Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

115 Napi Rutan Depok Pidah ke Nusakambangan, Termasuk yang Viral Pesta Narkoba

2 min read
115 Napi Rutan Depok Pidah ke Nusakambangan, Termasuk yang Viral Pesta Narkoba
Ditjenpas memindahkan 313 warga binaan risiko tinggi, termasuk 115 dari Rutan Depok, ke Nusakambangan (Dok/Ditjenpas)

  • Ditjenpas memindahkan 313 narapidana kategori high risk dari Jawa Barat, Jakarta, Lampung, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan ke Lapas Maksimum Nusakambangan dengan pengawalan ketat.
  • Pemindahan mencakup narapidana Rutan Depok yang terlibat video pesta sabu; tes urine menemukan amphetamine dan methamphetamine, sementara 38 tahanan belum inkracht tidak ikut diberangkatkan.
  • Sejak akhir 2024, sekitar 3.400 narapidana berisiko tinggi telah diisolasi di Nusakambangan; gelombang terbaru termasuk 45 napi dari Jawa Timur, mayoritas kasus narkotika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memindahkan 313 warga binaan kategori berisiko tinggi (high risk) ke Lapas Berkeamanan Maksimum Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026) dini hari. Langkah tegas ini menyasar para narapidana bermasalah, termasuk oknum Rutan Kelas I Depok yang terlibat skandal video viral pesta sabu di dalam sel.

Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, menegaskan tindakan drastis ini diambil demi memutus mata rantai pelanggaran dan memperketat pengawasan.

“Pemindahan ini dilakukan sebagai pengamanan dan pembinaan secara lebih ketat terhadap Warga Binaan yang memiliki tingkat risiko tinggi dan sebelumnya melakukan pelanggaran,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (7/10).

  1. 1. Ekspedisi gelap 313 napi dari 5 provinsi

    Ditjenpas memindahkan 313 warga binaan berisiko tinggi, termasuk 115 dari Rutan Depok, ke Nusakambangan.
    Ditjenpas memindahkan 313 warga binaan risiko tinggi, termasuk 115 dari Rutan Depok, ke Nusakambangan (Dok/Ditjenpas)

    Pemberangkatan 313 warga binaan dilakukan serentak melalui jalur darat dengan pengawalan ketat aparat bersenjata. Seluruh narapidana ini berasal dari lima Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham, yakni Jawa Barat (125 orang), Jakarta (57 orang), Lampung (47 orang), Jawa Timur (45 orang), dan Sumatra Selatan (39 orang).

    Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, mengonfirmasi kedatangan gelombang besar narapidana bernilai risiko tinggi tersebut di Cilacap.

    "Kami menerima pemindahan 313 narapidana high risk dari lima wilayah. Rekor ini menambah daftar panjang, di mana sejak akhir 2024 total sekitar 3.400 narapidana berisiko tinggi telah kami isolasi di Nusakambangan," ungkap Mardi.

  2. 2. Imbas pesta sabu viral di Rutan Depok

    Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Gelombang pemindahan ini diwarnai tindakan pembersihan total di Rutan Kelas I Depok. Sebelumnya, publik dihebohkan oleh rekaman video dugaan pesta narkoba di dalam sel hunian. Hasil tes urine internal membuktikan para narapidana positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine.

    Meski demikian, Ditjenpas memilah status hukum para pelaku sebelum dikirim ke pulau penjara tersebut.

    "Sebanyak 38 warga binaan Rutan Depok yang berstatus tahanan dan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht) ditahan sementara dan tidak diberangkatkan dalam gelombang ini," beber Tatan.

  3. 3. Jawa Timur kirim 45 terpidana narkoba dan kriminal

    Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)
    Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)

    Dari wilayah Jawa Timur, sebanyak 45 narapidana turut diangkut ke Nusakambangan. Rinciannya meliputi 30 napi dari Lapas Kelas I Malang, 12 napi dari Lapas Kelas I Surabaya, serta 3 napi dari Lapas Kelas I Madiun. Sebanyak 37 orang di antaranya terjerat kasus kejahatan narkotika, sementara 8 sisanya terlibat tindak pidana kriminal berat.

    Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan pemindahan ini bertujuan menjaga kondusivitas lembaga pemasyarakatan di daerah.

    “Kami juga berkomitmen bahwa untuk Warga Binaan kategori high risk akan kita kirimkan ke Nusakambangan,” ujar Kusnali.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More