5 Tips Gak Mudah Baper dengan Senior di Kampus, Maba Wajib Tahu!

- Mahasiswa baru diingatkan tidak langsung terpukau oleh kesan pertama senior, karena karakter seseorang perlu waktu untuk benar-benar dikenal.
- Sikap membantu senior tidak selalu berarti punya rasa suka; junior perlu membedakan kebaikan biasa dengan ketertarikan agar tidak membangun harapan berlebihan.
- Agar tidak mudah baper, mahasiswa disarankan fokus kuliah dan kegiatan positif, memperluas pergaulan kampus, serta menghindari terlalu sering memikirkan atau berkhayal tentang senior.
Memulai perjalanan di bangku kuliah adalah sesuatu yang menyenangkan dan bikin antusias. Bertemu teman baru, mengenal lingkungan baru, hingga suasana dan pengalaman yang gak dirasakan saat sekolah. Diantara banyak orang yang ditemui, salah satu yang biasa menarik perhatian adalah senior atau kakak tingkat.
Senior biasanya punya kesan yang dewasa, percaya diri, dan berpengalaman. Gak heran jika banyak mahasiswa baru (maba) atau junior yang kemudian naksir dengan seniornya. Meskipun naksir dengan seseorang di kampus adalah hal yang wajar, namun jatuh cinta terlalu cepat bisa menimbulkan harapan yang gak realistis dan malah bikin kecewa.
Nah, biar gak cepat baper dengan senior di kampus, berikut ini lima hal yang bisa diterapkan, khususnya bagi mahasiswa baru. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
Table of Content
1. Jangan langsung terpukau dengan kesan pertama

ilustrasi pria dan wanita ngobrol (pexels.com/Andrea Piacquadio) Melihat senior yang cerdas, jadi ketua organisasi, punya penampilan keren, dan perilaku yang sopan adalah pemandangan yang biasa di kampus. Ada banyak mahasiswa senior yang seperti itu. Sosok senior tersebut yang kemudian mudah membuat junior jatuh hati.
Biar gak mudah terbawa perasaan saat berinteraksi dengannya, kamu harus bisa menahan diri. Ingatlah bahwa setiap orang pasti punya kekurangan. Apa yang ditunjukkan di publik tentu gak menjamin karakter aslinya sama. Hindari langsung terpukau saat pertama kali bertemu atau hanya mengenalnya dari luar saja. Butuh waktu untuk bisa mengetahui karakter asli seseorang.
2. Bedakan antara sifat baik dan rasa suka

ilustrasi pria dan wanita ngobrol (pexels.com/Cottonbro Studio) Beberapa senior memang mempunyai karakter yang baik ke juniornya. Mulai dari membimbing juniornya, gak keberatan buat ditanya-tanya, hingga memberi pertolongan saat dibutuhkan. Alasan di balik sikap tersebut karena senior pernah berada di posisi junior dan tahu bagaimana rasanya jika membutuhkan bantuan.
Namun, gak sedikit junior yang kadang gak bisa membedakan antara sifat baik dan rasa suka. Misalnya saat ditawarkan bantuan, maka ia langsung menganggap bahwa senior tersebut punya rasa suka. Padahal, bisa saja niatnya memang hanya ingin menolong. Asumsi seperti itu hanya akan menimbulkan rasa kecewa dan sakit hati nantinya. Jadi, usahakan untuk dapat membedakan antara senior yang memang baik dengan mereka yang punya rasa lebih.
3. Cukup fokus pada perkuliahan

ilustrasi orang belajar (pexels.com/Artem Podrez) Memiliki rasa kagum dan suka ke seseorang adalah hal yang normal. Tetapi, perlu kamu ingat kembali apa tujuanmu berkuliah. Kehidupan perkuliahan seharusnya diutamakan untuk membangun masa depan, ketimbang memikirkan hal-hal romantis.
Cara termudah agar gak melulu memikirkan seseorang adalah dengan menyibukkan diri. Hadiri setiap kelas, ikut organisasi, datang ke acara seminar, serta berbagai kegiatan positif lainnya. Semakin sibuk dirimu, maka semakin sedikit waktu untuk membiarkan perasaan baper tersebut berkembang.
4. Kenal lebih banyak orang di lingkungan kampus

ilustrasi grup belajar (pexels.com/Ivan Samkov) Salah satu alasan junior mudah baper atau naksir senior adalah karena perhatian mereka hanya berfokus pada satu orang. Padahal, kamu bisa memperluas koneksi dengan mengenal lebih banyak orang di lingkungan kampus. Kamu bisa berkenalan dengan teman sejurusan, teman angkatan, rekan organisasi, hingga teman dari fakultas lain.
Bertemu dengan orang baru akan memperluas perspektif kamu dan mengurangi keterikatan emosional dengan satu orang. Kamu dapat melihat berbagai macam karakter orang yang gak kalah keren dan mengagumkan. Cara ini cukup ampuh biar gak terobesesi dengan satu orang saja.
5. Hindari terlalu sering memikirkan dia

ilustrasi pria dan wanita belajar bersama (pexels.com/Mikhail Nilov) Saat punya gebetan atau orang yang disukai, biasanya seseorang akan terus memikirkannya. Gak jarang juga ada yang mengkhayalkan tentang gebetannya tersebut. Bahkan, banyak orang sering berandai-andai dan membuat skenario romantis dengan orang yang ditaksirnya.
Hal tersebut justru semakin memperburuk perasaan. Sebab, ekspektasi terhadap orang yang disukai, misalnya senior, akan semakin meningkat. Padahal, bisa saja perasaanmu itu bertepuk sebelah tangan. Akhirnya, kamu sendiri yang akan repot jika baper dengan senior yang belum tentu punya perasaan yang sama.
Naksir ke kakak senior hingga terbawa perasaan merupakan hal yang sering terjadi, apalagi kepada mahasiswa baru. Supaya gak mudah baper dengan dia, ikuti lima tips di atas, ya.






















