Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Berpenampilan Minimalis untuk Cowok agar Tetap Stylish
ilustrasi outfit minimalis (unsplash.com/Brooke Cagle)
  • Gaya minimalis tidak harus serba polos; pilih warna favorit sebagai dasar dan padukan warna terang dengan bawahan netral agar tetap seimbang.
  • Utamakan ukuran pakaian yang pas di tubuh, termasuk bahu, panjang lengan, dan jatuh celana, bukan hanya mengandalkan label ukuran.
  • Gunakan aksesori serta sepatu yang sering dipakai, lalu eksplorasi ulang kombinasi pakaian yang sudah ada sebelum membeli item baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berpakaian minimalis sering disamakan dengan pakaian yang serba polos dengan mengenakan warna-warna yang aman. Padahal, tampil minimalis gak selalu berarti harus mengenakan kaus putih, celana hitam, dan sneakers putih setiap hari. Kemeja bermotif, celana berwarna, atau aksesori favorit tetap bisa dipakai tanpa membuat penampilan terlihat berlebihan.

style="text-align: justify;">Hal yang sering banyak orang lupakan justru ada pada pilihan pakaian dan cara memadukannya. Kamu gak perlu punya walking closet untuk bisa berganti outfit setiap hari. Beberapa kebiasaan berikut bisa membantu kalau kamu ingin mulai berpakaian minimalis tetapi tetap terlihat stylish.

1. Pilih warna yang memang kamu suka

ilustrasi baju (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Daripada sibuk membeli baju dengan warna yang sedang nge-tren, coba lihat isi lemari kamu sendiri. Kalau ternyata sebagian besar baju kamu berwarna hitam, putih, abu-abu, navy, atau cokelat, gak ada alasan untuk membeli baru demi mengejar gaya tertentu. Warna-warna tersebut justru enak dijadikan base karena gampang untuk dipadukan dengan celana atau atasan lain.

Memilih warna basic atau minimalis bukan artinya kamu gak boleh memiliki pakaian warna terang. Kaus warna merah, biru, atau hijau tetap bisa kamu pertahankan di lemari selama kamu memang suka dan nyaman memakainya. Tinggal pasangkan saja dengan celana yang warnanya lebih netral supaya penampilannya gak terlalu ramai.

2. Cari ukuran yang benar-benar pas di badan

ilustrasi kaos dan jeans (pexels.com/Luiz Woellner Fotografia)

Baju yang modelnya bagus belum tentu enak dilihat kalau ukurannya gak pas. Bahu kemeja yang kelewat turun, lengan yang kepanjangan, atau celana yang ujungnya numpuk di atas sepatu biasanya langsung kelihatan kurang nyaman saat dipakai. Apalagi kalau bajunya polos, detail seperti itu justru makin mudah mencuri perhatian.

Kaus yang longgar atau oversize tetap oke kamu kenakan. Begitu juga dengan celana straight atau regular yang gak harus menempel di kaki. Saat membeli baju, coba perhatikan bagian bahu, panjang lengan, dan jatuhnya pakaian ketika dikenakan, bukan cuma S, M, atau L di label. Karena biasanya ukuran S untuk merk A bisa berbeda dengan ukuran S untuk merek B.

3. Pakai aksesori yang memang sering kamu gunakan

ilustrasi jam tangan (unsplash.com/Andreas Bentele)

Kalau sehari-hari kamu memang selalu memakai jam tangan, aksesori tersebut sudah cukup untuk melengkapi penampilan. Kaus dan jeans yang sederhana pun gak akan terasa basic ketika dipadukan dengan jam tangan yang biasa kamu kenakan. Gak perlu membeli beberapa aksesori sekaligus hanya karena ingin mengubah penampilan agar terlihat minimalis, kok.

Kacamata, topi, gelang, atau cincin juga sah-sah saja dipakai kalau memang sesuai dengan keseharianmu. Masalahnya, aksesori yang cuma dipakai sesekali biasanya malah berakhir tersimpan di laci. Lebih baik punya satu atau dua barang yang benar-benar kamu suka dan hampir selalu kepakai daripada memenuhi meja dengan aksesori yang jarang disentuh.

4. Perhatikan sepatu sebelum berangkat

ilustrasi loafers (pexels.com/Elnur Memmednebiyev)

Sering kali baju dan celana sudah beres kamu kenakan, baru kemudian bingung mau memakai sepatu yang mana. Padahal, mengganti sepatu saja sudah cukup mengubah tampilan kamu secara keseluruahan. Kaus dan jeans dengan sneakers putih akan terasa casual, sedangkan sepatu hitam atau loafers memberi kesan yang berbeda meskipun bajunya tetap sama.

Karena itu, pilih sepatu berdasarkan pakaian yang memang paling sering kamu kenakan. Kalau isi lemari lebih banyak kaus, jeans, dan celana chino, sneakers tentu akan lebih sering kamu pakai. Gak perlu membeli sepatu untuk setiap jenis outfit kalau pada akhirnya dipakai sesekali.

5. Coba pasangkan lagi baju yang sudah ada

ilustrasi outfit simpel (pexels.com/cottonbro studio)

Kadang isi lemari sebenarnya sudah lebih dari cukup, hanya saja kamu terus mengulang mix and match yang sama. Kemeja putih selalu kamu pakai dengan celana hitam, jeans biru selalu dengan kaus tertentu, sementara celana chino cuma dipakai ketika ada acara yang agak formal. Lama-lama kamu merasa seperti gak punya banyak pilihan outfit untuk kamu kenakan.

Coba tukar kombinasinya sebelum memutuskan membeli baju baru. Kemeja putih, misalnya, bisa dicoba dengan jeans biru, sementara kaus yang biasanya kamu kenakan dengan jeans bisa dipasangkan dengan chino. Dari kebiasaan mencoba mix and match seperti ini, kamu mungkin menemukan beberapa paasang outfit yang selama ini jarang dipakai ternyata jauh lebih keren saat dikenakan.

Berpakaian minimalis bukan berarti kamu harus membatasi diri pada pakaian yang serba polos. Karena yang penting, pakaian yang kamu pilih memang nyaman dipakai dan gampang dicocokkan satu sama lain. Dengan begitu, kamu gak perlu lama-lama berdiri di depan lemari hanya untuk menentukan mau pakai apa hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article