Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Memilih Parfum untuk Pemula, Dijamin Gak Nyesel!

4 Tips Memilih Parfum untuk Pemula, Dijamin Gak Nyesel!
Ilustrasi parfum pria (pexels.com/Castorly Stock)
  • Kenali keluarga aroma dasar—fresh, aromatic, woody, dan oriental—agar pilihan sesuai karakter serta kebutuhan, dari kesan kasual hingga hangat dan berkarakter kuat.
  • Uji parfum langsung di kulit, tunggu 10–15 menit untuk melihat perkembangan aromanya, dan batasi maksimal tiga tester agar hidung tidak kelelahan.
  • Sesuaikan aroma dengan aktivitas serta perhatikan konsentrasi: fresh untuk siang hari, woody/oriental untuk malam; EDT dan EDP menawarkan ketahanan praktis bagi pemula.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beli parfum secara online karena tergiur review bagus, tetapi begitu sampai dan dicoba ternyata aromanya tidak sesuai ekspektasi sama sekali? Atau pergi ke counter parfum, mencium belasan tester sampai hidung mati rasa, dan akhirnya asal pilih yang paling familiar? Dua situasi itu sangat umum dialami cowok yang baru mau mulai serius soal parfum.

Memilih parfum memang tidak semudah kelihatannya karena aroma yang sama bisa tercium sangat berbeda di kulit yang berbeda, dan selera aroma setiap orang sangat personal. Tapi ada beberapa panduan sederhana yang bisa membuatmu jauh lebih percaya diri saat memilih parfum. Yuk, simak!

  1. 1. Kenali dulu jenis-jenis aroma dasar parfum pria

    Ilustrasi koleksi botol parfum pria berbagai warna
    Ilustrasi berbagai jenis parfum pria (pexels.com/ALOK DAS)

    Sebelum masuk ke counter atau membuka toko online, penting untuk tahu dulu keluarga aroma parfum pria yang paling umum agar kamu punya gambaran awal mana yang sesuai dengan karaktermu. Secara umum ada empat keluarga aroma utama yang sering ditemukan di parfum pria — woody atau kayu-kayuan yang hangat dan maskulin, fresh atau segar yang cocok untuk sehari-hari, oriental yang kaya dan sensual, serta aromatic yang bersih dan klasik.

    Kalau kamu tipe yang suka tampil kasual dan segar, keluarga fresh atau aromatic biasanya paling cocok untuk aktivitas sehari-hari. Kalau kamu lebih suka kesan yang hangat, dewasa, dan berkarakter kuat, keluarga woody atau oriental bisa jadi pilihan yang tepat. Mengetahui preferensi dasar ini akan sangat mempersempit pilihan dan membuat proses memilih parfum menjadi jauh lebih mudah dan terarah.

  2. 2. Coba di kulit sendiri, bukan di kertas tester

    Ilustrasi tangan menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan
    Ilustrasi menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan (pexels.com/MART PRODUCTION )

    Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan saat membeli parfum mencium tester di kertas karton lalu langsung memutuskan beli. Masalahnya, aroma parfum di kertas dan di kulit manusia bisa sangat berbeda. Kulit setiap orang punya pH, suhu, dan kadar minyak alami yang berbeda-beda dan semua itu mempengaruhi bagaimana molekul aroma berinteraksi dan berkembang di atas kulitmu secara unik.

    Minta izin untuk menyemprotkan sedikit parfum langsung ke pergelangan tanganmu, lalu tunggu setidaknya 10 hingga 15 menit sebelum menilainya. Aroma parfum berkembang dalam beberapa tahap yang disebut top note, middle note, dan base note dan kesan pertama yang tercium saat disemprotkan bisa sangat berbeda dari aroma yang akan kamu bawa sepanjang hari. Jangan terburu-buru memutuskan dan jangan mencoba lebih dari tiga parfum sekaligus karena hidung akan kelelahan dan tidak bisa membedakan aroma dengan akurat.

  3. 3. Sesuaikan parfum dengan suasana dan aktivitasmu

    Ilustrasi pria menyemprotkan parfum ke leher
    Ilustrasi pria menyemprotkan parfum ke leher (pexels.com/Franco Monsalvo)

    Tidak ada satu parfum yang cocok untuk semua situasi dan memahami hal ini adalah kunci untuk memilih parfum yang benar-benar tepat. Parfum yang kamu pakai ke kantor atau kampus sebaiknya berbeda dengan yang kamu pakai untuk kencan atau acara malam. Parfum dengan aroma berat dan kuat seperti oriental atau oud yang sangat berkesan di malam hari bisa terasa berlebihan dan menyengat di ruangan tertutup seperti kantor atau kelas.

    Untuk aktivitas sehari-hari dan suasana kasual, pilih parfum dengan aroma fresh, citrus, atau aquatic yang ringan dan tidak mengganggu orang di sekitarmu. Untuk acara yang lebih formal, malam hari, atau kencan, kamu bisa memilih aroma yang lebih kaya dan berkarakter seperti woody atau oriental. Kalau budget memungkinkan, idealnya punya minimal dua parfum untuk dua suasana yang berbeda satu untuk siang hari dan satu untuk malam atau acara spesial.

  4. 4. Perhatikan ketahanan parfum sebelum memutuskan membeli

    Ilustrasi pria menyemprotkan parfum ke leher
    Ilustrasi parfum pria (pexels.com/Suhas Hanjar)

    Banyak cowok yang membeli parfum tanpa memperhatikan konsentrasi atau ketahanannya dan kecewa saat parfum yang baru dibeli sudah tidak tercium hanya dua jam setelah disemprotkan. Ketahanan parfum ditentukan oleh konsentrasi minyak wangi di dalamnya, dan ini tercermin dari istilah yang tertera di botol parfum. Eau de Cologne (EDC) paling ringan dan bertahan sekitar dua hingga tiga jam, Eau de Toilette (EDT) bertahan empat hingga enam jam, Eau de Parfum (EDP) bisa bertahan enam hingga delapan jam, dan Parfum atau Extrait de Parfum adalah yang paling pekat dan bisa bertahan lebih dari delapan jam.

    Untuk cowok pemula yang ingin parfum tahan lama tanpa harus sering reapply, EDT atau EDP adalah pilihan yang paling praktis dan paling worth it dari sisi harga per pemakaian. Perhatikan juga cara menyimpan parfum jauhkan dari paparan sinar matahari langsung dan suhu panas karena bisa merusak komposisi aroma dan memperpendek umur parfummu secara signifikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles