Poltracking: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran 55,1 Persen

- Kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat 55,1 persen dalam survei terbaru Poltracking Indonesia.
- Angka kepuasan turun 23 poin persentase dari 78,1 persen pada Oktober 2025.
- Ekonomi menjadi bidang dengan kepuasan terendah, sementara pendidikan mencatat tingkat kepuasan tertinggi.
Jakarta, IDN Times - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali mengalami penurunan. Berdasarkan survei terbaru Poltracking Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 55,1 persen.
Sementara itu, sebanyak 40,2 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja pemerintahan. Adapun 4,7 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan meski tingkat kepuasan masih berada di atas 50 persen, angka tersebut tergolong rendah dan perlu menjadi perhatian pemerintah.
"Angkanya kalau dibaca (yang puas) memang masih mayoritas, tetapi angka ini angka yang rendah. Angka yang penting untuk diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, pada seluruh anggota kabinet lembaga negara. Artinya ada penurunan yang cukup signifikan di dua bulan terakhir terhadap tingkat kepuasan," ujar Hanta dalam konferensi pers secara daring, Senin (31/8/2026).
1. Kepuasan publik anjlok 23 persen sejak Oktober 2025

Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (dok. Setwapres) Hanta menjelaskan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober 2025, tingkat kepuasan publik masih mencapai 78,1 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026 dan kembali menurun menjadi 72,2 persen pada Mei 2026.
Penurunan semakin terlihat dalam dua bulan terakhir. Pada Juli 2026, tingkat kepuasan publik berada di angka 58,4 persen, dan kembali turun menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026.
Dengan demikian, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran telah turun 23 poin persentase dibandingkan Oktober 2025. Selain kepuasan, Poltracking menemukan tren serupa pada tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tingkat kepercayaan publik kini berada di angka 63,2 persen. Sementara 32,5 persen responden menyatakan tidak percaya dan 4,3 persen tidak menjawab.
"Ini trennya (tingkat kepercayaan publik) menurun dari 81,5 persen pada Oktober 2025; Maret 2026 menjadi 75,1 persen; Mei 2026 74,2 persen; Juli 2026 65 persen; dan Agustus 63,2 persen," kata Hanta.
2. Ekonomi jadi sektor dengan kepuasan terendah

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta istri dan anaknya saat menemui Presiden Prabowo. (Instagram @gibran_rakabuming) Poltracking turut memetakan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah bidang yang menjadi bagian dari kinerja pemerintahan. Bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan terendah. Hanya 41,8 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah di sektor tersebut.
Selanjutnya, bidang hukum dan pemberantasan korupsi mendapat tingkat kepuasan sebesar 48,3 persen. Kemudian politik dan stabilitas nasional sebesar 51,9 persen.
Adapun bidang pertahanan dan keamanan memperoleh tingkat kepuasan 61,6 persen. Sementara kesehatan berada di angka 62,6 persen, sosial budaya 63,7 persen, dan pendidikan menjadi bidang dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 63,9 persen.
3. Survei melibatkan 1.220 responden

Foto Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terpajang di ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) Peneliti Poltracking Indonesia, Masduri Arawi, mengatakan survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 14-20 Agustus 2026. Survei menyasar warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden.
"Populasi survei WNI yang sudah memiliki hak pilih, metode multistage random sampling. Jumlah survei 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," ujar Masduri.


















