Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

141 Hari Tanpa Hujan, Ini Daftar 17 Daerah Kemarau Ekstrem di Indonesia

4 min read
141 Hari Tanpa Hujan, Ini Daftar 17 Daerah Kemarau Ekstrem di Indonesia
Monitoring perkembangan deret Hari Tanpa Hujan bertutut-turut. (Dok. BMKG Indonesia)
  • BMKG mencatat 1.637 titik mengalami Hari Tanpa Hujan ekstrem lebih dari 60 hari hingga dasarian I September 2026; DI Yogyakarta terlama, mencapai 141 hari.

  • Sekitar 81% zona musim Indonesia memasuki kemarau, didukung El Niño sangat kuat dengan anomali Niño 3.4 +2,76°C yang diprakirakan bertahan hingga awal 2027.

  • Suhu maksimum mencapai 38,2°C di Banjarbaru; BMKG mengimbau penggunaan pelindung matahari, cukup minum, hemat air, serta waspada kekeringan dan kebakaran lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat 1.637 titik di Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem, yaitu lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan. Monitoring menunjukkan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami HTH terlama, yakni 141 hari.

Mengutip laman bmkg.go.id, Selasa, 22 September 2026, berdasarkan hasil pantauan BMKG hingga dasarian I September 2026, sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Musim kemarau ini mengindikasikan kondisi atmosfer yang relatif kering. Laporan ini menyebutkan, HTH terpanjang di wilayah Bantul.

"Banyak lokasi pengamatan melaporkan HTH berurutan lebih dari 60 hari. Rekor HTH terpanjang saat ini berada di wilayah Bantul yaitu sepanjang 131 hari," ungkap Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Atmosfer yang relatif kering ini disebabkan pengaruh El Niño yang masih berada pada kategori sangat kuat, dengan anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3,4 tercatat sebesar +2,76°C pada Dasarian I September 2026. Fenomena El Niño ini diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027.

  1. 1. Daftar 17 daerah yang mengalami Hari Tanpa Hujan di Indonesia

    Ilustrasi Kekeringan.
    Ilustrasi Kekeringan. (IDN Times/Anjani Asra)

    BMKG melaporkan, hingga 20 September 2026, zona musim di Indonesia dominan mengalami musim kemarau. Namun, ada beberapa wilayah yang sudah memasuki musim hujan mencakup sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur.

    Di samping itu, terdapat banyak provinsi yang tidak hujan selama lebih dari satu bulan, dan termasuk kategori HTH ekstrem panjang. Menurut unggahan resmi BMKG melalui Instagram @infobmkg, daerah-daerah wilayah yang terpantau mengalami HTH antara lain:

    1. D.I. Yogyakarta (141 Hari)

    2. Jawa Tengah (139 Hari)

    3. Jawa Timur (139 Hari)

    4. NTT (128 Hari)

    5. NTB (125 Hari)

    6. Bali (123 Hari)

    7. Jawa Barat (120 Hari)

    8. Banten (118 Hari)

    9. Sulawesi Selatan (112 Hari)

    10. Maluku (104 Hari)

    11. Bangka Belitung (103 Hari)

    12. Sulawesi Tenggara (99 Hari)

    13. Gorontalo (99 Hari)

    14. Sulawesi Utara (98 Hari)

    15. Sulawesi Barat (98 Hari)

    16. Kalimantan Tengah (97 Hari)

    17. Maluku Utara (96 Hari).

  2. 2. Suhu maksimum harian di Indonesia menyentuh 38,2 derajat Celcius

    Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan
    Rekapitulasi Pengamatan Suhu Maksimum Harian di Indonesia. (Instagram/@infobmkg)

    Peningkatan suhu udara juga perlu menjadi perhatian saat musim kemarau. Tutupan awan yang relatif minim di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama sejak pagi hingga siang hari, memicu pemanasan permukaan bumi secara lebih intens dan berimplikasi pada peningkatan suhu udara maksimum.

    Secara terpisah, BMKG juga memberikan informasi mengenai suhu maksimum harian di Indonesia, berdasarkan pantauan 24 jam dari pukul 07.00 WIB pada 23 September 2026 hingga 07.00 WIB 24 September 2026.

    Hasil pengamatan menujukkan, terdapat beberapa Stasiun Klimatologi, Stasiun Meteorologi, dan Stasiun Geofisika yang mengukur suhu maksimum di beberapa wilayah, yakni sebagai berikut:

    1. Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan yang berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan menunjukkan suhu 38,2°C.

    2. Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor yang berada di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin/ Banjarbaru, Kalimantan Selatan menunjukkan suhu 38,2°C.

    3. Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut yang terletak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah menunjukkan suhu 37,9 °C.

    4. Stasiun Geofisika Lampung Utara yang berlokasi di wilayah Lampung Utara, Lampung menunjukkan suhu 37,4 °C.

    5. Stasiun Meteorologi Kertajati yang berlokasi di area Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat menunjukkan suhu 36,4 °C.

    6. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah menunjukkan suhu 36,4 °C.

    7. Stasiun Meteorologi Budiarto yang terletak di Curug, Tangerang, Banten menunjukkan suhu 36,2 °C.

    8. Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara yang berada di Minahasa Utara/Manado, Sulawesi Utara menunjukkan suhu 36,2 °C.

    9. Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera yang terletak di Kolaka, Sulawesi Tenggara menunjukkan suhu 36,2 °C.

    10. Stasiun Meteorologi di lingkungan Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur menunjukkan suhu 36,2 °C.

  3. 3. BMKG imbau masyarakat antisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara kering

    Petugas menyalurkan air bersih dari tangki kepada warga Banyumas terdampak kekeringan di permukiman.
    Kejari Purwokerto gandeng perumdam dan BPBD Banyumas droping air bersih pada warga terdampak kekeringan karena kekurangan air bersih, Rabu (2/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan, serta menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta

    Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

    Lebih lanjut, BMKG juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More