Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Bahan Pakaian yang Mudah Luntur, Teliti Sebelum Membeli
ilustrasi bahan pakaian yang mudah luntur (unsplash.com/Nik)
  • Lima bahan pakaian seperti rayon, katun, denim, sutra, dan polyester disebut mudah luntur jika tidak dirawat dengan benar sesuai karakteristik seratnya.
  • Penyebab utama warna cepat pudar antara lain proses pewarnaan buruk, penggunaan detergen tidak tepat, air panas, serta penjemuran langsung di bawah sinar matahari.
  • Konsumen disarankan meneliti jenis kain sebelum membeli dan menyesuaikan cara perawatan agar warna pakaian tetap awet dan tidak mudah kusam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Laporan mengenai lima jenis bahan pakaian yang mudah luntur serta faktor-faktor penyebab pudarnya warna pada kain setelah digunakan atau dicuci.
  • Who?
    Pembeli dan pengguna pakaian, terutama mereka yang menggunakan bahan rayon, katun, denim, sutra, dan polyester kualitas rendah.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi secara umum di berbagai tempat produksi dan penggunaan pakaian, tanpa lokasi spesifik disebutkan.
  • When?
    Informasi disampaikan sebagai panduan terkini bagi konsumen saat memilih dan merawat pakaian agar tidak mudah luntur.
  • Why?
    Pewarnaan yang kurang tepat, kualitas serat alami yang rentan, serta cara pencucian dan penjemuran yang salah menyebabkan warna kain cepat pudar.
  • How?
    Bahan tertentu seperti rayon atau sutra mudah luntur karena struktur seratnya sensitif terhadap air panas, deterjen kuat, atau paparan sinar matahari berlebih saat perawatan dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pudarnya warna pakaian adalah hal umum yang ditemui. Namun, bisa sangat mengganggu jika sampai mempengaruhi tampilan pakaian. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis bahan pakaian.

Bahan pakaian dengan serat alami biasanya lebih rentan untuk luntur. Oleh sebab itu, penting untuk memilih jenis bahan pakaian sebelum membeli. Berikut lima jenis bahan pakaian yang mudah luntur.

1. Rayon

ilustrasi pakaian bahan rayon (unsplash.com/JSB Co.)

Rayon banyak dipilih karena mampu menyerap keringan dengan baik. Gak heran jika kain rayon banyak digunakan dalam pembuatan berbagai jenis pakaian. Terlepas dari kelebihannya, kekurangan yang sering ditemui pada rayon adalah mudah luntur.

Kain rayon menjadi lebih rentan luntur saat terkena air. Karena itu, perawatannya perlu perhatian ekstra agar warna dan teksturnya tetap terjaga. Hindari penggunaan pemutih yang dapat merusak serat dan sebaiknya cuci dengan tangan tanpa disikat agar kain tetap halus.

2. Katun

ilustrasi bahan kain katun (unsplash.com/EZcurtain Life)

Sebagian besar jenis kain katun memang tidak mudah luntur. Namun, kain katun bisa cepat luntur jika melalui proses pewarnaan yang salah sehingga warna tidak menempel dengan benar. Selain itu, cara perawatan yang salah juga bisa membuat warna pada katun mudah luntur.

Warna-warna gelap atau kontras seperti hitam, dongker, atau merah pada bahan katun sering kali mengalami bleeding atau luntur. Struktur serat alaminya memiliki keterbatasan dalam menyerap jumlah pigmen yang berlebihan, sehingga sisa warna akan larut saat pakaian direndam dalam waktu lama. Makanya, kain katun tidak bisa direndam dalam waktu yang lama.

3. Denim

ilustrasi celana panjang dengan bahan denim (pexels.com/Karola G)

Dalam dunia fashion, denim jadi salah satu bahan favorit banyak orang. Masalahnya sebagian orang mungkin mengeluhkan warna denim yang sering luntur saat beberapa kali dicuci. Warna kain denim yang luntur membuat tampilan menjadi kusam, terutama pada area lipatan dan gesekan.

Denim yang mudah luntur biasanya karena masih menggunakan teknik pewarnaan tradisional, seperti indigo dye. Di mana warna hanya menempel pada permukaan luar serat, tidak sampai menyerap ke dalam. Penggunaan detergen dengan bahan yang kuat dan paparan sinar matahari juga bisa menyebabkan denim cepat pudar.

4. Sutra

ilustrasi bahan sutra (pexels.com/Beyzaa Yurtkuran)

Kain sutra memberikan kenyaman maksimal bagi penggunanya karena memiliki tekstur sangat lembut, halus, berkilau, dan terasa dingin. Di sisi lain, kain sutra memerlukan perawatan ekstra. Serat pada kain sutra sangat sensitif terhadap zat kimia.

Jika terkena deterjen dengan pH tinggi (basa) atau air yang terlalu panas, warna kain sutra akan mudah luntur. Mencuci dengan tangan biasanya lebih disarankan karena sutra lebih sensitif terhadap gesekan mesin cuci. Bahkan beberapa kain sutra diberi label yang menyarankan metode dry clean.

5. Polyester

ilustrasi bahan kain polyester (unsplash.com/Virginia Marina)

Polyester memang dikenal sebagai bahan yang stabil dan tidak mudah luntur walau sering dicuci. Namun, kualitas tetap menentukan daya tahannya. Polyester dengan harga murah biasanya menggunakan pewarna dispersi berkualitas rendah.

Akibatnya, warna lebih cepat pudar dan tampak kusam setelah beberapa kali pencucian. Polyester dengan kualitas rendah biasanya berbau menyengat saat dilakukan pencucian pertama. Warnanya juga terlihat sangat cerah sehingga banyak orang tergoda membelinya.

6. Penyebab warna baju luntur

menjemur baju (unsplash.com/Vidar Nordli-Mathisen)

Selain jenis kain, ada beberapa faktor yang menyebabkan warna pada kain bisa mudah luntur. Mulai dari proses produksi yang buruk hingga cara perawatan yang salah. Berikut penyebab warna baju cepat luntur:

  • Kain diwarnai dengan kualitas pewarnaan yang buruk.

  • Mencuci dengan air panas sehingga menyebabkan serat rusak.

  • Salah memilih detergen untuk mencuci pakaian.

  • Tidak memisahkan pakaian berdasarkan warna saat mencuci.

  • Menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.

  • Merendam pakaian terlalu lama.

  • Mengeringkan pakaian dengan bahan sensitif dengan mesin pengering.

Mengetahui jenis pakaian sebelum membeli sangatlah penting agar cara perawatannya bisa disesuaikan dengan jenis kain. Kamu juga harus memperhatikan harga, jangan mudah tergiur dengan harga mudah. Sebab, kain yang mudah luntur biasanya melalui proses pewarnaan yang tidak tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team