Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Perbedaan Baju Koko dan Kurta? Cek di Sini!

Apa Perbedaan Baju Koko dan Kurta? Cek di Sini!
ilustrasi perbedaan baju koko dan kurta (pexels.com/RDNE Stock project | pexels.com/Abhishek Shekhawat)
Intinya Sih
5W1H
  • Baju koko berasal dari akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia, sedangkan kurta berakar dari tradisi India, Pakistan, dan Bangladesh dengan makna kemeja longgar tanpa kerah.
  • Koko memiliki potongan pendek dan rapi dengan kerah Shanghai, sementara kurta lebih panjang hingga lutut dengan siluet longgar serta variasi kerah sederhana atau tanpa kerah.
  • Dari segi bahan dan estetika, koko sering memakai katun tebal dengan bordir rumit, sedangkan kurta menggunakan kain ringan bernuansa minimalis untuk tampilan kasual nan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memilih busana muslim untuk acara spesial atau ibadah harian terkadang membuat kamu bingung karena pilihannya yang sangat beragam di pasar. Saat sedang berbelanja, kamu mungkin sering melihat dua jenis pakaian yang sekilas tampak mirip namun sebenarnya memiliki detail desain yang sangat kontras, seperti koko dan kurta. Nah, memahami perbedaan baju koko dan kurta akan membantu kamu tampil lebih percaya diri tanpa takut salah kostum saat menghadiri momen-momen penting.

Guys, pengetahuan tentang detail desain dan asal-usul pakaian ini bukan hanya soal mengikuti tren fashion semata bagi kaum pria. Dengan mengenal karakteristik masing-masing busana, kamu bisa menyesuaikan pilihan baju dengan bentuk tubuh atau jenis acara yang akan dihadiri agar tetap nyaman. Mari lebih mengenal sisi unik dari kedua busana populer ini agar kamu gak lagi bingung menentukan pilihan yang paling sesuai dengan karaktermu.

Table of Content

1. Asal-usul budaya dan sejarah yang melatarbelakanginya

1. Asal-usul budaya dan sejarah yang melatarbelakanginya

ilustrasi kurta yang berasal dari Asia Selatan
ilustrasi kurta yang berasal dari Asia Selatan (pexels.com/Gustavo Fring)

Baju koko sebenarnya berakar dari pakaian tradisional pria Tionghoa yang disebut Tui-Khim. Di Indonesia, pakaian ini mengalami proses akulturasi budaya yang panjang hingga akhirnya identik dengan identitas muslim lokal. Nama "koko" sendiri diyakini berasal dari sebutan untuk pria Tionghoa, yaitu "engkoko", yang kemudian diserap menjadi istilah populer di masyarakat kita.

Sementara itu, kurta memiliki akar budaya yang sangat kuat di wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh. Kata "kurta" berasal dari bahasa Persia yang secara harfiah berarti kemeja tanpa kerah atau dengan kerah pendek. Pakaian ini awalnya didesain sebagai busana harian yang longgar untuk menghadapi iklim tropis yang panas di wilayah Asia Tengah dan Selatan.


2. Perbedaan potongan panjang baju dan siluet badan

ilustrasi pakaian kurta
ilustrasi pakaian kurta (pexels.com/The kzari design studio)

Jika kamu melihat dari segi potongan badan, perbedaan baju koko dan kurta terlihat sangat mencolok pada bagian panjang kainnya. Baju koko umumnya memiliki potongan yang lebih pendek, biasanya hanya sampai sebatas pinggul atau sedikit di bawah pinggang layaknya kemeja formal. Hal ini membuat baju koko memberikan kesan yang lebih rapi, ringkas, dan sangat cocok jika kamu ingin memadukannya dengan sarung atau celana kain.

Berbanding terbalik dengan koko, kurta memiliki ciri khas potongan yang jauh lebih panjang, yakni mencapai lutut atau setidaknya menutupi bagian pantat. Siluet kurta dibuat lebih longgar dan biasanya dilengkapi dengan belahan di kedua sisi samping untuk memudahkan ruang gerak kaki. Potongan yang panjang ini memberikan kesan yang lebih relaks namun tetap memberikan perlindungan maksimal saat kamu melakukan gerakan salat, kok.


