Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1.113 Bencana Terjadi Sepanjang 2026 di Kawasan Ring of Fire Indonesia
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BNPB mencatat 1.764 bencana di Indonesia sepanjang Januari hingga 9 September 2026, termasuk 651 kebakaran hutan dan lahan; posisi di Ring of Fire meningkatkan ancaman geologi.
  • Cuaca ekstrem tercatat 324 kejadian, disusul kekeringan 106 dan tanah longsor 105; gempa terjadi 13 kali, erupsi tiga kali, serta tidak ada tsunami tercatat.
  • Bencana menyebabkan 397 orang meninggal, 13 hilang, dan 4.411.811 orang mengungsi atau terdampak, sekaligus merusak puluhan ribu rumah serta fasilitas publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari hingga 9 September 2026

Sebanyak 1.113 bencana terjadi di Indonesia, yang berada di kawasan Ring of Fire.

hingga 9 September 2026

Data BNPB mencatat total 1.764 bencana, termasuk 651 kebakaran hutan dan lahan. Kejadian lainnya mencakup gempa bumi, erupsi gunung api, cuaca ekstrem, kekeringan, longsor, dan gelombang pasang atau abrasi.

sepanjang 2026 hingga 9 September 2026

Bencana alam menyebabkan 397 orang meninggal, 13 hilang, dan 2.110 luka-luka. Sebanyak 4.411.811 orang menderita dan mengungsi, disertai kerusakan rumah serta fasilitas publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BNPB mencatat 1.764 kejadian bencana di Indonesia sepanjang Januari hingga 9 September 2026, termasuk 651 kebakaran hutan dan lahan. Tanpa karhutla, tercatat 1.113 bencana.
  • Who?
    BNPB melalui Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan menyampaikan data tersebut. Sebanyak 4.411.811 orang tercatat menderita dan mengungsi.
  • Where?
    Bencana terjadi di wilayah Indonesia, yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik dan memiliki ancaman gempa bumi, tsunami, serta erupsi gunung api.
  • When?
    Data mencakup periode Januari hingga 9 September 2026. Berton menyampaikan keterangan yang dikutip pada Senin, 14 September 2026.
  • Why?
    Indonesia rawan bencana karena berada di kawasan Ring of Fire, dengan keragaman ancaman geologi. Kejadian juga mencakup cuaca ekstrem, kekeringan, longsor, gelombang pasang, dan karhutla.
  • How?
    BNPB mencatat 397 orang meninggal, 13 hilang, dan 2.110 luka-luka. Bencana juga merusak 29.143 rumah berat, 24.521 rumah sedang, 57.869 rumah ringan, serta berbagai fasilitas umum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dari Januari sampai 9 September 2026, banyak bencana datang di Indonesia. Ada gempa, gunung meletus, cuaca sangat buruk, longsor, kering, dan kebakaran hutan. BNPB bilang Indonesia ada di Cincin Api, jadi harus siap. Sebanyak 1.764 bencana tercatat. Banyak orang mengungsi, rumah dan sekolah rusak, dan ada orang meninggal, hilang, atau terluka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tingginya ancaman bencana yang melekat pada karakter geografis Indonesia, pendataan BNPB hingga tingkat jenis kejadian dan dampaknya menunjukkan adanya perhatian terstruktur terhadap situasi di lapangan. Penekanan pada mitigasi, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat juga menempatkan risiko tersebut sebagai tantangan yang dapat dihadapi secara lebih terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia menjadi salah satu wilayah yang masuk kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik sehingga menyebabkan daerahnya rawan bencana alam, termasuk gempa bumi, erupsi hingga tsunami.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menyampaikan ada sebanyak 1.113 bencana terjadi dari Januari hingga 9 September 2026.

"Indonesia berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) sehingga memiliki keragaman ancaman geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api," ujar Berton kepada IDN Times, dikutip Senin (14/9/2026).

1. Indonesia harus siap menghadapi situasi bencana

Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia)

Berton mengatakan, dengan berada di kawasan Ring of Fire, Indonesia harus siap menghadapi situasi bencana. Oleh karena itu, kata Berton, Indonesia harus bisa memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

"Kondisi ini merupakan bagian dari karakter geografis Indonesia yang harus kita hadapi dengan memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat sehingga semua data kebencanaan itu, adalah data dari Ring of Fires (Indonesia)," kata dia.

2. Data kebencanaan sepanjang 2026

Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan data kebencanaan dari BNPB hingga 9 September 2026, jumlah total bencana yang terjadi 1.764 kali.

Data tersebut ditambahkan data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 651 kejadian.

Berikut total data bencana:

- Gempa bumi: 13 kali

- Erupsi gunung api: 3 kali

- Tsunami: -

- Karhutla: 651 kali

- Cuaca ekstrem: 324 kali

- Kekeringan: 106 kali

- Tanah longsor: 105 kali

- Gelombang pasang/abrasi: 14 kali

3. Dampak bencana alam

Data bencana 1 Januari-9 September 2026 (dok. BNPB)

Total, ada sebanyak 4.411.811 orang mengungsi akibat bencana alam yang terjadi sepanjang 2026 hingga 9 September 2026.

Berikut datanya!

- Meninggal dunia: 397 orang

- Hilang: 13 orang

- Luka-luka: 2.110 orang

- Menderita dan mengungsi: 4.411.811 orang

Dampak kerusakan akibat bencana alam:

- Rumah rusak berat: 29.143

- Rumah rusak sedang: 24.521

- Rumah rusak ringan: 57.869

- Satuan pendidikan rusak: 2.361

- Rumah ibadah rusak: 882

- Fasilitas layanan kesehatan rusak: 230

- Kantor rusak: 751

- Jembatan rusak: 92

Editorial Team

Related Article