatan Pengajian

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    ilustrasi suasana salat malam di Masjid Nabawi (pexels.com/asap jpeg)

    Aktivitas keilmuan dan pengajian di kedua masjid memiliki nuansa yang berbeda. Di Masjidil Haram, pengajian biasanya diselenggarakan di sudut-sudut tertentu yang lebih tenang dan jarang mencolok bagi jemaah yang berlalu-lalang. Sebaliknya, di Masjid Nabawi, terdapat banyak sekali majelis ilmu atau halaqah terbuka yang membentuk lingkaran-lingkaran pengajian di berbagai penjuru masjid.

  9. 9. Tempat Berdoa

    perbedaan masjidil haram dan masjid nabawi
    Masjid Nabawi (unsplash.com/A Miah)

    Baik Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi menyediakan tempat mustajab untuk berdoa. Di Masjidil Haram, doa dapat dipanjatkan di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) secara bebas tanpa batasan durasi. Sebaliknya, di Masjid Nabawi, lokasi mustajab berada di Raudhah (area berkarpet hijau antara mimbar dan rumah Nabi). Karena kapasitasnya yang terbatas, pengunjung Raudhah wajib mendaftar via aplikasi secara online dengan ketentuan waktu kunjungan 15 menit dan hanya diperbolehkan sekali dalam sebulan.

    Itulah sembilan perbedaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang muslim wajib ketahui. Semoga informasi ini membantu!

9 Perbedaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Muslim Wajib Tahu!