Dari Ibnu Abbas Ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang tidak mempunyai izar (sarung) maka hendaklah ia mengenakan celana panjang, dan barang siapa tidak memiliki sepasang sandal, maka hendaklah ia mengenakan sepasang khuf (sepatu kulit).” [H.R. Bukhari]
5 Jenis Pakaian di Masa Rasulullah yang Estetik, Gak Cuma Gamis

- Artikel membahas lima jenis pakaian di masa Rasulullah SAW seperti al-izar, gamis, al-burnus, at-tubban, dan serban yang memiliki nilai fungsional serta estetika tinggi.
- Setiap jenis pakaian dijelaskan manfaatnya, mulai dari kenyamanan, kesederhanaan, hingga perlindungan tubuh sesuai ajaran Rasulullah yang menekankan kesopanan dan efisiensi.
- Tulisan menyoroti bahwa gaya berpakaian ala Rasulullah tetap relevan dan bisa dipadukan dengan tren modern tanpa meninggalkan nilai religius dan makna spiritual.
Apakah kamu sedang bingung mau pakai OOTD apa buat ke pengajian atau Lebaran nanti, tapi ingin tetap ada unsur sunahnya? Membahas jenis pakaian di masa Rasulullah itu sebenarnya seru banget karena ternyata gaya berpakaian beliau itu sangat timeless dan jauh dari kesan kuno. Kamu pasti ingin tetap tampil keren dan sopan di tengah gempuran tren fast fashion yang perubahannya sangat cepat.
Kalau kamu gak tahu asal-usul atau jenis pakaian yang dipakai Nabi Muhammad SAW, kamu bisa terjebak dalam cost belanja yang tinggi cuma buat ikut-ikutan tren luar. Bayangkan kalau kamu cuma fokus sama look luar tapi gak dapet nilai positif dari kesederhanaan yang diajarkan Rasulullah. Kamu perlu tahu dasar-dasar ini supaya gaya berpakaianmu bukan cuma soal lifestyle, tapi juga jadi investasi akhirat yang dapat pahala.
Table of Content
1. Pakai Al-Izar buat bawahan

Al-Izar ini sebenarnya kain bawahan yang mirip sama sarung yang sering kamu lihat sekarang. Di jaman dulu, kain ini jadi basic item karena praktis dipakai untuk aktivitas sehari-hari yang padat. Kamu bisa menganggapnya sebagai essential wear yang punya fleksibilitas tinggi buat bergerak bebas di cuaca panas.
Secara opportunity cost, memilih kain yang simpel kayak gini bakal menghemat waktu kamu buat dandan di pagi hari. Gak perlu ribet sama kancing atau resleting, yang penting ikatannya kuat dan menutup aurat dengan sempurna. Lagian, pakai sarung atau kain bawahan sekarang sudah jadi tren ethnic wear yang keren banget kalau dipadukan sama kaos atau kemeja polos, kok.
2. Pilih gamis yang nyaman

Gamis atau qamish adalah potongan baju kurung yang panjangnya menutupi sebagian betis atau sampai mata kaki. Ini adalah one-set solution yang paling disukai Rasulullah karena memberikan proteksi maksimal tapi tetap adem dipakai. Kamu gak perlu pusing mikirin mix and match atasan dan bawahan kalau sudah pakai gamis yang pas di badan.
Investasi di gamis berkualitas itu gak bakal rugi karena barang ini adalah long-term asset yang gak bakal ketinggalan jaman. Pilihlah bahan katun yang menyerap keringat supaya aktivitasmu gak terganggu sama bau badan atau rasa gerah. Tetap terlihat rapi tanpa harus dibilang "bapak-bapak banget" kalau kamu pilih potongan yang slim fit atau modern.
3. Gunakan jubah Al-Burnus

Al-burnus ini merupakan jenis jubah yang punya penutup kepala atau hoodie yang menyatu sama bajunya. Ini jadi bukti kalau gaya streetwear dengan tudung kepala itu sudah ada dari ribuan tahun yang lalu, lho. Fungsi utamanya jelas buat melindungi kepala dari terik matahari atau debu pasir yang beterbangan di padang pasir.
Memakai baju model ini memberikan kesan mysterious tapi tetap humble dan gak berlebihan secara visual. Kamu bisa bilang ini adalah safety gear yang fashionable buat kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan atau outdoor. Meskipun simpel, al-burnus punya market demand yang tinggi di kalangan anak muda yang suka gaya kasual tapi tetap syar’i.
Nabi Saw menjawab, “Orang yang sedang ihram tidak boleh mengenakan gamis, serban, celana, dan juga Al-Burnus.” [Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Sahih Bukhari, juz 1 hal 39]
4. Jangan lupa pakai inner At-Tubban

At-tubban itu adalah celana pendek yang biasanya dipakai sebagai dalaman supaya aurat lebih terjaga kalau lagi bergerak aktif. Meski gak terlihat dari luar, item ini sangat krusial untuk menjaga higienitas dan kenyamanan area sensitif kamu. Rasulullah dan para sahabat sangat memperhatikan detail kecil seperti ini supaya ibadah tetap sah dan lancar.
Anggap saja ini sebagai hidden cost yang wajib kamu keluarkan demi kenyamanan jangka panjang saat beraktivitas. Kamu gak mau kan lagi asyik olahraga atau jalan jauh, tiba-tiba merasa gak nyaman karena area bawah gak terlindungi? Jadi, pastikan inner wear kamu selalu siap sedia sebelum kamu pakai pakaian luar yang lebih kece, ya.
5. Lilitkan serban biar makin gagah

Serban atau imamah adalah penutup kepala yang dililitkan, biasanya dipakai oleh kaum laki-laki untuk menambah kewibawaan. Ini adalah simbol leadership dan kedewasaan yang sering dipraktikkan oleh Rasulullah dalam berbagai kesempatan penting. Serban juga berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas yang bisa bikin pusing kalau kamu kelamaan di bawah matahari.
Memakai serban itu soal membangun personal branding yang kuat sebagai pria muslim yang taat dan berwibawa. Kamu gak perlu merasa aneh, karena sekarang banyak cara melilitkan serban yang modis dan gak kaku sama sekali, kok. Jadikan ini sebagai cara kamu menghidupkan sunnah sambil tetap terlihat up-to-date dengan gaya yang lebih maskulin.
Ternyata mengenal berbagai jenis pakaian di masa Rasulullah bikin kamu sadar kalau berpakaian sopan itu gak pernah ketinggalan jaman. Yuk, mulai pelan-pelan terapkan gaya berpakaian yang bukan cuma enak dilihat mata, tapi juga bikin hati tenang. Tetaplah jadi versi terbaik dirimu sendiri karena setiap helai kain yang kamu pakai bisa jadi saksi kebaikan di masa depan nanti!