3. Detail kerah dan sistem kancing yang menjadi ciri khas

ilustrasi baju koko identik dengan kerah tegak
ilustrasi baju koko identik dengan kerah tegak (pexels.com/Thirdman)

Detail kerah juga menjadi pembeda yang signifikan antara kedua jenis pakaian pria yang sangat populer di tanah air ini. Baju koko identik dengan penggunaan kerah tegak atau yang sering dikenal dengan istilah kerah Shanghai. Desain kerah ini memberikan kesan yang formal dan tegas pada bagian leher sehingga cocok dipakai untuk acara-acara resmi seperti akad nikah atau silaturahmi formal.

Di sisi lain, kurta memiliki variasi kerah yang lebih sederhana dan terkadang justru gak memiliki kerah sama sekali atau disebut model neckline. Jika memiliki kerah pun, biasanya bentuknya lebih pendek dan tak sekaku kerah pada baju koko tradisional. Perbedaan ini membuat kurta seringkali dianggap sebagai pakaian yang lebih kasual dan nyaman digunakan untuk aktivitas santai di luar ruangan atau pengajian rutin.

4. Karakteristik bahan dan penggunaan dalam aktivitas harian

ilustrasi kurta
ilustrasi kurta (pexels.com/Sadanand Gunaga)

Dari sisi fungsionalitas dan kenyamanan bahan, terdapat perbedaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di daerah asalnya masing-masing. Mengingat fungsinya di Asia Selatan yang panas, kurta seringkali menggunakan bahan yang sangat ringan dan breathable seperti katun cambric, linen, atau sutra tipis. Penggunaan bahan yang ringan ini bertujuan agar kamu tetap merasa sejuk meskipun sedang melakukan banyak aktivitas di bawah terik matahari.

Baju koko di Indonesia juga banyak menggunakan material katun, tetapi variasinya jauh lebih luas mengikuti perkembangan industri tekstil lokal. Kamu bisa menemukan baju koko dengan bahan katun poplin, kain bordir yang cenderung tebal, hingga bahan jacquard yang memberikan kesan mewah. Menurut informasi dari situs belanja online kredibel, baju koko di Indonesia sering kali diberi tambahan detail bordir yang rumit pada bagian dada sebagai elemen estetika utama.

5. Perbedaan aksen ornamen dan estetika visual desain

ilustrasi baju koko memiliki aksen bordir di dada
ilustrasi baju koko memiliki aksen bordir di dada (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika kamu memperhatikan detail hiasannya, baju koko dan kurta memiliki pendekatan estetika yang berbeda pada bagian permukaannya. Baju koko di Indonesi sangat identik dengan penggunaan bordir (embroidery) yang terletak secara vertikal di bagian dada atau di sekitar kancing depan. Ornamen ini biasanya menjadi nilai jual utama yang menunjukkan tingkat kemewahan sebuah baju koko.

Sebaliknya, kurta tradisional cenderung lebih minimalis dalam hal bordir dan lebih menonjolkan tekstur kain atau motif cetak (print). Banyak desain kurta modern yang hanya menggunakan satu warna solid tanpa hiasan apa pun, atau hanya memberikan aksen kecil pada bagian ujung lengan. Hal ini membuat kurta kerap menjadi pilihan bagi kamu yang ingin tampil dengan gaya clean look tanpa banyak detail yang mencolok mata.

Memahami secara detail mengenai perbedaan baju koko dan kurta kini membuat kamu bisa lebih cerdas dalam menentukan gaya busana yang paling pas sesuai kebutuhan. Apakah kamu lebih menyukai gaya klasik minimalis dengan baju koko atau ingin tampil lebih berani dengan siluet panjang khas kurta? Apa pun pilihannya, pastikan kamu selalu memperhatikan kualitas bahan dan ukuran agar kenyamanan tetap menjadi prioritas utama di setiap kesempatan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More