Foto Mohammad Hatta (Instagram @indonesian_historical)
Karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan, reformasi sektor pertahanan dan keamanan harus kembali menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditawar. Selain itu, mereka meminta TNI dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara dan tidak masuk terlalu jauh ke ranah sipil.
“Demokrasi yang sehat hanya dapat berdiri apabila militer tunduk pada kontrol sipil yang demokratis, supremasi hukum ditegakkan, serta seluruh cabang kekuasaan negara berjalan secara independen untuk saling mengawasi,” sebut koalisi.
Koalisi juga mengutip pandangan Mohammad Hatta atau Bung Hatta bahwa republik demokrasi hanya dapat berdiri tegak, apabila ditopang prinsip rule of law yang kuat. Sebab itulah, koalisi menyebut, peringatan 28 tahun Reformasi harus menjadi pengingat cita-cita reformasi masih jauh dari kata tercapai.
“Indonesia membutuhkan pemulihan demokrasi konstitusional, perbaikan pemenuhan hak asasi manusia, pembatasan dan pengawasan terhadap kekuasaan negara, serta penghentian seluruh praktik militerisme yang mengancam masa depan demokrasi dan kesejahteraan rakyat,” tutup mereka.