Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya!
ilustrasi mewarnai rambut (pexels.com/Alan Garzón)
  • Dalam Islam, mewarnai rambut diperbolehkan selama tidak menggunakan warna hitam, berdasarkan hadis Rasulullah SAW kepada Abu Quhafah.
  • Rasulullah SAW sendiri tidak mewarnai rambutnya, dan sebagian ulama menilai tidak melakukannya lebih utama meski hukum mewarnai tetap boleh.
  • Warna hitam dilarang karena dianggap menipu usia, sementara pewarnaan lain bisa dianjurkan tergantung tradisi dan kondisi lingkungan sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hukum mewarnai rambut dalam Islam sering menjadi pertanyaan banyak orang. Ini karena sebagian orang butuh menyemir rambutnya karena sudah beruban maupun untuk menunjang penampilan. Agar mengetahui batasan mewarnai rambut dalam Islam, kamu perlu tahu bagaimana pandangan Islam dalam pewarnaan rambut.

Bolehkah umat muslim mewarnai rambut mereka? Kali ini IDN Times bakal bahas hukum mewarnai rambut dalam Islam. Karena Islam bisa sangat fleksibel dengan hukum tentang mewarnai rambut ini. Sehingga bisa memperkuat keputusan kamu untuk mewarnai rambut atau tidak. Jadi, simak pembahasannya di bawah ini, ya!

1. Islam memperbolehkan mewarnai rambut, asalkan jangan hitam

ilustrasi mewarnai rambut (unsplash.com/Mike Santos)

Dalam Islam, mewarnai rambut boleh dilakukan asalkan pewarna rambut yang digunakan bukan hitam. Ini berasal dari hadis Rasulullah SAW ketika beliau melihat ayah Abu Bakar, yakni Abu Quhafah. Rambut dan jenggot Abu Quhafah sudah putih karena uban dan usia yang menua.

Lalu Rasul mengatakan kepadanya untuk mengubah warna ubannya, tetapi jangan hitam. Dari sini menandakan bahwa dalam Islam, mengubah warna rambut itu boleh dilakukan asal bukan dengan warna hitam. Maka kamu tidak apa-apa untuk mewarnai rambut dengan warna yang kamu suka asal bukan hitam.

2. Meski diperbolehkan, tetapi Rasulullah tidak mewarnai rambutnya

ilustrasi mewarnai rambut (pexels.com/Engin Akyurt)

Meski dalam hadis Rasulullah SAW memperbolehkan mewarnai rambut, tetapi Rasul sendiri tidak mewarnai rambut dan ubannya. Beliau memang merawat rambut dengan minyak alami. Sehingga rambutnya sering terlihat kemerahan karena bahan alami pada minyak tersebut. Namun, itu bukan merupakan proses mengubah warna rambut.

Sebagian ulama mengatakan bahwa tidak mewarnai rambut lebih baik karena Rasul tidak melakukannya. Namun, melihat hadis sebelumnya, mewarnai rambut dalam Islam tetap diperbolehkan asal bukan dengan warna hitam. Jadi, tidak masalah kamu ingin mewarna rambut atau tidak, karena keduanya diperbolehkan asal bukan mewarnai dengan warna hitam yang dilarang oleh Rasul.

3. Warna hitam dilarang karena dianggap mengubah kenyataan usia

ilustrasi mewarnai rambut (pexels.com/John Diez )

Rasulullah SAW memang tidak mengatakan penyebab dilarangnya mewarnai rambut dengan warna hitam. Namun, para ulama mampu mengambil hikmahnya untuk memperjelas alasannya. Mewarnai rambut yang sudah beruban dan putih menjadi hitam, dianggap memiliki unsur menipu karena mengubah kenyataan.

Ini karena uban adalah tanda seseorang sudah menua. Dan ketika mengubah warna uban menjadi hitam, itu seperti mengubah penampilan yang aslinya sudah tua menjadi lebih muda kembali. Ini menjadi alasan kuat mengapa mewarnai rambut dengan warna hitam tidak diperbolehkan.

4. Mewarnai rambut justru dianjurkan jika lingkungan memang mendukung

ilustrasi mewarnai rambut (unsplash.com/Good Faces)

Mewarnai rambut bisa menjadi anjuran jika berada dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika tinggal atau berada di lingkungan masyarakat yang memiliki tradisi mewarnai rambut. Maka mewarnai rambut untuk menghormati tradisi justru dianjurkan.

Bahkan hukumnya makruh jika tidak melakukannya, karena mewarnai rambut tidak diharamkan asal bukan warna hitam. Begitu juga sebaliknya, ketika berada di lingkungan yang mayoritas masyarakatnya tidak mewarnai rambut, maka hukum mewarnai rambut menjadi makruh, dan tidak mewarnai rambut justru lebih dianjurkan. Sehingga Islam merupakan agama yang sangat fleksibel dalam menyesuaikan keadaan umatnya.

Jadi kini kamu sudah tahu bagaimana hukum mewarnai rambut dalam Islam, bukan? Ternyata hukumnya diperbolehkan asal tidak dengan warna hitam nih, bro. Maka kamu bisa lebih tenang saat ingin mengambil keputusan untuk mewarnai rambut atau tidak, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team