Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenali 4 Jenis Tas Jemaah Haji 2026 Agar Tidak Salah Bawa

Kenali 4 Jenis Tas Jemaah Haji 2026 Agar Tidak Salah Bawa
ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/luis_molinero)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemerintah memfasilitasi jemaah haji 2026 dengan empat jenis tas: koper bagasi, koper kabin, tas Armuzna, dan tas selempang, masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk mendukung kelancaran ibadah.

  • Koper bagasi berkapasitas maksimal 32 kg digunakan untuk barang utama, sedangkan koper kabin maksimal 7 kg diperuntukkan bagi barang penting yang dibawa langsung ke pesawat.

  • Tas selempang dan tas Armuzna membantu jemaah membawa dokumen pribadi serta perlengkapan ringan saat fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina agar tetap praktis dan aman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perjalanan haji bukan hanya tentang kesiapan fisik dan mental, tetapi juga melibatkan persiapan logistik yang sangat penting. Salah satu perlengkapan yang harus dipersiapkan dengan cermat adalah tas yang akan dibawa oleh jemaah. Pemilihan jenis tas yang tepat dapat membantu jemaah tetap nyaman dan terorganisir selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Dikutip dari akun Instagram Kemenhaj RI, pemerintah akan memfasilitasi jemaah haji dengan memberikan 4 jenis tas yang terdiri dari koper bagasi, koper kabin, tas Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), dan tas selempang. Masing-masing tas memiliki fungsi yang berbeda, bertujuan untuk memastikan barang bawaan tetap aman dan mudah diakses sepanjang ibadah haji. Apa saja jenis tas tersebut? Yuk, simak penjelasan mengenai tiga jenis tas jemaah haji yang perlu kamu ketahui!

Table of Content

1. Koper Bagasi untuk Barang Utama

1. Koper Bagasi untuk Barang Utama

ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/benzoik)
ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/benzoik)

Koper bagasi menjadi tas utama yang digunakan jemaah untuk membawa sebagian besar perlengkapan selama menjalankan ibadah haji. Biasanya koper ini digunakan untuk menyimpan pakaian, perlengkapan mandi, sandal cadangan, makanan instan, hingga kebutuhan harian lainnya selama berada di Arab Saudi.

Pemerintah menetapkan batas maksimal koper bagasi sekitar 32 kilogram agar proses pengangkutan di bandara lebih aman dan tertata. Karena itu, jemaah disarankan membawa barang seperlunya dan menghindari membawa barang berlebihan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan selama di Tanah Suci.

Selain itu, ada beberapa barang yang dilarang dimasukkan ke koper bagasi, seperti air zamzam, benda tajam tertentu, cairan berlebihan, hingga power bank. Jika melanggar aturan, koper berisiko dibongkar saat pemeriksaan keamanan di bandara.

2. Koper Kabin untuk Barang Penting

ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/freepik)
ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/freepik)

Selain koper bagasi, jemaah juga membawa koper kabin yang nantinya dibawa langsung ke dalam pesawat. Tas ini berfungsi untuk menyimpan barang penting yang harus mudah dijangkau selama perjalanan, seperti dokumen perjalanan, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, charger, dan perlengkapan ibadah sederhana.

Berbeda dari koper bagasi, kapasitas koper kabin biasanya dibatasi maksimal sekitar 7 kilogram. Karena itu, isi tas kabin sebaiknya benar-benar diprioritaskan untuk barang penting dan kebutuhan darurat selama penerbangan maupun saat transit.

Jemaah juga perlu memperhatikan aturan barang cair di tas kabin. Cairan dengan ukuran di atas 100 ml umumnya tidak diperbolehkan masuk ke pesawat sehingga perlengkapan mandi dan minuman perlu disesuaikan dengan ketentuan maskapai penerbangan.

3. Tas Selempang untuk Dokumen dan Barang Pribadi

ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/standret)
ilustrasi tas jemaah haji (freepik.com/standret)

Tas selempang atau tas paspor menjadi perlengkapan penting yang hampir selalu dibawa jemaah selama beraktivitas. Ukurannya memang lebih kecil dibanding koper lainnya, tetapi fungsinya sangat vital karena digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi yang harus selalu dekat dengan jemaah.

