Jakarta Tercekik Polusi, Kualitas Udara Terburuk Kedua Dunia

- Jakarta menempati peringkat kedua kota besar dengan kualitas udara terburuk dunia versi IQAir pada 14 September 2026, mencatat AQI US 170 pada pukul 07.00–08.00.
- Nilai AQI 170 masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan, terutama kelompok sensitif; Jakarta berada di bawah Baghdad (178) dan di atas Dhaka (166).
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui polusi udara masih parah, dengan penyebab yang disebut mencakup transportasi serta emisi industri sekitar Jakarta, termasuk PLTU Suralaya.
Jakarta, IDN Times — Jakarta masuk dalam daftar kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan pemantauan IQAir, Senin (14/9/2026).
Dalam data yang dibagikan Jakarta berada di peringkat kedua dengan nilai AQI+ US sebesar 170 pada pukul 07.00–08.00.
"Nilai tersebut masuk kategori tidak sehat (Unhealthy) berdasarkan skala AQI US. Artinya, kualitas udara pada level tersebut sudah berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap polusi udara," tulis IQ Air
1. Jakarta kota kedua kualitas udara terburuk

Rangking polusi udara di AQAir /(Tangkapan layar IQAir) Jakarta berada tepat di bawah Baghdad, Irak, yang menempati peringkat pertama udara terburuk di dunia dengan AQI+ US 178.
Sementara itu, Dhaka, Bangladesh, berada di posisi ketiga dengan AQI+ US 166, disusul Kuala Lumpur, Malaysia, dengan nilai 163.
2. Daftar 10 kota terpolusi di dunia

Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya) Berikut daftar 10 kota besar dengan nilai AQI+ US tertinggi dalam pemantauan tersebut!
1. Baghdad – 178
2. Jakarta – 170
3. Dhaka – 166
4. Kuala Lumpur – 163
5. Ho Chi Minh City – 157
6. Kampala – 155
7. Singapore – 151
8. Manama – 148
9. Kuching – 132
10. Jerusalem – 126
3. Pramono akui polusi udara di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Jakarta siap jadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui kualitas udara Jakarta masih menjadi salah satu yang terburuk di dunia.
“Teman-teman ketahui (polusi udara), tetapi memang terburuk di dunia, dan saya harus mengakui itu," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Dia menilai, persoalan polusi udara tidak hanya disebabkan oleh sektor transportasi, tetapi juga emisi dari kawasan industri di sekitar Jakarta salah satunya PLTU di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten.
"Tetapi memang problemnya bukan hanya semata-mata transportasi di Jakarta. Ada persoalan-persoalan lain, misalnya pembakaran industri-industri di selingkaran Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Suralaya, yang menggunakan bahan bakar yang masih tidak ramah lingkungan," ujar Pramono.


















