Polandia Janji Akan Lindungi Negara Baltik dari Serangan Rusia

- Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menyatakan Polandia siap menjadi negara pertama membantu Lithuania, Latvia, dan Estonia jika diserang Rusia.
- Ia menilai kegagalan melindungi negara-negara Baltik dapat membuat Polandia kehilangan ruang strategis dan berisiko menjadi sasaran invasi berikutnya.
- Survei menunjukkan 77,8 persen warga mendukung bantuan; Polandia juga menyelesaikan negosiasi penempatan permanen tentara AS dengan investasi hingga 4 miliar euro.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz mengatakan bahwa negaranya akan menjadi yang pertama melindungi negara-negara Baltik pada Jumat (11/9/2026). Langkah itu dilakukan jika negara-negara Baltik diserang Rusia.
Beberapa tahun terakhir, Polandia dan negara-negara Baltik sudah meningkatkan anggaran pertahanan menyusul serangan Rusia ke Ukraina. Kebijakan ini penting untuk melindungi negaranya dari ancaman Rusia.
1. Kegagalan melindungi negara Baltik akan berdampak pada Polandia

ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/jadziaphotographs) Kosiniak-Kamysz mengungkapkan bahwa kegagalan Polandia melindungi Lithuania, Latvia, dan Estonia akan berdampak besar. Sebab, Polandia terancam jadi sasaran invasi selanjutnya.
“Jika saya diminta pemerintah dan diminta untuk melindungi negara Baltik, maka Polandia akan menjadi negara pertama yang membantu. Sebab, akan ada konsekuensi besar bagi Republik Polandia dan rakyat Polandia,” tuturnya, dikutip dari TVP World.
Menurutnya, jika Polandia gagal dan kehilangan ruang di Baltik. Maka nantinya, Polandia yang harus meminta bantuan negara lain untuk membantu mempertahankan negara.
2. Warga Polandia setuju bantu keamanan negara Baltik

ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa) Berdasarkan survei terbaru menunjukkan bahwa 77,8 persen warga Polandia mendukung negaranya membantu Estonia, Latvia, dan Lithuania jika diserang Rusia. Lantas hanya 16,1 persen warga yang menolak langkah tersebut karena dirasa harus mengutamakan keamanan dalam negeri.
Dilansir Notes from Poland, eks Menhan Polandia, Mariusz Blaszczak menyampaikan bahwa Polandia harus melindungi teritorinya sendiri. Sedangkan urusan keamanan negara Baltik adalah urusan aliansi NATO dan harus memprioritaskan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS).
3. Polandia siap tampung tentara AS secara permanen

Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/actuallyjoel) Pada saat yang sama, Kosiniak-Kamysz mengatakan bahwa Polandia siap menampung tentara AS secara permanen. Menurutnya, keberadaan tentara AS akan menelan biaya sebesar 3,5 miliar euro (Rp71,4 triliun) hingga 4 miliar euro (Rp81,7 triliun) yang masuk dalam investasi pertahanan.
Sementara itu, negosiasi untuk menampung tentara AS di Polandia sudah di tahap akhir. Kedua negara saat itu berfokus pada satu pangkalan, tapi nantinya tentara AS tidak hanya ditempatkan di satu lokasi.




















