Kisah Pilu Iwan, Dibakar Hidup-Hidup saat Tragedi Mei 98

- Iwan Firman, korban selamat kerusuhan Mei 1998, menceritakan kembali pengalaman tragisnya saat diserang dan dibakar hidup-hidup oleh sekelompok orang tak dikenal di Jakarta.
- Akibat kejadian itu, Iwan mengalami luka bakar parah dan cacat fisik permanen yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk bekerja seperti sebelumnya.
- Iwan kini hidup dalam kesulitan setelah ditinggalkan istri dan keluarganya, serta berharap pemerintah memberi perhatian lebih kepada para korban selamat kerusuhan Mei 1998.
Jakarta, IDN Times - Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998 masih terekam jelas dalam ingatan Iwan Firman. Bagaimana tidak, pria 65 tahun itu merupakan salah satu korban selamat dari tragedi terburuk yang pernah melanda Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
Kepada IDN Times, Iwan menceritakan peristiwa kelam yang dialaminya 28 tahun lalu itu, pada 19 Mei 2025. Berikut kisah selengkapnya.
1. Iwan dicegat orang tidak dikenal

Pada saat peristiwa kerusuhan terjadi, Iwan sedang bertugas mengantar barang ke suatu tempat. Namun, di tengah perjalanan, ia dicegat sekelompok orang berbadan tinggi dan besar.
"Ada yang mau adang motor aku, terus aku terhindar. Tepatnya di Jalan Letjen Suprapto, waktu itu diadang, terus diberhentiin sekiranya 20 orang. Helm disuruh buka, langsung deh diperlakukan kayak maling," ungkap Iwan.
2. Iwan dipukuli dan dibakar

Iwan mengatakan, setelah diadang orang-orang tak dikenal tersebut, ia dipukuli. Tak hanya itu, ia juga dibakar hidup-hidup.
"Sudah kayak orang tidur aja. Abis diinjek-injek, mulut kuping ngeluarin darah. Coba bayangin aja. Motorku baru bensinnya, baru diisi penuh. Dimandiin deh abis itu, terus dibakar kan aku," kenangnya.
3. Ditinggal sang istri dan keluarga

Akibat kejadian tersebut, Iwan kini mengalami cacat fisik. Bahkan, ia ditinggal sang istri dan keluarganya. Ini membuat dia frustasi. Bahkan, sampai-sampai tiga kali ia berusaha mengakhiri hidupnya.
"Mikirnya jalan pintas saja. Sudah buntu pikiran aku. Kalau luka bakar aku masih bisa tahan, tapi ini hati. Hati aku mana bisa tahan. Aku ditinggal mentah-mentah sama istri aku," tuturnya
4. Pemerintah diharapkan beri perhatian pada korban kerusuhan Mei 98

Akibat peristiwa tersebut, Iwan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Luka itu membuat ia tidak bisa beraktivitas seperti dahulu.
"Kehidupan aku jadi blangsak kan sekarang. Dulu aku bantu kakak di LTC Glodok. Semenjak kejadian itu, aku jadi gak bisa beraktivitas lagi. Jadi di rumah aja," ujarnya.
Iwan berharap bisa bertemu dengan Presiden dan menceritakan kisahnya, serta berharap korban selamat mendapat perhatian dari pemerintah.

















