11 Siswa di Bekasi Lulus Sekolah Rakyat, 7 Kuliah dan 4 Bekerja

Sebanyak 11 siswa SMA Sekolah Rakyat lulus; tujuh melanjutkan kuliah, sedangkan empat bekerja sebagai pekerja terampil.
Kemensos memetakan minat dan bakat lewat tes DNA talent serta menyiapkan pelatihan bersama kementerian, BUMN, kampus, dan perusahaan.
SRMA 13 Bekasi memiliki 179 siswa dan menyiapkan 10 siswa kelas XII ke jenjang berikutnya, dengan dukungan industri dan perguruan tinggi.
Bekasi, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, sebanyak 11 siswa Sekolah Rakyat tingkat SMA telah lulus. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, empat lainnya telah bekerja sebagai pekerja terampil.
Menurut Gus Ipul, lulusan Sekolah Rakyat dipersiapkan melalui dua jalur, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, lulusan Sekolah Rakyat ada dua jalur, satu meneruskan ke perguruan tinggi, yang kedua menjadi pekerja terampil," ujar Mensos di Sekolah Rakyat Menengah Atas (RSMA) 13, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
1. Siswa dipersiapkan sesuai minat dan bakat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (IDN Times/Imam Faishal) Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta, untuk mendukung masa depan siswa Sekolah Rakyat.
Menurut Mensos, pemetaan potensi siswa dilakukan sejak awal melalui tes DNA talent, untuk mengetahui minat dan bakat masing-masing siswa.
"Karena dari awal kita melakukan tes DNA talent untuk siswa Sekolah Rakyat ini. Jadi kita sudah mengetahui lebih jauh sejak awal, tentang potensi minat bakat dari setiap siswa," katanya.
Gus Ipul menyebut, tidak semua siswa harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagian siswa memiliki potensi menjadi pekerja terampil, sehingga perlu mendapatkan pelatihan yang sesuai.
"Memang ada yang potensinya itu untuk jadi pekerja terampil, jadi tidak perlu harus meneruskan ke perguruan tinggi. Jadi sudah didampingi sejak awal," katanya.
2. Kemensos siapkan pelatihan keterampilan

Siswa SRMA 13 Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja, Kemensos juga akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, serta perguruan tinggi vokasi milik pemerintah.
Gus Ipul mengatakan, pendampingan dan pelatihan khusus akan diberikan kepada siswa, terutama ketika mereka berada di kelas XI hingga lulus.
"Kemudian yang kedua, nanti kalau di kelas 2 SMA khususnya itu kita sudah akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran untuk memberikan pelatihan-pelatihan khusus, maupun dengan perguruan tinggi vokasi milik pemerintah," ujarnya.
Gus Ipul berharap, dukungan dari berbagai pihak dapat membantu siswa Sekolah Rakyat mengembangkan potensi mereka, sehingga memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
3. Sekolah Rakyat Bekasi siapkan 10 siswa masuk jenjang berikutnya

Kepala SRMA 13 Kota Bekasi, Lastri Fajarwati. (IDN Times/Imam Faishal) Sementara, Kepala SRMA 13 Kota Bekasi, Lastri Fajarwati, mengatakan terdapat 10 siswa di sekolahnya yang saat ini duduk di kelas XII, dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Dia berharap para siswa dapat meraih cita-cita, baik melalui pendidikan tinggi maupun kesempatan kerja.
"Jadi memang butuh dukungan dan juga kerjasama dari berbagai pihak, baik lembaga dan dunia industri, karena Kota Bekasi ini adalah kota industri, agar hilirisasi dari siswa-siswi Sekolah Rakyat ini dapat benar-benar tersalurkan dengan baik," kata dia.
lastri menjelaskan, dukungan industri dibutuhkan agar lulusan yang ingin bekerja dapat tersalurkan dengan baik. Sementara, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan diharapkan mendapat dukungan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.
"Karena kan cita-citanya adalah mengentaskan kemiskinan," ujarnya.
Lastri menyebut, SRMA 13 Kota Bekasi memiliki 179 siswa yang berasal dari beragam latar belakang keluarga, di antaranya keluarga pekerja informal, pemulung, pengemudi ojek daring, dan pedagang keliling. Sejumlah siswa juga merupakan anak yatim piatu.
Menurutnya, selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, para siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam aspek gizi, kesehatan, pembelajaran, dan kemandirian.






















