Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Mencuci yang Bikin Pakaian Tidak Benar-benar Bersih

mencuci pakaian
ilustrasi mencuci pakaian (freepik.com/pressfoto)

Mencuci sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Kegiatan ini tentu saja bertujuan untuk membersihkan pakaian agar bisa digunakan berulang kali. Namun, demi menghemat waktu, banyak orang memilih mencuci dengan cepat, sehingga melewatkan tahapan detail sebelum proses pencucian.

Meskipun terdengar sepele, mengabaikan langkah-langkah detail sebelum mencuci, mulai dari memilah pakaian berdasarkan warna dan bahannya, membersihkan noda membandel, sampai mengukur seberapa banyak deterjen yang perlu digunakan, bisa berpengaruh terhadap kebersihan pakaian.

Jangan sampai pakaian yang seharusnya bersih setelah dicuci, justru masih kotor. Yuk, simak beberapa kesalahan mencuci yang bikin pakaian tidak benar-benar bersih!

1. Tidak memisahkan pakaian sesuai warna dan bahannya

ilustrasi anak belajar mencuci pakaian (pexels.com/Nicola Barts)
ilustrasi anak belajar mencuci pakaian (pexels.com/Nicola Barts)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang ketika mencuci adalah tidak memisahkan pakaian sesuai warna dan bahannya. Meski tampaknya sederhana, tapi cara ini bisa membantu mencegah pakaian kotor akibat terkena lunturan dari warna pakaian lain.

Biasanya, pakaian yang berwarna gelap dan pekat cenderung mudah luntur ketika dicuci. Hal ini akan berdampak buruk pakaian lain, terutama yang berwarna cerah, seperti putih.

“Ya, ini bisa berarti mencuci lebih banyak cucian, tapi jika kamu tidak memilah dan hanya memasukkan semuanya bersama-sama, kamu akan membuat masalah baru, yaitu perpindahan warna atau penumpukan serat,” ujar Mary Gagliardi, ilmuwan dan ahli kebersihan internal Clorox, dilansir Martha Stewart.

2. Tidak membersihkan noda sebelum mencuci

mencuci menggunakan mesin cuci
ilustrasi mencuci menggunakan mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Ketika kamu melihat ada noda mencolok pada pakaian, ada baiknya bila membersihkan noda tersebut lebih dulu sebelum proses pencucian secara menyeluruh. Sebab, semakin cepat kamu membersihkan noda, maka semakin besar peluangnya untuk hilang.

Namun, sebagian orang mungkin berpikir bahwa noda bisa hilang jika langsung dilakukan proses mencuci secara menyeluruh. Dikutip Good House Keeping, nyatanya anggapan tersebut keliru. Tidak membersihkan noda sebelum mencuci berpotensi membuat noda tersebut semakin menempel pada serat kain. Akibatnya, pakaian tidak hanya terlihat kotor, tetapi juga tampak kusam.

3. Terlalu banyak menggunakan deterjen

menuang deterjen ke mesin cuci
ilustrasi menuang deterjen ke mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Walaupun menuang banyak deterjen tampaknya bisa membuat pakaian lebih bersih, Sarah Armstrong, manajer merek produk baru untuk Maytag, memperingatkan agar tidak memakai terlalu banyak atau sedikit deterjen. Laman Good House Keeping, menyebut, terlalu banyak menggunakan deterjen akan menimbulkan banyak busa. Hal ini bisa meninggalkan residu pada pakaian dan membuat kotoran lebih sulit terangkat.

“Apalagi, jika kamu mencuci dengan mesin cuci. Menggunakan terlalu banyak deterjen dapat mengurangi gesekan dalam proses mencuci di mesin, yang berarti pakaianmu mungkin tidak akan sebersih yang kamu kira jika tidak menggunakan deterjen secukupnya,” tambah Armstrong, dikutip dari Martha Stewart.

4. Menggunakan pelembut pakaian terlalu banyak

menuang pelembut pakaian
ilustrasi menuang pelembut pakaian (pexels.com/RDNE Stock project)

Mirip seperti poin sebelumnya, kesalahan umum yang bikin pakaian tidak benar-benar bersih setelah dicuci adalah terlalu banyak menggunakan pelembut. Tindakan ini bisa memicu penumpukkan residu pada serat kain, mengurangi daya serap kain, serta menimbulkan bau tak sedap.

“Kekeliruan yang kerap terjadi adalah pelembut pakaian yang terlalu banyak bisa menyebabkan penumpukan residu pada kain dan membuat pakaian tetap kotor,” kata Armstrong. “Sebaiknya, periksa kemasan merek pelembut guna mengetahui takaran yang tepat untuk digunakan,” imbuhnya.

5. Tidak memeriksa label perawatan pada pakaian

label perawatan pada pakaian
ilustrasi label perawatan pada pakaian (pexels.com/Dmitriy Steinke)

Ketika kamu membeli sebuah pakaian, baik itu baju, celana, rok, jaket, dan lainnya, tentu kamu akan mendapati sebuah label kecil di dalam busana tersebut yang menunjukkan tata cara perawatannya. Namun, lagi-lagi banyak orang mengabaikan label tersebut dan langsung mencuci pakaian sesuka hati. Keputusan ini tanpa disadari bisa membuat pakaian sulit bersih saat dicuci, bahkan cepat rusak.

“Memeriksa label perawatan pada pakaian sangat penting karena akan membantu menjaga pakaian tetap awet," kata Armstrong. "Label perawatan pakaian juga akan memberimu informasi penting tentang cara mencuci pakaian dengan benar," tandasnya.

Mencuci pakaian bukan sekadar menuangkan deterjen atau memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci dan selesai, tetapi juga upaya untuk merawat pakaian agar bertahan lama. Mencuci dengan cara yang benar bisa membantu pakaianmu bersih dengan sempurna. Oleh karenanya, jangan sampai kamu melakukan kesalahan-kesalahan di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Kesalahan Mencuci yang Bikin Pakaian Tidak Benar-benar Bersih

17 Feb 2026, 18:45 WIBLife