Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, membeberkan lima faktor yang menjadi pemicu penurunan tren kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Lima faktor tersebut meliputi tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat, persoalan implementasi program prioritas pemerintah, rendahnya kinerja menteri dan lemahnya komunikasi pemerintah, menurunnya persepsi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta melemahnya checks and balances dan persepsi disharmoni Presiden-Wakil Presiden.
Hanta memaparkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang saat ini berada di angka 55,1 persen. Sementara 40,2 persen merasa tidak puas dan 4,7 persen tidak tahu. Tren kepuasan publik terhadap pemerintah terus mengalami penurunan, di mana pada survei Oktober 2025, kepuasan publik mencapai 78,1 persen. Lalu berangsur anjlok pada Maret 2026 menjadi 74,1 persen; Mei 2026 72,2 persen; Juli 2026 58,4 persen; dan Agustus 2026 55,1 persen.
"Angkanya kalau dibaca (yang puas) memang masih mayoritas, tetapi angka ini angka yang rendah. Angka yang penting untuk diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, pada seluruh anggota kabinet lembaga negara. Artinya ada penurunan yang cukup signifikan di dua bulan terakhir terhadap tingkat kepuasan," ucap Hanta dalam konferensi pers daring, Senin (31/8/2026).