Biasanya tas ini digunakan untuk menyimpan paspor, visa, kartu identitas haji, uang tunai, handphone, hingga obat-obatan kecil. Karena sering dibawa ke mana-mana, jemaah disarankan memilih tas yang ringan, nyaman, dan memiliki resleting aman agar barang tidak mudah tercecer.

Tas selempang juga sangat membantu saat jemaah berada di area masjid atau lokasi ibadah yang ramai. Dengan membawa dokumen penting di tas kecil yang mudah diawasi, risiko kehilangan barang bisa diminimalkan selama perjalanan ibadah berlangsung.

4. Tas Armuzna untuk Puncak Ibadah Haji

Ilustrasi aktivitas haji (pexels.com/Yasir Gurbuz)
Ilustrasi aktivitas haji (pexels.com/Yasir Gurbuz)

Tas Armuzna menjadi perlengkapan tambahan yang kini semakin penting pada penyelenggaraan haji modern. Tas ini digunakan khusus saat jemaah menjalani fase Armuzna, yaitu perjalanan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.

Biasanya tas Armuzna berbentuk ransel ringan atau tas lipat praktis yang mudah dibawa saat berpindah lokasi. Karena mobilitas pada fase ini cukup tinggi, jemaah hanya disarankan membawa barang yang benar-benar penting seperti pakaian ganti, alat ibadah, botol minum, obat pribadi, hingga perlengkapan kebersihan sederhana.

Penggunaan tas Armuzna membantu jemaah tetap nyaman bergerak di tengah cuaca panas dan aktivitas yang padat selama puncak ibadah haji. Karena itu, penting memastikan isi tas tetap ringan agar tidak mengganggu kenyamanan saat berjalan kaki atau berpindah tempat.

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa dalam Tas Haji

Ilustrasi Ibadah Haji (ANTARA FOTO/REUTERS/Ganoo Essa)
Ilustrasi Ibadah Haji (ANTARA FOTO/REUTERS/Ganoo Essa)

Selain memahami jenis tas, jemaah juga perlu mengetahui beberapa barang yang sebaiknya tidak dibawa selama perjalanan haji. Misalnya benda tajam, cairan berlebihan, rice cooker, power bank di koper bagasi, hingga membawa air zamzam dalam koper saat pulang ke Indonesia.

Membawa barang terlarang dapat memperlambat proses pemeriksaan keamanan di bandara dan berpotensi membuat koper dibongkar petugas. Karena itu, calon jemaah disarankan memeriksa kembali aturan bagasi terbaru dari maskapai dan penyelenggara haji sebelum keberangkatan.

Dengan mempersiapkan barang bawaan secara tepat, perjalanan ibadah akan terasa lebih praktis dan nyaman. Jemaah pun bisa lebih fokus menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa terganggu masalah perlengkapan selama berada di Tanah Suci.

FAQ seputar Jenis Tas Jemaah Haji 2026

Ada berapa jenis tas resmi jemaah haji 2026?

Saat ini terdapat empat jenis tas resmi jemaah haji, yaitu koper bagasi, koper kabin, tas selempang/paspor, dan tas Armuzna.

Apa fungsi tas Armuzna saat haji?

Tas Armuzna digunakan saat fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk membawa perlengkapan penting selama puncak ibadah haji berlangsung.

Berapa batas berat koper bagasi jemaah haji?

Batas maksimal koper bagasi umumnya sekitar 32 kilogram, sedangkan koper kabin maksimal sekitar 7 kilogram.

Apakah air zamzam boleh dimasukkan ke koper bagasi?

Tidak boleh. Air zamzam memiliki jalur distribusi khusus sehingga tidak diperkenankan dimasukkan ke koper bagasi jemaah.

Barang apa yang wajib dibawa di tas selempang haji?

Paspor, visa, kartu identitas haji, uang tunai, handphone, dan obat pribadi menjadi barang penting yang sebaiknya selalu dibawa di tas selempang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Raymond Clement
EditorRaymond Clement
Follow Us

Related Articles