Konferensi Pers Terkait evaluasi Latsar SPPI KDKMP di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2027) (IDN Times/Lia Hutasoit)
Menyusul hal tersebut, para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan tracing massal terhadap peserta dan penyelenggara. Kementerian Pertahanan menjelaskan, penyelenggara telah melakukan pelacakan kontak, klasterisasi, hingga memisahkan atau mengisolasi sejumlah peserta yang diduga terpapar virus.
Namun, jenis virus dan jumlah peserta yang terdampak belum diungkap kepada publik.
Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut GWP, menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan setelah insiden adalah melakukan tracing terhadap seluruh orang yang berada di lingkungan pelatihan.
"Dari satlat setempat yaitu dari Halim Perdanakusuma langsung melaksanakan tracing kepada seluruhnya, pada lingkungan, termasuk kepada penyelenggara sendiri. Kemudian dilaksanakan klasterisasi dan tindakan kedokteran lebih lanjut," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2026).
Dia mengatakan, proses tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menindaklanjuti dugaan penyebaran penyakit di lingkungan pelatihan.
"Kementerian Kesehatan juga sudah turun langsung ya menindaklanjuti kemungkinan tadi berkaitan dengan tracing virus yang memang tidak terdeteksi pada seleksi sebelumnya," kata dia.
Dia mengatakan, hasil tracing membuat sejumlah peserta dipisahkan dari kelompok lain.
"Sampai saat ini ada pemisahan memang beberapa orang yang terindikasi ya kena virus itu, tetapi kondisinya masih dalam kondisi aman dan terkendali," ujar dia.