BMKG: Sejumlah Wilayah Waspada Hujan Deras hingga 25 September 2026

BMKG menerbitkan peringatan dini 23-25 September 2026: banyak wilayah Indonesia berstatus waspada hujan sedang hingga deras, terutama Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Sumatra Utara berstatus siaga selama tiga hari dengan potensi hujan deras hingga sangat deras; pada 25 September, Aceh dan Sumatra Barat juga berstatus siaga.
BMKG memperingatkan risiko genangan, luapan sungai, longsor, banjir, dan banjir bandang, serta angin kencang di sejumlah daerah; masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 23-25 September 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat deras selama tiga hari ke depan.
Berikut wilayah dan kondisi cuaca yang perlu diwaspadai berdasarkan informasi dari BMKG!
1. Wilayah berstatus waspada, hujan sedang hingga deras

ilustrasi hujan (pexels.com/Александр Лич) Pada 23 September 2026, BMKG menetapkan status waspada (hujan sedang-hujan deras) untuk Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
"Pada 24 September, wilayah waspada mencakup Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua," demikian tulis BMKG, dikutip Rabu (23/9/2026).
Sementara pada 25 September, peringatan waspada berlaku di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
2. Sumatra Utara berstatus siaga, hujan deras hingga sangat deras

ilustrasi hujan deras sebagai bagian dari kondisi cuaca harian (pexels.com/Md Nadim Mahmud) BMKG menetapkan Sumatra Utara dalam status siaga pada 23-25 September 2026.
Status siaga ini berarti wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan deras hingga sangat deras yang dapat berdampak pada kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, layanan publik, maupun infrastruktur.
Pada 25 September, selain Sumatra Utara, dua wilayah lain juga tercatat berstatus siaga, yakni Sumatra Barat dan Aceh.
3. Sejumlah kabupaten/kota diprediksi mengalami hujan deras hingga sangat deras

ilustrasi hujan deras (unsplash.com/Christopher) BMKG juga memberikan rincian sejumlah kabupaten/kota yang masuk dalam peringatan dini hujan deras hingga sangat deras.
Pada 23 September, wilayah yang tercatat yaitu Provinsi Sumatra Utara yang mencakup Langkat dan Simalungun.
Pada 24 September, peringatan berlaku masih di Provinsi Sumatra Utara, yakni wilayah Langkat, Deli Serdang, Simalungun, dan Karo.
Sedangkan, pada 25 September, wilayah yang masuk daftar meliputi Provinsi Aceh (Aceh Tenggara dan Simeulue), kemudian Provinsi Sumatra Utara (Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Medan, Karo, Nias Selatan, dan Pakpak Bharat). Dan terakhir yakni Provinsi Sumatra Barat, mencakup Pesisir Selatan.
4. Angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah

Ilustrasi angin kencang. (IDN Times/Muhammad Nasir) Selain hujan, BMKG juga memberikan peringatan dini angin kencang. Pada 23 September, potensi angin kencang terdapat di Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Pada 24 September, wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang yakni Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sementara pada 25 September, peringatan angin kencang berlaku untuk Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
5. Dampak potensi bencana hidrometeorologinya

Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Anjani Asra) BMKG menjelaskan, hujan dengan intensitas pada level waspada berpotensi menyebabkan genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Pada level siaga, dampaknya berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur," tulis BMKG.
Sementara level awas berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi meluas, seperti banjir, banjir bandang, longsor, hingga menyebabkan terhentinya layanan publik, kerusakan infrastruktur, serta risiko terhadap keselamatan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem selama periode peringatan ini.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















