Bekasi, IDN Times - Puluhan keluarga korban tragedi kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL menggelar doa bersama untuk mengenang 100 hari persitiwa itu di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (7/8/2026).
Dalam momen tersebut, keluarga korban menagih transparansi serta kepastian hukum karena hingga kini mereka menilai penanganan kasus belum menunjukkan kejelasan.
Salah satu kelurga korban, Anggi Alhakim, mengatakan kesedihan keluarga semakin bertambah lantaran belum ada perkembangan yang signifikan dalam penanganan perkara tersebut.
"Sampai hari ini kami melihat belum ada keadilan yang ditegakkan atas kasus ini. Belum ada yang dipidana, belum ada proses investigasi akhir dari KNKT yang katanya 2-3 bulan selesai. Tapi sampai saat ini kami belum menerima itu," ujar Anggi kepada jurnalis usai melakukan doa bersama.
