Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Bikin Bau Badan, Hindari!

5 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Bikin Bau Badan, Hindari!
ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Bau badan tidak selalu karena kurang mandi, tapi bisa muncul akibat kebiasaan kecil yang sering diabaikan dalam rutinitas harian.
  • Kebiasaan seperti jarang ganti pakaian setelah berkeringat, tidak mengeringkan tubuh dengan benar, dan memakai baju ketat dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.
  • Pola makan serta kebersihan area tubuh yang sering terlupakan juga berpengaruh besar terhadap aroma tubuh; menjaga keseimbangan ini bantu tingkatkan rasa percaya diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bau badan sering kali dianggap masalah kebersihan semata. Padahal, banyak orang sudah rutin mandi tetapi tetap mengalami aroma tubuh yang kurang sedap. Hal ini biasanya dipicu oleh kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa disadari.

Tanpa sadar, rutinitas harian yang terlihat biasa saja justru menjadi penyebab utama munculnya bau badan. Jika tidak diperhatikan, kebiasaan ini bisa memengaruhi rasa percaya diri saat beraktivitas maupun berinteraksi dengan orang lain. Berikut lima kebiasaan yang ternyata bisa menjadi penyebab bau badan.

Table of Content

1. Jarang mengganti pakaian setelah berkeringat

1. Jarang mengganti pakaian setelah berkeringat

ilustrasi botol minum
ilustrasi botol minum (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Banyak orang menunda mengganti pakaian setelah berolahraga atau beraktivitas berat. Padahal, pakaian yang lembap akibat keringat menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Kombinasi keringat dan bakteri inilah yang memicu aroma tidak sedap pada tubuh.

Keringat sebenarnya tidak berbau, tetapi bakteri yang memecah keringat menghasilkan aroma khas yang kurang nyaman. Mengganti pakaian sesegera mungkin setelah berkeringat membantu mencegah pertumbuhan bakteri. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif menjaga tubuh tetap segar sepanjang hari.

2. Tidak mengeringkan tubuh dengan benar setelah mandi

ilustrasi selesai mandi
ilustrasi selesai mandi (pexels.com/Ron Lach)

Mandi saja tidak cukup jika tubuh masih lembap setelahnya. Area lipatan tubuh seperti ketiak, leher, dan belakang lutut sering kali luput dari perhatian saat mengeringkan badan. Kondisi lembap ini menjadi lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur berkembang.

Menggunakan handuk bersih dan memastikan tubuh benar-benar kering dapat mengurangi risiko bau badan. Selain itu, mengganti handuk secara rutin juga penting karena handuk lembap dapat menyimpan mikroorganisme penyebab bau. Kebiasaan kecil ini sering dianggap sepele, tetapi dampaknya cukup besar.

3. Menggunakan pakaian terlalu ketat setiap hari

ilustrasi pakaian formal pria
ilustrasi pakaian formal pria (pexels.com/Laura Garcia)

Pakaian ketat memang terlihat rapi dan stylish, tetapi dapat menghambat sirkulasi udara pada tubuh. Kurangnya ventilasi membuat keringat terperangkap lebih lama di kulit. Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan bau badan.

Memilih bahan pakaian yang menyerap keringat seperti katun bisa menjadi solusi sederhana. Tubuh membutuhkan ruang untuk bernapas agar kelembapan tidak terjebak terlalu lama. Mengombinasikan kenyamanan dan gaya berpakaian membantu menjaga kebersihan tubuh secara alami.

4. Pola makan yang kurang diperhatikan

ilustrasi makan malam
ilustrasi makan malam (pexels.com/Michael Burrows)

Apa yang dikonsumsi ternyata memengaruhi aroma tubuh. Makanan dengan aroma kuat seperti bawang putih, bawang merah, atau makanan tinggi rempah dapat keluar melalui pori-pori kulit setelah dicerna tubuh. Inilah alasan mengapa bau badan terkadang muncul meski kebersihan tubuh sudah terjaga.

Mengonsumsi air putih yang cukup serta memperbanyak sayur dan buah membantu menetralisir aroma tubuh. Pola makan seimbang membuat metabolisme tubuh bekerja lebih optimal. Dengan begitu, aroma tubuh cenderung lebih segar secara alami.

5. Jarang membersihkan area yang sering terlupakan

ilustrasi mandi
ilustrasi mandi (pexels.com/Sergey Torbik)

Beberapa bagian tubuh sering terabaikan saat mandi, seperti belakang telinga, sela jari kaki, atau bagian punggung. Padahal, area tersebut mudah menjadi tempat penumpukan keringat dan sel kulit mati. Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, bau badan bisa muncul tanpa disadari.

Membersihkan seluruh bagian tubuh secara merata membantu mengurangi penumpukan bakteri penyebab bau. Menggunakan sabun antibakteri secukupnya juga dapat membantu menjaga kebersihan kulit. Konsistensi dalam menjaga kebersihan tubuh menjadi kunci utama untuk tetap percaya diri.

Bau badan bukan selalu disebabkan oleh kurang mandi, melainkan sering kali muncul dari kebiasaan kecil yang diabaikan setiap hari. Dengan memperbaiki rutinitas sederhana seperti mengganti pakaian, menjaga pola makan, dan memastikan tubuh tetap kering, masalah bau badan bisa diminimalkan. Mulai evaluasi kebiasaan harian dari sekarang agar tubuh terasa lebih segar dan rasa percaya diri tetap terjaga dalam setiap aktivitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us